Hai....Blogy....
Hari ini rasanya sakit banget.... Disaat lagi dikejar dateline penulisan....
orang yang dekat sama gue malah menjudge abis-abisan.
Gue, selalu enggak peduli apa kata orang lain tentang gue, karena porsinya mereka (diluar sana) tidak pernah mengenal siapa gue sebenarnya? mereka hanya melihat dari luarnya saja.
Jadi kalau mereka komentar yang enggak-enggak sekalipun tentang gue. Gue enggak akan pernah peduli akan hal itu. Gue masih bisa memaafkan mereka.
Namun bagaimana, bila kita di judge bahkan terkesan seperti di hina oleh orang terdekat kita, orang yang terikat sebagai saudara dan yang kita sayang, orang yang tahu siang-malam aku bekerja hanya untuk mewujudkan mimpiku dan sekarang malah menghina mimpiku....
Bagaimana air mata tidak mudah jatuh dan hati terasa berat untuk menahannya!
Aku tahu, mereka peduli sama aku, namun apakah harus seperti itu, rasa peduli yang harus mereka tunjukan, apakah begitu rasa sayang mereka.
Mungkin mereka mendoakanku, bukankah doa yang baik itu harus diam-diam.
Aku terlahir bukan dari keluarga berada, tapi Inshaa Allah, kami sekeluarga bahagia. Bagaimana ibuku mengajarkan diriku hanya selalu belajar dan berdoa agar menjadi anak pintar, bagaimana Ayahku mengajarkan bahwa Ilmu itu harus dibarengi dengan kebaikan didalamnya. Kalau pintar harus mengajarkan teman yang belum mengerti...
Bagaimana kakakku mengajarkan bahwa, setelah kita lulus sekolah akan banyak rintangan yang harus dihadapi, bagaimana kita bekerja keras untuk selalu menjadi yang terbaik. Namun nenekku juga tak pernah lupa untuk mengingatkan bahwa kejujuran adalah nomor satu dimanapun kita berada.
Sejak kecil, aku tidak punya mimpi yang terlalu tinggi, walaupun selalu ada kata-kata disampul buku belakang "Gapailah cita-citamu setinggi langit" DAN "Kejarlah Ilmu sampai ke Negeri Cina"
Aku tak punya impian kuliah, yang aku ingin hanya lulus sekolah dan mengumpulkan uang.
Agar aku bisa menjadi orang sukses.
Sekali lagi, aku terlahir bukan dari keluarga berada, namun kita selalu diajarkan untuk selalu peduli satu dengan yang lain. dari empat saudara yang sering membaca buku adalah aku. Aku punya dunia sendiri bila membaca buku. Aku selalu membaca buku tidak pernah sampai habis, karena dipertengahannya aku sudah bisa menebak jalan ceritanya...(Dan keseringan benar...)
Setiap aku membaca buku, entah buku apapun itu aku selalu berpikir "Aku bisa menulis buku lebih bagus dari ini" Namun tidak pernah aku punya mimpi untuk menjadi seorang penulis....
Setiap pulang sekolah, aku tidak pernah pulang kerumah, aku selalu membaca buku di gramedia (Gratisan), Perpustakaan bahkan taman buku sewaan...(Dan nyokap selalu marah karena pulang sekolah selalu terlambat..)
Disaat teman-temanku punya pacar waktu Sma, aku malah jatuh cinta sama tokoh komik "SlamDunk" hehhehe.....
Aku punya teman yang orang kaya banget selalu beli buku buat koleksi dan dia enggak pernah baca buku. bahkan selalu pamer kalau punya komik dan novel terbaru (Baru keluar...edisi bulanan) dan karena aku maniak buku, aku juga selalu ke gramedia setiap minggu, hingga sudah hapal isi cerita buku2 yang sudah terpajang di rak buku...hehheheh (Gratisan) sekali lagi karena aku tidak punya uang untuk beli buku...
Akhirnya, ada perpustakaan sewaan dekat sekolah dan walhasil setiap uang jajan aku pakai untuk sewa buku, semua aku lahap (Komik, novel, majalah). Aku menyukai membaca karena aku merasa punya dunia sendiri, bisa senang, bisa sedih, bisa merasakan kekhawatir si tokoh dan tiba-tiba aku punya keinginan untuk menjadi penulis buku yang mungkin bisa mempunyai pembaca setia seperti aku....
Namun modal penulis adalah pintar, bahkan katanya Penulis harus 7x lebih pintar dari pembaca. sedangkan aku apa? Namun aku percaya bila kita kerja keras untuk belajar dan mencapainya, tidak ada hal yang tidak mungkin????
Namun apakah mereka juga percaya?????
sepertinya tidak....
Dalam hati ada selalu keinginan untuk menulis membuat cerita, membongkar balik alur, membuat plot, namun aku tidak berani bilang "Aku ingin jadi penulis"
Aku bekerja apa saja yang penting halal, aku berpikir bila uangku sudah banyak, aku akan jadi penulis, namun hatiku tetap ingin jadi penulis...tapi sekalipun aku tidak pernah mencoba untuk menulis.....
hingga akhirnya aku memutuskan untuk mencoba menulis, di kertas, namun kertasnya dibuang...bahkan aku tidak berani bilang aku ingin jadi penulis, aku sedang belajar untuk itu namun aku hanya simpan dalam hati.
Hingga akhirnya aku berhenti kerja dan memutuskan untuk mengambil pekerjaan event-event saja, dalam setahun hanya 6-7 bulan saja dan sisanya aku bisa memfaatkan waktu untuk menulis.
Namun namanya juga suatu pekerjaan atau keinginan bahkan impian tidak semudah mencapainya. Pengorbanan, jatuh, berdarah bahkan kehilangan kepercayaan diri sempat merasuki hari-hariku... Namun kedua orang tuaku selalu menyerahkan semuanya kepadaku, walaupun aku sempat bertengkar kecil dengan kakakku
"Sampai kapan, mau terus kayak gini? ada peluang di sini?"
"Mudah-mudahan..."
"Ingat, teman-teman loe, udah banyak yang nikah bahkan punya anak,loe masih aja sibuk sama diri loe sendiri"
"Yeeeee, memang sudah jodohnya mereka nikah..."
Berkali-kali, aku dihadapkan oleh rasa ketakutan, namun aku percaya usahaku tidak akan sia-sia. Aku ingin ada orang yang percaya juga sama aku, percaya sama mimpiku...
bahkan ada teman yang mengatakan "Awas, ati-ati, entar masuk rumah sakit jiwa lagi" sambil tertawa
(Gue anggap dia enggak penting)
Ada lagi yang bilang "Kebanyakan ide sih loe, enggak kelar-kelar, kan, tulisan loe, loe enggak pernah bisa bikin ending yang bagus"
(Ohhh, situ merasa bisa, yaudah jadi penulis aja)
Ada yang bilang lagi : "Perasaan loe enggak dapat apa-apa dari tulisan loe, selain kertas penolakan?"
(Gue memang belum dapat materi, nama, bahkan pengakuan, tapi gue merasa setiap gagal, gue bisa naik level, tulisan gue makin bagus)
Ya Tuhan, aku sebenarnya ingin menganggap, aku tidak pernah dengar apa-apa? tapi mengapa semua terasa sakit. mereka hanya bisa ngomong dan ngomong.
Aku tahu setiap orang bisa jatuh, bila aku jatuh nanti, mungkin mereka akan tertawa dan mereka benar telah menilaiku.
Aku hanya ingin bermimpi, aku tidak butuh mereka paham akan hal itu, aku hanya ingin mereka percaya, percaya padaku tentang keinginanku, tentang harapanku, tentang mimpiku.
Mereka tidak menyemangatiku juga tidak apa-apa, dan setidaknya mereka jangan membuatku hilang harapan.
Aku tidak ingin rasa gagal membuatku menjadi kebiasan untuk menyerah.
Ada yang bilang, hanya orang kaya yang mampu sukses dalam setiap keinginannya?
Aku hanya ingin menunjukan kepada mereka yang berkata seperti itu, bahwa mereka salah, setiap orang boleh punya mimpi...setiap orang harus memperjuangkan mimpi mereka...dan setiap orang harus mewujudkannya karena apa?
Uang tak bisa membayar waktu dan pengalaman
Bahkan orang yang aku hormati, mengatakan "Aku berbeda dengan adikku"
dari segi pakaian, cara dandan, dan memandang masa depan....
Katanya aku harus merawat diri, biar ada yang mau??????? (hahhahah, kasihan ya, tapi emang gue malas nyisir..hahahahah)
katanya gue harus kerja keras dan obatin muka, (Gue hanya bisa ketawa mendengarnya)
katanya lagi gue harus bllaaaa..blaaa..dllll....
Dan yang terakhir, gue harus hidup dalam kenyataan, bukan mimpi yang enggak ada hasilnya...
(Mungkin benerrrr...)
Oke, gue jawab....
Gue tahu, cewek selalu diciptakan dengan wujud yang cantik...
Cantik relatif, menurut cowok-cowok yang pernah gue kenal...
Entah kenapa sejak kecil, gue enggak punya keinginan untuk menjadi cantik....?
Saudara-saudara gue cantik, adik gue cantik, dan bahkan si Icha saudara gue pernah bikin survei (Menurut dirinya sendiri)
Kita bertiga tumbuh besar bersama...dan si Icha bilang katanya "Gue, menjadi cucu nenek gue yang terakhir cakepnya" (saat itu kita sedang berumur 6-7 tahun, loh...)
dan namanya anak kecil, pasti nangis kalau dibilang jelek, namun gue, tidakkkkkk....
karena kata-kata nenek gue....
"Semua, cucu Nenek cakep semua, enggak ada yang jelek. Nenek enggak bangga sama cucu yang cakep, yang mau jadi artis, model, tapi yang bisa ngaji) untung waktu itu gue pernah madrasah walaupun cuma 3 tahun...heheheh
Tapi, memang benar siapa cewek yang tidak ingin cantik...??? apalagi ada yang bilang kita cantik, pasti senang banget...????
Tapi kita ingin menjadi seperti apa? dan mendapatkan seperti apa?
Ketika kita ingin cowok yang ganteng, pasti kita ingin menjadi yang cantik????
Apalagi cowok itu makhluk visual, apa yang dilihatnya akan dapat menarik hatinya...
Aku pernah dengar, Cowok bisa jatuh cinta dari matanya sedangkan cewek melalui telinganya.
Cowok jatuh cinta dengan apa yang dilihatnya sedangkan cewek jatuh cinta melalui apa yang didengarnya
Gue percaya suatu hari nanti akan ada satu orang cowok yang dikirim Allah Swt, tanpa melihat gue cantik atau enggak, tanpa mengeluh bersama gue dan percaya pada setiap impian gue.
Gue akan buktikan itu kepada mereka yang hanya bisa menilai tanpa mengoreksinya terlebih dahulu...
Harusnya setiap sindiran mereka, gue harus kerja keras dua kali lipat, tapi namanya juga manusia, tiba-tiba kalau ingat kata-kata mereka, jadi down lagi...Tapi enggak boleh seperti ini, gue akan melanjutkan mimpi sampai gue berhasil.....!!!! Kayak Dora..."Berhasil....berhasil...HORE...HORE...!"
kata Ed Shared: "Bermimpilah, kecuali kau sedang tidur..."
Kamis, 07 Agustus 2014
Senin, 28 Juli 2014
Bulan Syawal 1435
Memasuki bulan kemenangan bagi Umat Muslim seluruh dunia....
Di bulan syawal yang suci dan bersih ini, kesalahan-kesalahan kita seakan terhapuskan, maaf seakan begitu indah di proklamirkan, Maaf seakan emas yang begitu mulia untuk dibagi.
Segala kesalahan demi kesalahan begitu sering dibuat, seakan lisan begitu mudah dila dilontarkan, seakan perbuatan begitu mudah dikerjakan, semua tak lepas dari rasa menyakiti bahkan penuh prasangka buruk kepada saudara-saudara kita diluar sana.
Memasuki bulan syawal,, bulan yang membuat kita kembali fitrah, maaf begitu mudah dikatakan dan memaafkan begitu mudah dilakukan...
Walaupun bukan hanya bulan syawal saja, bila kita ingin meminta maaf kepada saudara kita atas kesalahan yang pernah kita lakukan, namun izinkan aku meminta maaf kepada orang-orang lain dan diriku sendiri....
Maaf.... aku tak pernah bersyukur dengan apa yang dapatkan selama ini...
Begitu besar rasa peduli kedua orang tua kita kepada kita...
Terkadang kita marah, sebal bahkan mengeluh...
sudah sebesar ini, masih saja kita diomelin untuk hal-hal yang kita anggap kecil
namun besar makna nasehat yang di berikan oleh kedua orang tua kita nantinya...
Maaf ...Aku tidak pernah berterima kasih atas rasa sayang saudara-saudaraku...
Terkadang aku sebal bila dikomentarin untuk hal-hal yang sudah ku anggap baik bagiku
Namun mereka mengkritik karena peduli pada kita...
Maaf... teman-teman, dan sahabat, atas kesediaan waktu-waktu kalian, yang tak mampu
kulewati sendiri dan bahkan aku masih menentang pendapat kalian...
Maaf atas rasa mengeluhku selama ini yang terkadang membuat kalian harus mengembalikan semangatku
tanpa kutahu apa kau sedang terbebani...
Mulai sekarang, aku ingin lebih baik lagi, ingin menjadi anak yang baik, saudara, kakak , adik yang selalu peduli, menjadi teman dan sahabat yang akan berusaha untuk ada saat-saat kalian membutuhkan pelukan hangat dan telinga setia untuk mendengkar setiap keluh kesah.
Di bulan syawal yang suci dan bersih ini, kesalahan-kesalahan kita seakan terhapuskan, maaf seakan begitu indah di proklamirkan, Maaf seakan emas yang begitu mulia untuk dibagi.
Segala kesalahan demi kesalahan begitu sering dibuat, seakan lisan begitu mudah dila dilontarkan, seakan perbuatan begitu mudah dikerjakan, semua tak lepas dari rasa menyakiti bahkan penuh prasangka buruk kepada saudara-saudara kita diluar sana.
Memasuki bulan syawal,, bulan yang membuat kita kembali fitrah, maaf begitu mudah dikatakan dan memaafkan begitu mudah dilakukan...
Walaupun bukan hanya bulan syawal saja, bila kita ingin meminta maaf kepada saudara kita atas kesalahan yang pernah kita lakukan, namun izinkan aku meminta maaf kepada orang-orang lain dan diriku sendiri....
Maaf.... aku tak pernah bersyukur dengan apa yang dapatkan selama ini...
Begitu besar rasa peduli kedua orang tua kita kepada kita...
Terkadang kita marah, sebal bahkan mengeluh...
sudah sebesar ini, masih saja kita diomelin untuk hal-hal yang kita anggap kecil
namun besar makna nasehat yang di berikan oleh kedua orang tua kita nantinya...
Maaf ...Aku tidak pernah berterima kasih atas rasa sayang saudara-saudaraku...
Terkadang aku sebal bila dikomentarin untuk hal-hal yang sudah ku anggap baik bagiku
Namun mereka mengkritik karena peduli pada kita...
Maaf... teman-teman, dan sahabat, atas kesediaan waktu-waktu kalian, yang tak mampu
kulewati sendiri dan bahkan aku masih menentang pendapat kalian...
Maaf atas rasa mengeluhku selama ini yang terkadang membuat kalian harus mengembalikan semangatku
tanpa kutahu apa kau sedang terbebani...
Mulai sekarang, aku ingin lebih baik lagi, ingin menjadi anak yang baik, saudara, kakak , adik yang selalu peduli, menjadi teman dan sahabat yang akan berusaha untuk ada saat-saat kalian membutuhkan pelukan hangat dan telinga setia untuk mendengkar setiap keluh kesah.
Kamis, 17 Juli 2014
Awan....
Hy...Blogy...^^
Aku lagi mau nulis nih, tentang seseorang yang aku
kenal, mungkin aku tidak terlalu kenal juga sih, tapi aku
pernah mengenalnya,
walaupun hanya sebentar.
Dia aku namakan Awan, mengapa Awan?
(Sedikit rahasia ya, waktu kecil aku sering berbicara
dengan Awan setiap sore, hehhe, tapi ini bukan menunjukan sedikit tidak warasnya
aku. Sewaktu aku kecil, Ayahku seorang pelaut, kerjanya berlayar dilautan
seperti nenek moyang kita seorang Pelaut.
Setiap Aku kangen dan gak tahu kabar tentang Ayahku,
(maklum saat itu belum ada handpone apalagi skype, paling tenar wesel itu juga
datangnya setiap sebulan sekali). Aku selalu memperhatikan awan-awan dilangit,
namanya juga imajinasi anak kecil, jadi aku suka mengaitkan bentuk awan dengan
apa yang sedang terjadi dilautan.
Saat melihat bentuk awan seperti ikan, aku langsung
berdoa, kalau-kalau ada ikan hiu yang mendekat kekapal yang sedang ditinggali
Ayahku. Kalau awannya bentuk gelombang lautan, aku juga langsung meminta kepada
Allah Swt, agar selalu melindungi ayahku dari setiap badai dilaut.
Lucu yach, padahal belum tentu seperti itu, namun
aku merasa bisa berkomunikasi saja sama Ayahku walaupun kita berjarak antara daratan
dan lautan, hehhe. Sekali lagi mengapa aku namakan dia Awan, karena yang aku baca
dari profile-nya, dia pernah jadi popeye juga (Seorang pelaut), maka dari itu
aku menamakannya Awan). Sebenarnya nama yang diberikan kedua orangtuanya jauh
lebih bagus (Mohon maaf sebelumnya....^^)
Blogy,,,,,
Aku ingin
cerita tentang Awan.
Sebenarnya sih,
orangnya sudah mau mengikat janji setia sama orang lain, dan pastinya wanita
itu sudah yang terbaik untuk dirinya, dan aku menulis ini pun tidak punya
maksud apa-apa koq?
Hanya saja, aku punya
keresahan sedikit didalam hatiku. Bukankah kata Penulis-penulis besar seperti
ini “Menulislah, bila kamu punya keresahan didalamnya. Dan jika tidak akan masuk penjara ataupun tidak masuk neraka, maka
menulislah”
Sebenarnya aku tidak
mau menulis tentangnya, karena aku juga belum terlalu lama mengenalnya. namun
dengan sedikit perkenalan yang pernah kami jalani (Cie...kami...?) mungkinkah
dia merasakan perjalanan yang sama ini???
Blogy.....
Jujur ya, waktu pertama
kali Awan Add Fb aku, dan aku lihat mutual friends-nya. Rasanya, aku tidak
ingin mengkonfirmasinya. Malah sejak awal aku ingin menghapus temannya itu.
Namun ada yang bilang,
kalau kita menghapus perteman di Fb, sama saja memutuskan tali silatuhrahmi,
nanti dipersempit lagi rezekinya, Yaudah enggak jadi deh.
Blogyyy....
Pertama kali di Add
sama Awan, dan melihat fotonya aku sempat berpikiran “Wah ngapain nih pahlawan kebenaran
add, aku?” Coz foto covernya mirip ultraman gaiya, pembela kebenaran, yah
walaupun foto profile cukup keren sih, aku akuin itu.
Yaudah di confirm aja,
nambah-nambah teman. Cukup sampai disitu!
Ternyata belum
blogyyy,,,masih ada kelanjutannya....
Setelah lama enggak
main fb, karena sibuk membangun puing-puing hati yang habis terkena badai
sandy, dan sibuk mengejar mimpi, nulis..nulis..dan bikin skenario untuk
dilombakan, sampai suatu hari... (Cie..cie...seperti karangan Bahasa Indonesia
selalu dimulai dengan “Suatu hari...”)
Suatu hari sebelum
lebaran haji tahun 2013, tepatnya kapan? Lupa!
Awan mengirimkan pesan
seperti teka-teki silang dengan kolom-kolom berbentuk sudoku yang meminta
“tanggal lahir”
whatt??? Aku sempat
bingung Blogy...apa dia petugas sensus ya?
Dan yang jadi
pertanyaanku saat itu "Apakah kalau dia sudah tahu tanggal ulang tahunku, dia
mau mengirimkan cake gitu atau hadiah semacamnya?” Kenal juga, enggak!!! Jadi
aku cuekin aja, Eh ternyata bukan si Awan doang yang mengirimkan aplikasi
tersebut dan memintaku untuk mengisinya. Namun aku cuekin juga!! Bagiku dia
sama teman fb lainnya.
Namun setiap aku
Online, dia juga Online. Tapi Dia enggak pernah Chat aku, beda tuh sama
cowok-cowok yang kecentilan di Fb.
Dan statusnya juga
enggak lebay-lebay amat “Wah siapa sih, nih Orang?” Mulai tertarik untuk
mengenalnya, Eitsss...”BELUM”
Tapi udah mulai deh,
Liat-liat statusnya, hehehe. Statusnya jalan-jalan terus. Mantapppp, berarti
nih orang dapat menikmati hidupnya, hehhe. Dan mulai sedikit deh, terganggu
pikiranku dengan kehadirannya.
Dan namanya juga cewek,
kalau belum curhat sama sahabat rasanya ada yang kurang, gituu.... Akhirnya aku
curhat sama Dwi, dan dwi mulai meledekku, tapi kata-kata dwi itu yang membuatku
ingin mengenalnya lebih jauh.
“Yakin say, enggak mau
sama dia?” Ledek dwi. Si dwi pikir, kalau ada orang Add Fb kita, berarti orang itu
bisa langsung suka kali sama kita? ampunnn deh tuh anak. Aku hanya
menggeleng-geleng saja.
“Subhanallah, ganteng
loh, fotonya? Keren lagi gayanya” Ucap si dwi lagi sambil senyum-senyum. (Ingat parmin,
Wi...Ingat Parmin, Dwi. Sadar wi, parmin, suami loe dirumah, Wi)
“Justru takut sama
orang ganteng sedangkan gue-nya biasa-biasa aja” Jawabku
“Yakin loe, gak mau
dekat sama dia, coba berteman dulu” Saran Dwi
“Enggak, ahhgg” Ucapku
“Entar nyesel, loe!?”
Ucap Dwi seperti uya kuya.... Yakin tirai no.2, ntar gak bisa tidur loh!
“Enggaklah” jawabku
santai
“Coba, loe lihat dulu deh
fotonya, dalam-dalam, jidatnya item loh?” Ucap dwi lagi, kali ini dia seperti
Om Mario Teguh, sang Motivator
“Terus...kalo jidatnya
item, kenapa?” Tanyaku balik
“Itu tandanya dia rajin
sholat, say” Ucapan dwi kali ini yang buat aku mulai tertarik untuk mengenalnya
lebih jauh.
^^
HAH...! hanya karena
jidatnya item?
Terus aku mulai kepo
deh sama nih orang, mulai deh baca-baca Tentangnya (about) yang ada di fbnya. Mulai sableng kayaknya aku
nih....!
Ternyata Awan seorang Manajer
marketing, makin bingung aku, ngapain nih Pak Manajer ingin menjalin pertemanan
sama aku yang jelas-jelas hanya bekerja sebagai sales yang kerjanya diri-diri
didepan counter.
Tapi aku selalu percaya
kata-kata “Setiap manusia di mata Allah Swt adalah sama yang membedakan hanyalah
tingkat ketaqwaan seseorang”
Mau kaya-mau miskin, kita semua adalah ciptaan
Tuhan, Kalau Tuhan ingin menciptakan seseorang menjadi kaya sangatlah mudah,
namun kalau kita dipertemukan dengan tingkat sosial yang berbeda pasti Tuhan
punya rencana untuk itu, dan kita manusia tidak pernah tahu akan hal itu.Oke, kita saling
berteman di Media sosial, namun kita tidak pernah mengobrol satu sama lain. Ya,
iyalah, Awan bukan teman sekolah, apalagi teman kerja, ketemu aja enggak
pernah, apa yang mau diobrolin? Masa kita harus membahas tentang Mark Zulbergh,
pembuat Fb.
Semakin kepo dan
semakin sableng aku, kayaknya!
Aku, mulai liat-liat fotonya. Ya Tuhan, otakku
bekerja gimana sih, padahal sama teman Fbku yang lainnya, tidak pernah seperti
ini.
^^
Jujur, aku tidak
terlalu suka kenalan lewat media sosial, walaupun sekarang Medsos (Media
sosial) sangatlah canggih, mampu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang
dekat. Aku tidak mudah percaya sama orang lain apalagi lewat Medsos.
Aku pernah punya pengalaman
tentang Chatting waktu Smp, waktu itu masih tenar dengan nama (Mirc). Aku punya
saudara, yang hobbinya chatting dan ketemuan sama orang baru, selama proses
chatting, mereka bisa saling tertawa, berbagi cerita namun pas sudah ketemuan,
mereka saling bohong dan tidak jujur, terus apa yang didapat dari itu.
“Iya, nanti sabtu
sepulang sekolah kita ketemuan, ya?” ketik si cowok dari sana
“Iya, aku bawa
saputangan Pink, ya?” Ketikan balasan dari si Cewek (saudaraku)
“Nanti di McD, aku yang
pakai baju merah dan yang paling ganteng, mirip pasha ungu” Balas si Cowok
“Aku yang rambutnya
panjang dan putih” si cewek mengetik sambil senyum-senyum.
Sepertinya mereka mulai
akrab, dan keesokan harinya....Ternyata tidak sesuai harapan dan mereka saling
bertengkar dan menuduh salah satu dari mereka berbohong....
Huffffttttt....cuapeeee
deehhhhh.....
Namun, memang saudara
aku aja yang enggak pernah kapok atas kejadian itu, aku aja yang Cuma menemin
kadang dijadiin tumbal, harus ngaku cewek yang chatting sama dia, kalau cowok
itu tidak sesuai dengan kriteria yang disebutkan di chatting, aku aja kapookkkk
1000X....
^^
Tapi kenapa sama Awan
beda ya, padahal kalau tidak teman sekolah atau teman kerja, setidaknya pernah
bertemu, aku tidak akan meladeni obrolan di Fb. Apa karena mutual friends-nya,
yang pernah aku kenal, setidaknya kalau temannya baik pasti Awan juga orang
baik, saat itu aku berpikir positif saja.
Namun ini diluar
kebiasaanku, aku tipe orang yang tidak mudah suka sama orang lain begitu saja, apalagi
kepo sama orang yang tidak pernah aku kenal bahkan pernah bertemu saja enggak.
Makanya sejak awal, Awan, mengirimkan aplikasi b’day, aku biasa aja, aku cuek.
Siapa dia?!
Mungkin aku sempat
berburuk sangka padanya, “Mau apa nih orang?” (Minal aidin wal
faizin...sebentar lagi kan bulan syawal, hehhe)
Cuma setelah
mengenalnya lewat statusnya, lewat kata-kata yang tertulis, aku akhirnya sadar,
dia cowok baik, bukan seperti cowok pada umumnya, yang suka berkata-kata enggak
bagus di Fb.
Namun terkadang aku
juga bingung, dia punya niat apa ya, ingin menjalin pertemanan sama aku? Dia
bisa tahu Fb aku dari mana ya? (Apa dari temannya, yang dulu pernah aku kenal
baik), dan mengapa dari sekian banyak teman dari temannya itu, dia memilih aku
untuk menjalin pertemanan denganku?
Sebenarnya hal ini,
ingin aku tanyakan langsung kepadanya, namun enggak jadi, karena aku mikir lagi,
itu kan hak dia, untuk berkenalan dan berteman dengan siapa aja. Cara berkenalannya
juga baik enggak maksa-maksa minta pin bb, minta no telp, bahkan nanya2 hal
yang pribadi. Terus biarin aja deh, bukannya banyak teman itu bagus. Namun
terkadang aku merasa aku tidak pantas menjadi temannya.
Aku, cantik enggak,
tajir lebih enggak, solehah (enggak berani bilang begitu), baik (Mudah-mudahan
masih dalam proses) terus yang masih menjadi pertanyaan besarku, “Apa yang
dilihat dari aku?”
Cewek cuek yang dari
dulu, smp dan sma suka berantem sama cowok-cowok, tenar di sekolahan karena
sering terlambat dan bikin ulah (Maklum remaja, hehhe), bahkan kalau Awan kenal
aku lewat temannya, dan temannya itu mengenalku sebagai petugas kebersihan,
(Apa dia enggak tahu hal itu) Benar-benar bingung deh, apa yang dilihat dari
aku?
Kalau menurutnya aku
orang baik, bagaimana dia bisa berpikir seperti itu, bertemu denganku saja,
belum....Huffftttt...pusingg kalau mikirin hal itu!
^^
Tapi semakin lama, Aku makin
melihat-lihat fotonya, sepertinya dia Traveller sejati! Aku menyukai fotonya
yang berada di tanah Toraja, apalagi gambar wanita-wanita yang memanjangkan
lehernya. Keren!
Dan status-statusnya
yang terkadang, bisa membuatku semangat, bisa membuat aku berkata “Wah betul
juga, nih” dan terkadang bisa membuatku tersadar, kalau-kalau aku sedang salah.
Kalau bahasa kerennya tuh, Inspiratif banget deh, heheh.
Tapi, aku juga pernah
menyukai statusnya yang berbahasa asing, dan aku tanya artinya apa? Mau tau
jawabnya, enggak dijawab malah di hapus. Kereeen kan! Dendam kali yaw, hehheehh,
karena pernah dicuekin. Tapi enggak apa-apa, itukan hak dia.
Oke, kita deal 1-1 (satu-satu
sama)
^^
Setelah lumayan lama
mengenalnya dari Fb, yang ku ketahui lagi adalah Awan anak pesantren, Oh My God, Dia sama dong seperti
Jingga. Mana mungkin aku berani suka sama anak pesantren, yang pilihan
ceweknya, sudah pasti solehah.
Ada yang bilang, kalau
jodoh tidak akan kemana, tapi kalau jodoh itu harus yang se-KuFu (Sama...) latar
belakang pendidikan (Enggak sama), tingkat sosial (Lebih enggak mirip) tingkat
ketaqwaan (Ya, berbeda banget, pantesan aja Awan jidatnya item). Enggak ada
seKuFu-nya, aku sama Awan.
Namun ketika kita
menyukai seseorang atau menyayangi seseorang, kita tidak pernah bisa
merencanakannya, Hanya Pemilik hati yang Maha membolak-balikan hati yang mampu
menaruh rasa, Entah rasa apapun itu.
Kuakui aku mulai
memperhatikannya, terkadang juga aku merasa dia memahamiku, perasaan apa ini?
Udah gila, aku kayaknya! masa ada sih, orang yang tidak pernah aku kenal dan
mengenalku tetapi mampu memahamiku! Sedangkan yang sudah kenal lama aja belum
tentu bisa paham sama diriku!
^^
Akankah aku mulai punya
rasa untuknya? Tapi bagaimana mungkin hanya melalui media sosial bisa suka sama
dirinya, aku selalu percaya bahwa cinta itu butuh proses, cinta itu tumbuh dan
berkembang, cinta itu perlu dirawat dan dijaga. Bagaimana mungkin kita bisa
mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah kita ketahui sosoknya, seperti apa
senyumnya, bahkan apakah kita bisa menemukan bayangan kita didalam tatapannya.
Bukan kita mengharap
sosok yang sempurna, sekali lagi Allah Swt, Maha Menciptakan, semua orang bisa
diciptakan Ganteng bahkan seganteng Nabi Yusuf, kalau Allah Swt berkehendak.
Namun bukan hanya ingin
melihat fisik dan materi, yang mungkin Awan punya akan keduanya. Bahkan aku
tidak berani meminta yang seperti itu. Aku hanya ingin mencintai seseorang yang
dapat mententramkan hatiku. Walaupun sosoknya sederhana dan pekerjaannya biasa
saja, namun berkah dan mampu mengimamiku dengan segala tingkah dan ucapnya.
Senyumnya yang berasal dari hatinya.
Karena sesungguhnya....
Masih beranikah aku meminta
yang ganteng sedangkan diriku belum memolesnya menjadi pribadi yang cantik. Masih berani aku
meminta yang soleh sedangkan diriku belum memperbaiki diri untuk menjadi yang
solehah. Masih beranikah aku
meminta yang bermateri yang serba kecukupan sedangkan diriku belum berusaha
mengupayakan kelebihan diri ditambah kerja keras dan Ikhtiar dengan
sungguh-sungguh.
^^
Lagi-lagi banyak pertimbangan
dalam diriku sewaktu mengenalnya, dia hadir saat hatiku mulai tersusun kembali
menjadi satu. Namun aku tak ingin hatiku rapuh kembali, lama sudah kususun
hatiku untuk menjadi tegar, Dan aku tak ingin berharap apapun darinya.
Namun aku pernah
memimpikan dirinya!
Ya Tuhan, rencana apa
yang sedang kau genggam untukku dan untuknya? Padahal aku Cuma sekali doang
melihat foto-fotonya (Sumpah deh...)
Di dalam mimpi itu,
ceritanya aku keYogya dan kenapa aku keYogya? Aku ke Yogya hanya untuk bertemu
sama Awan? Ya, karena yang aku lihat dari profilenya, Awan bekerja di Yogya.
Dan aku datang jauh-jauh ke Yogya hanya menunggu untuk bertemu dengannya.
Padahal sejak aku
bercita-cita dan bermimpi jadi penulis, kota impian aku adalah Yogya, karena disana
gudangnya Penerbit. Dan aku juga pernah bilang sama diriku sendiri, aku harus
jadi Penulis hebat di Yogya! Bukannya bertemu dengannya. Ini mimpi salah
kayaknya?
Lanjut cerita tentang
mimpi lagi, didalam mimpi itu aku menunggu untuk bertemu dengannya namun tidak
bertemu dan aku sedih banget (Aduh, kenapa mimpi kayak gini sih) aku terus
nunggu didepan rumah dan rumah itu ditinggali oleh bapak tua, dan Bapak itu ngajak
masuk kedalam karena sudah azan maghrib. Tapi aku malah tetap nunggu Awan
didepan rumah bapak itu, aku sedih dan
ketika aku mau masuk kedalam untuk Sholat, tiba-tiba didepan rumah bapak tua
itu ada Awan yang mau masuk kedalam rumah tepat didepan rumah Bapak itu. Awan
datang dengan memakai pakaian Tni angkatan Laut. Dan dia secara tiba-tiba
manggil aku....
“Evy...” (Jadi didalam
mimpi ini kita udah saling kenal,gitu?)
“Mas...” (senang)
Dan Akhirnya kita
berdua ambil air wudhu bareng dan sholat jamaah didalam rumah bapak-bapak tua
tadi. Mungkin karena dia anak pesantren, makanya mimpi aja religi, ya (Sholat).
Dan enggak lama setelah
itu, aku mau balik ke Jakarta, karena harus kerja (Ini lebih aneh, masa aku
kerja memakai seragam pure it, padahal aku bukan spg pure it), dan Awan bilang enggak
bisa mengantar aku ke Jakarta, karena masih banyak kerjaan di sini. Dan di
tengah perjalanan balik ke Jakarta, aku di hadang sama para penjahat, didalam
mimpi itu penjahatnya ada yang membawa senjata tajam.
Aku teriak sekeras-kerasnya, dan tiba-tiba bak
pahlawan Awan datang, dan menghajar penjahat-penjahat itu (Pahlawan kebenaran,
seperti foto covernya itu) namun anehnya, tiba-tiba didalam mimpi itu dia sudah
berada dirumahku di Jakarta seperti orang ketakutan dan dia bersembunyi
didalamnya, Ya Allah apa didalam mimpi aku itu, dia membunuh penjahat-penjahat
itu ya? Terus aku terbangun deh, mimpi yang cukup menegangkan..huhu^
^^
Ada beberapa kali, aku
mimpiin dia, tapi random (Acak), dan aku agak2 lupa, terakhir aku mimpiin dia,
didalam mimpiku, Awan melotot-in aku , serem banget (Dari kecil sampai sekarang,
aku paling takut dipelototin sama orang, mending di bentak2 deh daripada
dipelototin) Secara, nyokap kalau ngomong nadanya hampir sama kayak nge-bentak
(Logat batak).
Ternyata, waktu mimpi
dipelototin sama Awan, Ternyata setelah terbangun jam 12 malam, aku belum
sholat isya, karena ketiduran sehabis Maghrib. Kalau dipikir, Aneh ya, tapi
kata orang-orang, kalau kita mimpiin orang lain dan kita tidak mikirin dia,
berarti dia lagi mikirin kita dan katanya kangen sama kita, itu lebih aneh lagi,
masa sih Awan kangen sama aku, cewek yang belum pernah dikenalnya.
Tapi, karena aku punya
kenalan Psikiater (Dokter jiwa) dan kebetulan temanku sedang kontrol ulang,
langsung kutanyakan saja tentang mimpi dalam ilmu kedokteran ....
“Kalau mimpi itu banyak
artinya, namun didalam ilmu kedokteran mimpi itu sering diibaratkan sebagai
keadaan dimana kita berada dialam bawah alam sadar”
“Maksudnya, dok?”
“Jadi kita sebagai
manusia mempunyai 2 alam, alam sadar dan alam bawah sadar. Apabila kita punya
impian-impian atau keinginan-keinginan dan tidak dapat terwujud didalam alam
sadar (alam nyata kita), Nah itu akan muncul atau keluar pada saat kita berada
dibawah alam sadar contohnya: bermimpi ketika kita sedang tertidur”
aku bisa menangkap
maksud penjelasan dokter ini, tapi apa benar keinginanku ada padanya? Enggak
bener nih, kayaknya..^
Aku sih, selalu
percaya, bahwa mimpi baik itu datangnya dari Allah Swt, dan mimpi buruk
datangnya dari syeitan.
^^
Ya,
begitulah selanjutnya, Aku mulai aktif main Fb, hanya untuk kepo sama Awan.
Enggak tahu perasaan apa ini, namun tetap aja enggak berani suka sama dia.
Karena akan seperti punguk merindukan bulan, heheheh.
Dan
kabar terakhir yang aku tahu, katanya dia sih mau mengikat janji setia, sakinah
bersama pasangannya. Alhamdulillah dia sudah menemukan yang tepat. Kan jodohnya
orang baik dengan orang baik juga. Semoga Allah menjaga selalu hatinya untuk
setia dan bertanggung jawab.
Walaupun
terkadang aku bingung, mengapa dia harus hadir didalam ceritaku sedangkan kami
tidak memiliki benang merah untuk tersambung. Aku percaya tidak ada yang
kebetulan didunia ini namun karena Awan, aku sudah bisa untuk tidak membuka-buka lagi
lembaran lama tentang temannya.
Dulu,
aku pernah berdoa, “Ya Allah, aku ingin melupakan rasa sakitku, melupakan
harapan-harapan yang pernah kubangun sendiri, biarkan rasa yang dulu pernah ada
hilang dengan sendirinya, tanpa pernah membencinya”
Dan
aku sadar sekarang, Allah mengirimkan Awan untuk aku, agar tidak lagi melihat betapa
mendungnya langitku dulu, betapa derasnya air mata yang selalu kuselipkan dalam
doa-doaku untuk meringankan beban perasaanku.
Aku
sadar, walaupun Awan datang dan tidak terikat sebagai benang merahku tapi dia
kiriman Allah untuk membantuku melupakan rasa sakitku, rasa kecewaku kepada
diriku sendiri tentang perasaan yang lalu.
Harusnya
aku terima kasih pada Awan dan bisa mendoakannya.
Dia benar bagaikan Awan yang
hanya bisa kulihat dalam kisah ini namun tak dapat kegenggam. Karena Awan akan
sellu berubah bentuk untuk membuat langit terlihat indah pada sore hari.
^^
Selasa, 17 Juni 2014
Di dunia ini tidak ada yang kebetulan....
Masih berpikir, aku dan kamu bertemu karena
kebetulan????
Aku tidak, aku pernah mendengar bahwa “Didunia ini
tidak ada yang kebetulan, semua sudah digariskan oleh Allah Swt”
Terus, mengapa kita dipertemukan lalu kita saling
suka dan ternyata kita tidak bisa bersama?
Apa kita harus marah dengan takdir-Nya? Apa kita
harus berpaling dari ketetapan-Nya?
^^
Kita bertemu, kita berkawan, kita bersahabat, kita
pernah saling suka, kita pernah menyimpan rasa, bahkan kita pernah saling
benci, kita pernah saling caci dan maki, tak jarang kita selalu marah bahkan
hingga bertengkar, namun kita juga pernah tertawa bersama, tersipu malu-malu,
tersenyum dengan mudah, Kita...kita hanyalah manusia.....
Manusia satu dipertemukan dengan manusia
lainnya...kita terikat dalam benang merah yang sudah diikatkan oleh-Nya....
Mengapa kita harus marah bila kita tak bisa bersama,
mengapa kita harus kesal bila rasa yang kita miliki tidak terasa oleh hatinya,
mengapa kita harus dendam pada sikapnya yang tak sesuai keinginan kita....
Kita hanya manusia yang
dipersatukan Oleh-Nya dalam cara yang berbeda?????
^^
Pernah terpikir, mengapa kita lahir dengan keyakinan
yang berbeda?
Mungkin Allah Swt, punya cara Indah untuk kita...
Allah Swt punya cara indah merangkai kita dalam satu
kisah persahabatan yang tulus.
Kita berbeda namun kita sama-sama Ciptaan Tuhan Yang
Maha Kuasa.Perbedaan?
Seperti apa itu perbedaan?
Perbedaan bukan Lingkaran yang dalam setiap
hitungannya sampai tak terhingga
Perbedaan bukan persegi yang setiap sisinya dapat
dengan mudah dibagi
Perbedaan bukanlah segitiga yang setiap sudutnya
mudah tertusuk
Perbedaan adalah kita yang menjalaninya tanpa pernah
saling membeda-bedakan,
Tanpa pernah saling mencari kesalahan....Perbedaan adalah kita yang saling menghormati keputusan masing-masing, saling menghargai satu sama lain, saling menyayangi dalam rasa perbedaan itu.
Perbedaan itu memang tiadanya kesamaan, tapi bukan berarti kita tidak dapat bersama.
Kita masih bisa bersama dalam hal tertentu.
Perbedaan itu memang tak dapat menyatu tapi bukan berarti kita tak bisa bersatu dalam bahu- membahu untuk saling membantu.
Jadikanlah perbedaan itu suatu hal yang bukan
memisahkan tapi tergenggam erat dalam hal saling menghormati.
Maka dari itu, kita bertemu bukan karena suatu hal
yang kebetulan, Pertemuan kita sudah digariskan oleh-Nya, persahabatan kita
sudah tertulis oleh-Nya.
Jikalau memang, Allah Swt menginginkan kita untuk bersama,
Mungkin lagi-lagi Allah Swt punya cara Indah untuk Kita....
^^
Pernah Terpikir mengapa kita harus bertemu
dengannya?
Walaupun dia tidak pernah kita pinta?
Mungkin
Allah Swt, menginginkan hal itu..... Pertemuan oh pertemuan....
Ada yang bilang "bila ada pertemuan pasti ada perpisahan..."
Begitulah, karena kita tidak pernah kekal di dunia..
***
Kita pernah saling mengenal walau tanpa wujud
Namun setiap kata seakan merangkai kisah
Ku tak ingin membangun asa
Ku takut memupuk harap
Karena nyata jauh lebih baik
Bagiku dan kamu...
Dalam setiap hembusan hari...
Dalam setiap putaran jam...
Dalam setiap detakan menit
Hingga hentakan detik...
Kita mampu bersua namun tak berwajah...
Apa yang kita cari dalam kisah ini....
Kita bagai angin yang sedang dalam pencarian tempat
yang pas....
Kita bagai air yang selalu mengalir
Tanpa tahu akan menetap ke dataran makna...
Lalu apa yang ingin kita hasilkan...
Bila kita hanya kupu-kupu yang tak mampu terbang
setinggi burung
Kita bagai punguk yang hanya memandang rembulan
tanpa mampu
Menantang dinginnya malam....
Kita bagai bunga yang hanya menunggu fajar dan
turunnya embun
Tanpa mampu untuk berlari mengejar hujan....
Kita bagai awan yang menunggu datangnya pelangi
tanpa berani untuk
saling mendekat
Andai kita semut yang saling beriringan bersama...
Andai kita lebah yang saling bekerja sama
Andai kita pinguin yang saling setia
Andai kita merpati yang tak pernah mendua...
Sayangnya kita tak bisa bersama dalam kisah ini...
Karena aku tahu kau tak bisa menjadi pasangan
semutku, bukan jua pasangan lebahku,
Bahkan kau tak bisa setia padaku seperti pasangan
pinguin lainnya, kau adalah merpati yang akan mengikat janji setia untuk tidak
mendua.....
Namun bagiku, perkenalan kita bukanlah suatu kebetulan,
semua sudah digariskan oleh Sang Maha Kuasa, Maka dari itu aku ingin berterima
kasih karena telah mengenalmu.....
^^
Benar-benar didunia ini tidak ada yang kebetulan.
Saat kita mengikat janji untuk bersahabat, saat kita
berjanji untuk saling berbagi,berbagi cerita, berbagi kisah dan berbagi suka
dan duka...
Sahabat, aku ingin kau tahu, walaupun kita tak
sedarah, kita tak se-harim bahkan kita terikat bukan sebagai keluarga....
Kau seperti saudara, tempat berbagi segala resah,
segala gundah, tak mungkin tak ada cinta antara kita. Namun cinta yang
bercampur dengan sayang, kasih yang tak mengharapkan balasan.
Sahabat...engkau tetap sahabatku walaupun jauh, walaupun nanti kau akan memiliki seseorang yang engkau sayangi selain aku, yang jauh lebih kau sayangi melebihi sahabatmu ini, Tapi percayalah rasa persahabatan kita tidak pernah hilang, rasa sayang seperti saudara sendiri selalu tertanam dihati.
Sahabat....
Baik-baiklah engkau disana, saat ini kita tidak lagi bisa tertawa bersama karena jarak, namun jarak bukanlah penghalang doa untukmu.
Kenanglah sahabat, saat-saat kita bersama, menghabiskan waktu dengan tertawa, walau tak akan terulang tapi kita masih bisa tersenyum ketika mengingatnya.
^^
Surat Untuk Calon Imamku
Untuk
seseorang yang tak pernah ku ketahui seperti apa sosokmu?
Untuk
seseorang yang tak pernah kulihat seperti apa rupamu?
Untuk
seseorang yang tak pernah kudengar bagaimana suaramu?
Dan
sekali lagi untuk seseorang yang sudah ditulis Oleh Sang Kuasa,
Hanya
diperuntukan untukku....
Aku
menulis ini, dalam hati yang mengaharap ridho Sang-Kuasa
Inshaa
Allah, bila engkau, seseorang yang dikirim Oleh Allah Swt sebagai penawar
sedihku, untuk penghapus piluku, dan sebagai pereda resahku, aku hanya ingin
katakan segeralah engkau muncul, karena aku sudah lama merindukanmu.....
Insha
Allah jika engkau yang sudah tercatat bersama namaku, sebagai teman setia dalam
tawaku, alasanku tersenyum, pemicu semangatku, Kumohon segeralah kau hadir,
karena aku sudah lama menunggumu...
Inshaa
Allah bila engkau yang diizinkan Allah Swt sebagai imamku, pembuka kunci
surgaku, dan pencegah maksiatku, segerahlah datang dan genggamanlah doa itu
bersamaku....
Inshaa
Allah jika engkau berkenan memandangi langit bersamaku, melihat bulan terbelah
dan menunjuk beberapa bintang, maka tetaplah berada disampingku...
Inshaa
Allah bila engkau berkenan untuk setiap pagimu hanya melihat bayangku, setiap
siangmu hanya memikirkan diriku, setiap soremu hanya aku yang kau tuju, dan
setiap malammu untuk di habiskan bersamaku, maka berjanjilah untuk selalu
begitu....
Inshaa
Allah jika kau tidak keberatan, pundakku sebagai tempat berbagi letihmu,
genggaman tanganku sebagai ungkapan bahwa kau tidak akan sendirian dan
pelukanku sebagai kekuatanmu, maka kita jalani semuanya bersama....
Inshaa
Allah jika memang kau yang terbaik untukku dan begitu juga aku yang terbaik
untukmu, maka kita akan bersatu atas izin-Nya...
Inshaa
Allah jika kau tidak membenci kekuranganku dan tidak tersindir oleh kelebihanku,
begitu juga sebaliknya, maka kita akan terikat dalam ikatan yang suci...
Inshaa
Allah aku akan menunggumu sampai Allah Swt menetapkan pertemuan kita nanti,
semoga kita bisa bertemu dalam keadaan yang sangat baik, antara aku dan kamu.
Ya Allah,
lindungilah orang yang menjadi jodohku
Berilah
panjang umur dan kesehatan selalu
Berilah
keberkahan dalam tiap-tiap urusannya
Lindungilah
dia, jagalah dirinya dari perkara yang sia-sia,
Aamiin....
^^
Engkau
tak mampu kuungkap, karena aku sendiri tak pernah mengenal dirimu.
Tapi aku
yakin, engkau adalah pilihan dari semua pilihan yang ada, yaitu pilihan yang terbaik...
^^
Hai, aku
ingin memperkenalkan diriku agar kamu tahu siapa aku?
Mungkin
kamu akan bertanya nantinya, mengapa aku menulis ini? Aku menulis ini jauh
sebelum bertemu denganmu, jauh sebelum mengenalmu, Jauh sebelum mengagumimu,
jauh sebelum terpesona olehmu dan jauh sebelum aku mulai mencintaimu....
Untuk
seseorang yang Inshaa Allah menjadi jodohku, Calon imamku....
Aku hanyalah wanita biasa, yang menginginkan
seseorang yang baik.
Entah
definisi baik yang seperti apa yang ingin aku lihat darimu?
Namun
Inshaa Allah engkau adalah laki-laki yang baik.
Mungkin
aku tidak sempurna untuk menjadi seseorang yang berkesan dimatamu, tapi aku
sedang belajar untuk itu, untuk menggores kesan dalam pikirmu, matamu dan
hatimu, Insha Allah.
Aku
wanita yang Inshaa Allah akan terus mencintaimu karena Robb-ku, aku seorang
wanita yang Inshaa Allah akan menuruti kata-kata baikmu, aku seorang wanita
yang Inshaa Allah akan menjaga kehormatanmu, Aku seorang wanita yang Inshaa
Allah akan selalu setia kepadamu, dan Aku seorang wanita yang Insha Allah akan
mendidik dan membesarkan Anugerah yang diberikan sang-Khalik kepada kita kelak.
Aku hanya
seorang wanita yang Inshaa Allah akan
selalu berbakti padamu, dan Inshaa Allah aku akan selalu menyayangimu dan
menjagamu.
Untuk
seseorang yang akan menjadi jodohku sesuai ketetapan-Nya, aku hanya ingin engkau
tahu, mungkin pernah ada cinta dahulu namun Inshaa Allah kali ini hanya ingin
mengharap cinta yang suci yang didalamnya Mengharap kebaikan, mengharap
halalnya sebuah ikatan dan jalinan kasih sayang yang indah.
Untuk
seseorang yang akan menjadi jodohku sesuai ketetapan-Nya, terimalah aku apa adanya
hanya karena mengharap Ridho-Nya.
Aku
tidak tahu kapan kita akan dipertemukan tetapi izinkan aku menjaga hati ini
hanya untuk seseorang yang sudah ditetapkan oleh-Nya.
Terinspirasi oleh : Surat yang
dibuat *Calon Ibu untuk calon anaknya (Pangeran Itsar)*
^^
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri yang Diunggulkan
BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...
-
Hai blogy, Aku gak bisa tidur, banyak hal yang lagi aku pikirin, banyak hal yang aku kerjain. Sekarang ini kenapa ya aku selalu kepikiran...
-
Blogykuh,... Manis banget kan aku manggil kamu, hihihihi Blogy aku sakit, sudah 4hari gak minum kopi, sebel kan??? Radang, batuk, demam, ...
-
Apa rasanya, jatuh cinta berkali-kali? Pastinya senang, bahagia, dan serasa dihujani jutaan lolipop manis. Hati mudah merasa pada setiap ...