Kamis, 17 Juli 2014

Awan....



Hy...Blogy...^^

Aku lagi mau nulis nih, tentang seseorang yang aku kenal, mungkin aku tidak terlalu kenal juga sih, tapi aku 
pernah mengenalnya, walaupun hanya sebentar. 

Dia aku namakan Awan, mengapa Awan?

(Sedikit rahasia ya, waktu kecil aku sering berbicara dengan Awan setiap sore, hehhe, tapi ini bukan menunjukan sedikit tidak warasnya aku. Sewaktu aku kecil, Ayahku seorang pelaut, kerjanya berlayar dilautan seperti nenek moyang kita seorang Pelaut.
Setiap Aku kangen dan gak tahu kabar tentang Ayahku, (maklum saat itu belum ada handpone apalagi skype, paling tenar wesel itu juga datangnya setiap sebulan sekali). Aku selalu memperhatikan awan-awan dilangit, namanya juga imajinasi anak kecil, jadi aku suka mengaitkan bentuk awan dengan apa yang sedang terjadi dilautan.
Saat melihat bentuk awan seperti ikan, aku langsung berdoa, kalau-kalau ada ikan hiu yang mendekat kekapal yang sedang ditinggali Ayahku. Kalau awannya bentuk gelombang lautan, aku juga langsung meminta kepada Allah Swt, agar selalu melindungi ayahku dari setiap badai dilaut.
Lucu yach, padahal belum tentu seperti itu, namun aku merasa bisa berkomunikasi saja sama Ayahku walaupun kita berjarak antara daratan dan lautan, hehhe. Sekali lagi mengapa aku namakan dia Awan, karena yang aku baca dari profile-nya, dia pernah jadi popeye juga (Seorang pelaut), maka dari itu aku menamakannya Awan). Sebenarnya nama yang diberikan kedua orangtuanya jauh lebih bagus (Mohon maaf sebelumnya....^^)

Blogy,,,,, 
Aku ingin cerita tentang Awan.
Sebenarnya sih, orangnya sudah mau mengikat janji setia sama orang lain, dan pastinya wanita itu sudah yang terbaik untuk dirinya, dan aku menulis ini pun tidak punya maksud apa-apa koq?
Hanya saja, aku punya keresahan sedikit didalam hatiku. Bukankah kata Penulis-penulis besar seperti ini “Menulislah, bila kamu punya keresahan didalamnya. Dan jika tidak akan  masuk penjara ataupun tidak masuk neraka, maka menulislah”
Sebenarnya aku tidak mau menulis tentangnya, karena aku juga belum terlalu lama mengenalnya. namun dengan sedikit perkenalan yang pernah kami jalani (Cie...kami...?) mungkinkah dia merasakan perjalanan yang sama ini???

Blogy.....
Jujur ya, waktu pertama kali Awan Add Fb aku, dan aku lihat mutual friends-nya. Rasanya, aku tidak ingin mengkonfirmasinya. Malah sejak awal aku ingin menghapus temannya itu.
Namun ada yang bilang, kalau kita menghapus perteman di Fb, sama saja memutuskan tali silatuhrahmi, nanti dipersempit lagi rezekinya, Yaudah enggak jadi deh.
Blogyyy....
Pertama kali di Add sama Awan, dan melihat fotonya aku sempat berpikiran “Wah ngapain nih pahlawan kebenaran add, aku?” Coz foto covernya mirip ultraman gaiya, pembela kebenaran, yah walaupun foto profile cukup keren sih, aku akuin itu.
Yaudah di confirm aja, nambah-nambah teman. Cukup sampai disitu!
Ternyata belum blogyyy,,,masih ada kelanjutannya....
Setelah lama enggak main fb, karena sibuk membangun puing-puing hati yang habis terkena badai sandy, dan sibuk mengejar mimpi, nulis..nulis..dan bikin skenario untuk dilombakan, sampai suatu hari... (Cie..cie...seperti karangan Bahasa Indonesia selalu dimulai dengan “Suatu hari...”)
Suatu hari sebelum lebaran haji tahun 2013, tepatnya kapan? Lupa!
Awan mengirimkan pesan seperti teka-teki silang dengan kolom-kolom berbentuk sudoku yang meminta “tanggal lahir”
whatt??? Aku sempat bingung Blogy...apa dia petugas sensus ya?
Dan yang jadi pertanyaanku saat itu "Apakah kalau dia sudah tahu tanggal ulang tahunku, dia mau mengirimkan cake gitu atau hadiah semacamnya?” Kenal juga, enggak!!! Jadi aku cuekin aja, Eh ternyata bukan si Awan doang yang mengirimkan aplikasi tersebut dan memintaku untuk mengisinya. Namun aku cuekin juga!! Bagiku dia sama teman fb lainnya.
Namun setiap aku Online, dia juga Online. Tapi Dia enggak pernah Chat aku, beda tuh sama cowok-cowok yang kecentilan di Fb.
Dan statusnya juga enggak lebay-lebay amat “Wah siapa sih, nih Orang?” Mulai tertarik untuk mengenalnya, Eitsss...”BELUM”  
Tapi udah mulai deh, Liat-liat statusnya, hehehe. Statusnya jalan-jalan terus. Mantapppp, berarti nih orang dapat menikmati hidupnya, hehhe. Dan mulai sedikit deh, terganggu pikiranku dengan kehadirannya. 
Dan namanya juga cewek, kalau belum curhat sama sahabat rasanya ada yang kurang, gituu.... Akhirnya aku curhat sama Dwi, dan dwi mulai meledekku, tapi kata-kata dwi itu yang membuatku ingin mengenalnya lebih jauh.
“Yakin say, enggak mau sama dia?” Ledek dwi. Si dwi pikir, kalau ada orang Add Fb kita, berarti orang itu bisa langsung suka kali sama kita? ampunnn deh tuh anak. Aku hanya menggeleng-geleng saja.
“Subhanallah, ganteng loh, fotonya? Keren lagi gayanya” Ucap si dwi  lagi sambil senyum-senyum. (Ingat parmin, Wi...Ingat Parmin, Dwi. Sadar wi, parmin, suami loe dirumah, Wi) 
“Justru takut sama orang ganteng sedangkan gue-nya biasa-biasa aja” Jawabku
“Yakin loe, gak mau dekat sama dia, coba berteman dulu” Saran Dwi
“Enggak, ahhgg” Ucapku
“Entar nyesel, loe!?” Ucap Dwi seperti uya kuya.... Yakin tirai no.2, ntar gak bisa tidur loh!
“Enggaklah” jawabku santai
“Coba, loe lihat dulu deh fotonya, dalam-dalam, jidatnya item loh?” Ucap dwi lagi, kali ini dia seperti Om Mario Teguh, sang Motivator
“Terus...kalo jidatnya item, kenapa?” Tanyaku balik
“Itu tandanya dia rajin sholat, say” Ucapan dwi kali ini yang buat aku mulai tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.
^^

HAH...! hanya karena jidatnya item?
Terus aku mulai kepo deh sama nih orang, mulai deh baca-baca Tentangnya (about)  yang ada di fbnya. Mulai sableng kayaknya aku nih....!
Ternyata Awan seorang Manajer marketing, makin bingung aku, ngapain nih Pak Manajer ingin menjalin pertemanan sama aku yang jelas-jelas hanya bekerja sebagai sales yang kerjanya diri-diri didepan counter.
Tapi aku selalu percaya kata-kata “Setiap manusia di mata Allah Swt adalah sama yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaan seseorang” 
Mau kaya-mau miskin, kita semua adalah ciptaan Tuhan, Kalau Tuhan ingin menciptakan seseorang menjadi kaya sangatlah mudah, namun kalau kita dipertemukan dengan tingkat sosial yang berbeda pasti Tuhan punya rencana untuk itu, dan kita manusia tidak pernah tahu akan hal itu.Oke, kita saling berteman di Media sosial, namun kita tidak pernah mengobrol satu sama lain. Ya, iyalah, Awan bukan teman sekolah, apalagi teman kerja, ketemu aja enggak pernah, apa yang mau diobrolin? Masa kita harus membahas tentang Mark Zulbergh, pembuat Fb.
Semakin kepo dan semakin sableng aku, kayaknya!
Aku,  mulai liat-liat fotonya. Ya Tuhan, otakku bekerja gimana sih, padahal sama teman Fbku yang lainnya, tidak pernah seperti ini.

^^

Jujur, aku tidak terlalu suka kenalan lewat media sosial, walaupun sekarang Medsos (Media sosial) sangatlah canggih, mampu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Aku tidak mudah percaya sama orang lain apalagi lewat Medsos.
Aku pernah punya pengalaman tentang Chatting waktu Smp, waktu itu masih tenar dengan nama (Mirc). Aku punya saudara, yang hobbinya chatting dan ketemuan sama orang baru, selama proses chatting, mereka bisa saling tertawa, berbagi cerita namun pas sudah ketemuan, mereka saling bohong dan tidak jujur, terus apa yang didapat dari itu.
“Iya, nanti sabtu sepulang sekolah kita ketemuan, ya?” ketik si cowok dari sana
“Iya, aku bawa saputangan Pink, ya?” Ketikan balasan dari si Cewek (saudaraku)
“Nanti di McD, aku yang pakai baju merah dan yang paling ganteng, mirip pasha ungu” Balas si Cowok
“Aku yang rambutnya panjang dan putih” si cewek mengetik sambil senyum-senyum.
Sepertinya mereka mulai akrab, dan keesokan harinya....Ternyata tidak sesuai harapan dan mereka saling bertengkar dan menuduh salah satu dari mereka berbohong....
Huffffttttt....cuapeeee deehhhhh.....
Namun, memang saudara aku aja yang enggak pernah kapok atas kejadian itu, aku aja yang Cuma menemin kadang dijadiin tumbal, harus ngaku cewek yang chatting sama dia, kalau cowok itu tidak sesuai dengan kriteria yang disebutkan di chatting, aku aja kapookkkk 1000X....

^^

Tapi kenapa sama Awan beda ya, padahal kalau tidak teman sekolah atau teman kerja, setidaknya pernah bertemu, aku tidak akan meladeni obrolan di Fb. Apa karena mutual friends-nya, yang pernah aku kenal, setidaknya kalau temannya baik pasti Awan juga orang baik, saat itu aku berpikir positif saja.
Namun ini diluar kebiasaanku, aku tipe orang yang tidak mudah suka sama orang lain begitu saja, apalagi kepo sama orang yang tidak pernah aku kenal bahkan pernah bertemu saja enggak. Makanya sejak awal, Awan, mengirimkan aplikasi b’day, aku biasa aja, aku cuek. Siapa dia?!
Mungkin aku sempat berburuk sangka padanya, “Mau apa nih orang?” (Minal aidin wal faizin...sebentar lagi kan bulan syawal, hehhe)
Cuma setelah mengenalnya lewat statusnya, lewat kata-kata yang tertulis, aku akhirnya sadar, dia cowok baik, bukan seperti cowok pada umumnya, yang suka berkata-kata enggak bagus di Fb.
Namun terkadang aku juga bingung, dia punya niat apa ya, ingin menjalin pertemanan sama aku? Dia bisa tahu Fb aku dari mana ya? (Apa dari temannya, yang dulu pernah aku kenal baik), dan mengapa dari sekian banyak teman dari temannya itu, dia memilih aku untuk menjalin pertemanan denganku?
Sebenarnya hal ini, ingin aku tanyakan langsung kepadanya, namun enggak jadi, karena aku mikir lagi, itu kan hak dia, untuk berkenalan dan berteman dengan siapa aja. Cara berkenalannya juga baik enggak maksa-maksa minta pin bb, minta no telp, bahkan nanya2 hal yang pribadi. Terus biarin aja deh, bukannya banyak teman itu bagus. Namun terkadang aku merasa aku tidak pantas menjadi temannya.

Aku, cantik enggak, tajir lebih enggak, solehah (enggak berani bilang begitu), baik (Mudah-mudahan masih dalam proses) terus yang masih menjadi pertanyaan besarku, “Apa yang dilihat dari aku?”
Cewek cuek yang dari dulu, smp dan sma suka berantem sama cowok-cowok, tenar di sekolahan karena sering terlambat dan bikin ulah (Maklum remaja, hehhe), bahkan kalau Awan kenal aku lewat temannya, dan temannya itu mengenalku sebagai petugas kebersihan, (Apa dia enggak tahu hal itu) Benar-benar bingung deh, apa yang dilihat dari aku?
Kalau menurutnya aku orang baik, bagaimana dia bisa berpikir seperti itu, bertemu denganku saja, belum....Huffftttt...pusingg kalau mikirin hal itu!
^^
Tapi semakin lama, Aku makin melihat-lihat fotonya, sepertinya dia Traveller sejati! Aku menyukai fotonya yang berada di tanah Toraja, apalagi gambar wanita-wanita yang memanjangkan lehernya. Keren!
Dan status-statusnya yang terkadang, bisa membuatku semangat, bisa membuat aku berkata “Wah betul juga, nih” dan terkadang bisa membuatku tersadar, kalau-kalau aku sedang salah. Kalau bahasa kerennya tuh, Inspiratif banget deh, heheh.
Tapi, aku juga pernah menyukai statusnya yang berbahasa asing, dan aku tanya artinya apa? Mau tau jawabnya, enggak dijawab malah di hapus. Kereeen kan! Dendam kali yaw, hehheehh, karena pernah dicuekin. Tapi enggak apa-apa, itukan hak dia.
Oke, kita deal 1-1 (satu-satu sama)

^^

Setelah lumayan lama mengenalnya dari Fb, yang ku ketahui lagi adalah Awan  anak pesantren, Oh My God, Dia sama dong seperti Jingga. Mana mungkin aku berani suka sama anak pesantren, yang pilihan ceweknya, sudah pasti solehah.
Ada yang bilang, kalau jodoh tidak akan kemana, tapi kalau jodoh itu harus yang se-KuFu (Sama...) latar belakang pendidikan (Enggak sama), tingkat sosial (Lebih enggak mirip) tingkat ketaqwaan (Ya, berbeda banget, pantesan aja Awan jidatnya item). Enggak ada seKuFu-nya, aku sama Awan.
Namun ketika kita menyukai seseorang atau menyayangi seseorang, kita tidak pernah bisa merencanakannya, Hanya Pemilik hati yang Maha membolak-balikan hati yang mampu menaruh rasa, Entah rasa apapun itu.
Kuakui aku mulai memperhatikannya, terkadang juga aku merasa dia memahamiku, perasaan apa ini? Udah gila, aku kayaknya! masa ada sih, orang yang tidak pernah aku kenal dan mengenalku tetapi mampu memahamiku! Sedangkan yang sudah kenal lama aja belum tentu bisa paham sama diriku!

^^

Akankah aku mulai punya rasa untuknya? Tapi bagaimana mungkin hanya melalui media sosial bisa suka sama dirinya, aku selalu percaya bahwa cinta itu butuh proses, cinta itu tumbuh dan berkembang, cinta itu perlu dirawat dan dijaga. Bagaimana mungkin kita bisa mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah kita ketahui sosoknya, seperti apa senyumnya, bahkan apakah kita bisa menemukan bayangan kita didalam tatapannya.
Bukan kita mengharap sosok yang sempurna, sekali lagi Allah Swt, Maha Menciptakan, semua orang bisa diciptakan Ganteng bahkan seganteng Nabi Yusuf,  kalau Allah Swt berkehendak.  
Namun bukan hanya ingin melihat fisik dan materi, yang mungkin Awan punya akan keduanya. Bahkan aku tidak berani meminta yang seperti itu. Aku hanya ingin mencintai seseorang yang dapat mententramkan hatiku. Walaupun sosoknya sederhana dan pekerjaannya biasa saja, namun berkah dan mampu mengimamiku dengan segala tingkah dan ucapnya. Senyumnya yang berasal dari hatinya.
Karena sesungguhnya....
Masih beranikah aku meminta yang ganteng sedangkan diriku belum memolesnya menjadi pribadi yang cantik. Masih berani aku meminta yang soleh sedangkan diriku belum memperbaiki diri untuk menjadi yang solehah. Masih beranikah aku meminta yang bermateri yang serba kecukupan sedangkan diriku belum berusaha mengupayakan kelebihan diri ditambah kerja keras dan Ikhtiar dengan sungguh-sungguh.

^^

Lagi-lagi banyak pertimbangan dalam diriku sewaktu mengenalnya, dia hadir saat hatiku mulai tersusun kembali menjadi satu. Namun aku tak ingin hatiku rapuh kembali, lama sudah kususun hatiku untuk menjadi tegar, Dan aku tak ingin berharap apapun darinya.
Namun aku pernah memimpikan dirinya!
Ya Tuhan, rencana apa yang sedang kau genggam untukku dan untuknya? Padahal aku Cuma sekali doang melihat foto-fotonya (Sumpah deh...)
Di dalam mimpi itu, ceritanya aku keYogya dan kenapa aku keYogya? Aku ke Yogya hanya untuk bertemu sama Awan? Ya, karena yang aku lihat dari profilenya, Awan bekerja di Yogya. Dan aku datang jauh-jauh ke Yogya hanya menunggu untuk bertemu dengannya.
Padahal sejak aku bercita-cita dan bermimpi jadi penulis, kota impian aku adalah Yogya, karena disana gudangnya Penerbit. Dan aku juga pernah bilang sama diriku sendiri, aku harus jadi Penulis hebat di Yogya! Bukannya bertemu dengannya. Ini mimpi salah kayaknya?
Lanjut cerita tentang mimpi lagi, didalam mimpi itu aku menunggu untuk bertemu dengannya namun tidak bertemu dan aku sedih banget (Aduh, kenapa mimpi kayak gini sih) aku terus nunggu didepan rumah dan rumah itu ditinggali oleh bapak tua, dan Bapak itu ngajak masuk kedalam karena sudah azan maghrib. Tapi aku malah tetap nunggu Awan didepan rumah bapak  itu, aku sedih dan ketika aku mau masuk kedalam untuk Sholat, tiba-tiba didepan rumah bapak tua itu ada Awan yang mau masuk kedalam rumah tepat didepan rumah Bapak itu. Awan datang dengan memakai pakaian Tni angkatan Laut. Dan dia secara tiba-tiba manggil aku....

“Evy...” (Jadi didalam mimpi ini kita udah saling kenal,gitu?)
“Mas...” (senang)
Dan Akhirnya kita berdua ambil air wudhu bareng dan sholat jamaah didalam rumah bapak-bapak tua tadi. Mungkin karena dia anak pesantren, makanya mimpi aja religi, ya (Sholat).
Dan enggak lama setelah itu, aku mau balik ke Jakarta, karena harus kerja (Ini lebih aneh, masa aku kerja memakai seragam pure it, padahal aku bukan spg pure it), dan Awan bilang enggak bisa mengantar aku ke Jakarta, karena masih banyak kerjaan di sini. Dan di tengah perjalanan balik ke Jakarta, aku di hadang sama para penjahat, didalam mimpi itu penjahatnya ada yang membawa senjata tajam.
Aku  teriak sekeras-kerasnya, dan tiba-tiba bak pahlawan Awan datang, dan menghajar penjahat-penjahat itu (Pahlawan kebenaran, seperti foto covernya itu) namun anehnya, tiba-tiba didalam mimpi itu dia sudah berada dirumahku di Jakarta seperti orang ketakutan dan dia bersembunyi didalamnya, Ya Allah apa didalam mimpi aku itu, dia membunuh penjahat-penjahat itu ya? Terus aku terbangun deh, mimpi yang cukup menegangkan..huhu^

^^

Ada beberapa kali, aku mimpiin dia, tapi random (Acak), dan aku agak2 lupa, terakhir aku mimpiin dia, didalam mimpiku, Awan melotot-in aku , serem banget (Dari kecil sampai sekarang, aku paling takut dipelototin sama orang, mending di bentak2 deh daripada dipelototin) Secara, nyokap kalau ngomong nadanya hampir sama kayak nge-bentak (Logat batak).
Ternyata, waktu mimpi dipelototin sama Awan, Ternyata setelah terbangun jam 12 malam, aku belum sholat isya, karena ketiduran sehabis Maghrib. Kalau dipikir, Aneh ya, tapi kata orang-orang, kalau kita mimpiin orang lain dan kita tidak mikirin dia, berarti dia lagi mikirin kita dan katanya kangen sama kita, itu lebih aneh lagi, masa sih Awan kangen sama aku, cewek yang belum pernah dikenalnya.
Tapi, karena aku punya kenalan Psikiater (Dokter jiwa) dan kebetulan temanku sedang kontrol ulang, langsung kutanyakan saja tentang mimpi dalam ilmu kedokteran ....

“Kalau mimpi itu banyak artinya, namun didalam ilmu kedokteran mimpi itu sering diibaratkan sebagai keadaan dimana kita berada dialam bawah alam sadar”
“Maksudnya, dok?”
“Jadi kita sebagai manusia mempunyai 2 alam, alam sadar dan alam bawah sadar. Apabila kita punya impian-impian atau keinginan-keinginan dan tidak dapat terwujud didalam alam sadar (alam nyata kita), Nah itu akan muncul atau keluar pada saat kita berada dibawah alam sadar contohnya: bermimpi ketika kita sedang tertidur”
aku bisa menangkap maksud penjelasan dokter ini, tapi apa benar keinginanku ada padanya? Enggak bener nih, kayaknya..^
Aku sih, selalu percaya, bahwa mimpi baik itu datangnya dari Allah Swt, dan mimpi buruk datangnya dari syeitan.
^^

Ya, begitulah selanjutnya, Aku mulai aktif main Fb, hanya untuk kepo sama Awan. Enggak tahu perasaan apa ini, namun tetap aja enggak berani suka sama dia. Karena akan seperti punguk merindukan bulan, heheheh. 

Dan kabar terakhir yang aku tahu, katanya dia sih mau mengikat janji setia, sakinah bersama pasangannya. Alhamdulillah dia sudah menemukan yang tepat. Kan jodohnya orang baik dengan orang baik juga. Semoga Allah menjaga selalu hatinya untuk setia dan bertanggung jawab. 

Walaupun terkadang aku bingung, mengapa dia harus hadir didalam ceritaku sedangkan kami tidak memiliki benang merah untuk tersambung. Aku percaya tidak ada yang kebetulan didunia ini namun karena Awan, aku sudah bisa untuk tidak membuka-buka lagi lembaran lama tentang temannya.
Dulu, aku pernah berdoa, “Ya Allah, aku ingin melupakan rasa sakitku, melupakan harapan-harapan yang pernah kubangun sendiri, biarkan rasa yang dulu pernah ada hilang dengan sendirinya, tanpa pernah membencinya”

Dan aku sadar sekarang, Allah mengirimkan Awan untuk aku, agar tidak lagi melihat betapa mendungnya langitku dulu, betapa derasnya air mata yang selalu kuselipkan dalam doa-doaku untuk meringankan beban perasaanku.
Aku sadar, walaupun Awan datang dan tidak terikat sebagai benang merahku tapi dia kiriman Allah untuk membantuku melupakan rasa sakitku, rasa kecewaku kepada diriku sendiri tentang perasaan yang lalu.
Harusnya aku terima kasih pada Awan dan bisa mendoakannya. 
Dia benar bagaikan Awan yang hanya bisa kulihat dalam kisah ini namun tak dapat kegenggam. Karena Awan akan sellu berubah bentuk untuk membuat langit terlihat indah pada sore hari.

^^

Selasa, 17 Juni 2014

Di dunia ini tidak ada yang kebetulan....


Masih berpikir, aku dan kamu bertemu karena kebetulan????
Aku tidak, aku pernah mendengar bahwa “Didunia ini tidak ada yang kebetulan, semua sudah digariskan oleh Allah Swt”
Terus, mengapa kita dipertemukan lalu kita saling suka dan ternyata kita tidak bisa bersama?
Apa kita harus marah dengan takdir-Nya? Apa kita harus berpaling dari ketetapan-Nya?
^^


Kita bertemu, kita berkawan, kita bersahabat, kita pernah saling suka, kita pernah menyimpan rasa, bahkan kita pernah saling benci, kita pernah saling caci dan maki, tak jarang kita selalu marah bahkan hingga bertengkar, namun kita juga pernah tertawa bersama, tersipu malu-malu, tersenyum dengan mudah, Kita...kita hanyalah manusia.....
Manusia satu dipertemukan dengan manusia lainnya...kita terikat dalam benang merah yang sudah diikatkan oleh-Nya....
Mengapa kita harus marah bila kita tak bisa bersama, mengapa kita harus kesal bila rasa yang kita miliki tidak terasa oleh hatinya, mengapa kita harus dendam pada sikapnya yang tak sesuai keinginan kita....
Kita hanya manusia yang dipersatukan Oleh-Nya dalam cara yang berbeda?????

^^
Pernah terpikir, mengapa kita lahir dengan keyakinan yang berbeda?
Mungkin Allah Swt, punya cara Indah untuk kita...

Allah Swt punya cara indah merangkai kita dalam satu kisah persahabatan yang tulus.
Kita berbeda namun kita sama-sama Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Perbedaan?
Seperti apa itu perbedaan?
Perbedaan bukan Lingkaran yang dalam setiap hitungannya sampai tak terhingga
Perbedaan bukan persegi yang setiap sisinya dapat dengan mudah  dibagi
Perbedaan bukanlah segitiga yang setiap sudutnya mudah tertusuk

Perbedaan adalah kita yang menjalaninya tanpa pernah saling membeda-bedakan,
Tanpa pernah saling mencari kesalahan....
Perbedaan adalah kita yang saling menghormati keputusan masing-masing, saling menghargai satu sama lain, saling menyayangi dalam rasa perbedaan itu.
Perbedaan itu memang tiadanya  kesamaan, tapi bukan berarti kita tidak dapat bersama.
Kita masih bisa bersama dalam hal tertentu.
Perbedaan itu memang tak dapat menyatu tapi bukan berarti kita tak bisa bersatu dalam bahu- membahu untuk saling membantu.
Jadikanlah perbedaan itu suatu hal yang bukan memisahkan tapi tergenggam erat dalam hal saling menghormati.
Maka dari itu, kita bertemu bukan karena suatu hal yang kebetulan, Pertemuan kita sudah digariskan oleh-Nya, persahabatan kita sudah tertulis oleh-Nya.  
Jikalau memang, Allah Swt menginginkan kita untuk bersama, Mungkin lagi-lagi Allah Swt punya cara Indah untuk Kita....
^^
Pernah Terpikir mengapa kita harus bertemu dengannya?

Walaupun dia tidak pernah kita pinta?
Mungkin Allah Swt, menginginkan hal itu.....                                                                              
Pertemuan oh pertemuan....                                         
Ada yang bilang "bila ada pertemuan pasti ada perpisahan..."
Begitulah, karena kita tidak pernah kekal di dunia..
                                       ***
Kita pernah saling mengenal walau tanpa wujud
Namun setiap kata seakan merangkai kisah
Ku tak ingin membangun asa
Ku takut memupuk harap
Karena nyata jauh lebih baik
Bagiku dan kamu...

Dalam setiap hembusan hari...
Dalam setiap putaran jam...
Dalam setiap detakan menit
Hingga hentakan detik...
Kita mampu bersua namun tak berwajah...
Apa yang kita cari dalam kisah ini....
Kita bagai angin yang sedang dalam pencarian tempat yang pas....
Kita bagai air yang selalu mengalir
Tanpa tahu akan menetap ke dataran makna...


Lalu apa yang ingin kita hasilkan...
Bila kita hanya kupu-kupu yang tak mampu terbang setinggi burung
Kita bagai punguk yang hanya memandang rembulan tanpa mampu
Menantang dinginnya malam....

Kita bagai bunga yang hanya menunggu fajar dan turunnya embun
Tanpa mampu untuk berlari mengejar hujan....
Kita bagai awan yang menunggu datangnya pelangi tanpa berani untuk
saling mendekat

Andai kita semut yang saling beriringan bersama...
Andai kita lebah yang saling bekerja sama
Andai kita pinguin yang saling setia
Andai kita merpati yang tak pernah mendua...


Sayangnya kita tak bisa bersama dalam kisah ini...
Karena aku tahu kau tak bisa menjadi pasangan semutku, bukan jua pasangan lebahku,
Bahkan kau tak bisa setia padaku seperti pasangan pinguin lainnya, kau adalah merpati yang akan mengikat janji setia untuk tidak mendua.....

Namun bagiku, perkenalan kita bukanlah suatu kebetulan, semua sudah digariskan oleh Sang Maha Kuasa, Maka dari itu aku ingin berterima kasih karena telah mengenalmu.....
^^


Benar-benar didunia ini tidak ada yang kebetulan.
Saat kita mengikat janji untuk bersahabat, saat kita berjanji untuk saling berbagi,berbagi cerita, berbagi kisah dan berbagi suka dan duka...
Sahabat, aku ingin kau tahu, walaupun kita tak sedarah, kita tak se-harim bahkan kita terikat bukan sebagai keluarga....


Kau seperti saudara, tempat berbagi segala resah, segala gundah, tak mungkin tak ada cinta antara kita. Namun cinta yang bercampur dengan sayang, kasih yang tak mengharapkan balasan.
Sahabat...
engkau tetap sahabatku walaupun jauh, walaupun nanti kau akan memiliki seseorang yang engkau sayangi selain aku, yang jauh lebih kau sayangi melebihi sahabatmu ini, Tapi percayalah  rasa persahabatan kita tidak pernah hilang, rasa sayang seperti saudara sendiri selalu tertanam dihati.

Sahabat....
Baik-baiklah engkau disana, saat ini kita tidak lagi bisa tertawa bersama karena jarak, namun jarak bukanlah penghalang doa untukmu.
Kenanglah sahabat, saat-saat kita bersama, menghabiskan waktu dengan tertawa, walau tak akan terulang tapi kita masih bisa tersenyum ketika mengingatnya.


^^

Surat Untuk Calon Imamku




Untuk seseorang yang tak pernah ku ketahui seperti apa sosokmu?
Untuk seseorang yang tak pernah kulihat seperti apa rupamu?
Untuk seseorang yang tak pernah kudengar bagaimana suaramu?
Dan sekali lagi untuk seseorang yang sudah ditulis Oleh Sang Kuasa,
Hanya diperuntukan untukku....

Aku menulis ini, dalam hati yang mengaharap ridho Sang-Kuasa
Inshaa Allah, bila engkau, seseorang yang dikirim Oleh Allah Swt sebagai penawar sedihku, untuk penghapus piluku, dan sebagai pereda resahku, aku hanya ingin katakan segeralah engkau muncul, karena aku sudah lama merindukanmu.....

Insha Allah jika engkau yang sudah tercatat bersama namaku, sebagai teman setia dalam tawaku, alasanku tersenyum, pemicu semangatku, Kumohon segeralah kau hadir, karena aku sudah lama menunggumu...

Inshaa Allah bila engkau yang diizinkan Allah Swt sebagai imamku, pembuka kunci surgaku, dan pencegah maksiatku, segerahlah datang dan genggamanlah doa itu bersamaku....

Inshaa Allah jika engkau berkenan memandangi langit bersamaku, melihat bulan terbelah dan menunjuk beberapa bintang, maka tetaplah berada disampingku...

Inshaa Allah bila engkau berkenan untuk setiap pagimu hanya melihat bayangku, setiap siangmu hanya memikirkan diriku, setiap soremu hanya aku yang kau tuju, dan setiap malammu untuk di habiskan bersamaku, maka berjanjilah untuk selalu begitu....

Inshaa Allah jika kau tidak keberatan, pundakku sebagai tempat berbagi letihmu, genggaman tanganku sebagai ungkapan bahwa kau tidak akan sendirian dan pelukanku sebagai kekuatanmu, maka kita jalani semuanya bersama....

Inshaa Allah jika memang kau yang terbaik untukku dan begitu juga aku yang terbaik untukmu, maka kita akan bersatu atas izin-Nya...

Inshaa Allah jika kau tidak membenci kekuranganku dan tidak tersindir oleh kelebihanku, begitu juga sebaliknya, maka kita akan terikat dalam ikatan yang suci...

Inshaa Allah aku akan menunggumu sampai Allah Swt menetapkan pertemuan kita nanti, semoga kita bisa bertemu dalam keadaan yang sangat baik, antara aku dan kamu.

Ya Allah, lindungilah orang yang menjadi jodohku
Berilah panjang umur dan kesehatan selalu
Berilah keberkahan dalam tiap-tiap urusannya
Lindungilah dia, jagalah dirinya dari  perkara yang sia-sia, Aamiin....
^^
Engkau tak mampu kuungkap, karena aku sendiri tak pernah mengenal dirimu.
Tapi aku yakin, engkau adalah pilihan dari semua pilihan yang ada, yaitu pilihan yang terbaik...
^^
Hai, aku ingin memperkenalkan diriku agar kamu tahu siapa aku?
Mungkin kamu akan bertanya nantinya, mengapa aku menulis ini? Aku menulis ini jauh sebelum bertemu denganmu, jauh sebelum mengenalmu, Jauh sebelum mengagumimu, jauh sebelum terpesona olehmu dan jauh sebelum aku mulai mencintaimu....

Untuk seseorang yang Inshaa Allah menjadi jodohku, Calon imamku....
Aku  hanyalah wanita biasa, yang menginginkan seseorang yang baik.
Entah definisi baik yang seperti apa yang ingin aku lihat darimu? 
Namun Inshaa Allah engkau adalah laki-laki yang baik.

Mungkin aku tidak sempurna untuk menjadi seseorang yang berkesan dimatamu, tapi aku sedang belajar untuk itu, untuk menggores kesan dalam pikirmu, matamu dan hatimu, Insha Allah.

Aku wanita yang Inshaa Allah akan terus mencintaimu karena Robb-ku, aku seorang wanita yang Inshaa Allah akan menuruti kata-kata baikmu, aku seorang wanita yang Inshaa Allah akan menjaga kehormatanmu, Aku seorang wanita yang Inshaa Allah akan selalu setia kepadamu, dan Aku seorang wanita yang Insha Allah akan mendidik dan membesarkan Anugerah yang diberikan sang-Khalik kepada kita kelak.

Aku hanya seorang  wanita yang Inshaa Allah akan selalu berbakti padamu, dan Inshaa Allah aku akan selalu menyayangimu dan menjagamu.

Untuk seseorang yang akan menjadi jodohku sesuai ketetapan-Nya, aku hanya ingin engkau tahu, mungkin pernah ada cinta dahulu  namun Inshaa Allah kali ini hanya ingin mengharap cinta yang suci yang didalamnya Mengharap kebaikan, mengharap halalnya sebuah ikatan dan jalinan kasih sayang yang indah.

Untuk seseorang yang akan menjadi jodohku sesuai ketetapan-Nya, terimalah aku apa adanya hanya karena mengharap Ridho-Nya. 

Aku tidak tahu kapan kita akan dipertemukan tetapi izinkan aku menjaga hati ini hanya untuk seseorang yang sudah ditetapkan oleh-Nya. 

Terinspirasi oleh : Surat yang dibuat *Calon Ibu untuk calon anaknya (Pangeran Itsar)*
^^

Minggu, 08 Juni 2014

Lelaki itu sang-Penjaga Musollah

Siang itu, aku terburu-buru naik ke lantai atas mall. kulirik jam ditangan, "Sudah jam 14.00"
Aku langkahkan kakiku secepat mungkin, aku takut ketinggalan zuhurku, akhirnya aku sampai dilantai 7.
sesampainya disana aku melihat seorang pemuda yang sedang berjaga, dia tidak melihatku, dia sedang asyik membaca buku. Tangan kirinya memegang cover halaman judul, Aku intip sedikit "Judulnya Lah Tahzan (Jangan bersedih)"

Wah itu buku yang selama ini aku cari, katanya sih "Lah Tazhan" seperti buku-buku Chicken Soup yang sering aku baca selama ini, namun lebih islami. Kulirik disebelah kirinya tempat dia berjaga, ada lemari kaca yang berisi buku-buku. Perpustakaan dan kudapati disebelah kanannya ada tempat peminjaman mukena. kebetulan aku tidak membawa perlengkapan sholat.

Sepertinya aku semakin membuang-buang waktu, berdiri dan mengamati musollah lantai atas mall, yang kebanyakan bersebelahan dengan tempat parkir, ini musollah yang lain dari biasanya, (Keren).
Kuhabiskan lima menitku tanpa buru-buru aku langsung mengambil air untuk berwudhu.

Mungkin dia sedikit terganggu dengan kehadiranku yang berada tepat dihadapannya. Dia menatapku tajam. Matanya bagai elang yang sedang memangsa buruannya sedangkan alisnya yang item mengartikan seperti dia tidak suka aku berdiri dihadapannya walaupun kami berjarak.

Untuk membantah pikiran negatifku, aku berusaha tersenyum namun apa yang aku dapati, tatapan sinis untuk kedua kalinya. "Oh my God" Kenapa dengan dia? aku tidak mengerti?
aku makin kehabisan waktuku kalau aku masih meneruskan pertanyaan didalam hati, langsung saja aku melewatinya untuk segera ketempat wudhu.

Setelah berwudhu, aku baru teringat aku tidak membawa perlengkapan sholat dan dia penjaga
musollahnya, bagaimana ini sepertinya tadi dia kurang berkenan dengan kehadiranku tetapi aku memang harus meminjamnya. dan Kuberanikan diriku....

"Permisi mas...." Ucapku
Dia tidak menjawab dia hanya menoleh dan masih menatapku tajam dengan buku ditangannya.
Ohhh, lagi-lagi aku merasa seperti tersangka atas kemarahannya padahal kami belum saling mengenal
"Boleh pinjam mukena?" Aku masih berusaha tersenyum
lalu dia mengambilkan mukena dan kain dan matanya kembali menatap halaman buku yang sedang dia pegang.
"Terima kasih, mas" Jawabku sambil mengambilnya
Mungkin baginya halaman-halaman buku itu jauh lebih menarik dibanding mendengarkan aku berterima kasih.

Huftttt,....dalam hati aku kesal sendiri. Aku mengeluh "Mengapa orang sesombong itu harus menjaga musollah di mall ini"
Aku kemari bukan hanya sesekali, aku sempat beberapa kali kesini kalau aku pikir untuk sampai dirumah aku akan ketinggalan waktu sholatku. namun waktu dulu penjaganya laki-laki yang sudah cukup matang dan setengah baya. dulu juga belum ada perpustakaan mini disini.
Aku cukup takjub dengan perubahan musollah disini.

Pertama kali melihatnya, aku mulai salut, untuk pemuda yang masih muda dia habiskan waktunya menjaga musollah, bukankah kebanyakan cowok ingin bermain bersama teman-temannya, nongkrong, godain cewek lewat dan bekerja yang bisa menambah nilai jualnya.
Dia cukup hebat dan dia lumayan sedikit ganteng (Menurutku) tapi aku kurang suka terhadap sikapnya yang sombong.
Harusnya dia lebih banyak senyum, bukankah dia mengerti "Senyum itu Ibadah" Tapi ini wajahnya benar-benar sinis apalagi sama aku. aku pikir-pikir lagi, lebih baik dengan penjaga musollah yang lama. yang lebih welcome sama orang lain. Aku berusaha berpikiran positif saja.

Setelah beberapa menit dan selesai aku mengembalikan mukena kepadanya
"Terima kasih, Mas" Ucapku dan dia mengambilnya tanpa melihatku
Oke, aku makin sebel melihat kesombongannya

Setelah itu aku memasang tali sepatuku dibangku yang tak jauh dia berjaga, kulihat lagi "Huftt kalau ada kotak saran seperti disupermarket atau rumah sakit, akan kutulis bahwa penjaga musollahnya kurang senyum" Tapi sayangnya tidak ada.
Namun aku menyaksikan pemandangan menarik disini. Musollah makin ramai disini, karena karyawan mall banyak berdatangan kesini, salah satunya spg2 yang cantik-cantik.
Banyak yang menggodanya bahkan mengeluarkan candaan agar menjebaknya untuk tertawa.
dan subhanallah "Dia menjaga pandangan matanya" bahkan aku memperhatikan bahwa bibirnya mengucapkan kalimat takbir.

Akhirnya, aku malu sendiri, aku pikir dia sombong tapi dia justru menjaga azab matanya. Aku bahkan sempat menuduhnya sombong!
Harusnya memang ya, kita tidak boleh menilai seseorang langsung.
Karena merasa bersalah atas tuduhan yang enggak2.Akhirnya aku buru-buru balik dari musollah.

Namun terkadang karena sempitnya waktu, aku jadi hampir beberapa kali ke musollah itu dan penjaganya masih dia, kali ini aku membawa perlengkapan sholat. dan aku juga bertemu dengan petugas musollah lama yang lumayan mengenalku. Aku tersenyum sama petugas musollah lama dan aku masih merasa bersalah sama dia.

Setelah selesai, petugas yang lama menanyaiku beberapa pertanyaan, hukumnya kalau bertanya ya harus dijawab ya? yasudah aku jawab dan dia langsung melihat kearahku, tadinya aku ingin minta maaf sama dia, karena sudah salah menuduhnya namun enggak jadi,karena dianya masih sinis.

Nah, untuk beberapa kalinya aku dan dia bertemu (ya, mungkin sudah takdir ya) dia menawariku mukena, dan karena aku bawa ya aku tolak (secara baik-baik juga) dalam hati sempat berpikir lumayan baik juga ternyata.
Setelah selesai, seperti biasa aku kembali mengikat tali sepatuku dan dia tersenyum kepadaku (Tumben) apa dia sudah ditraining menjadi penjaga musollah yang baik dan benar? aku membalas sekedarnya.

yah, aku tahu sekarang aku menganggapnya sombong dan dia menganggapku sama seperti cewek lainnya, kami berdua memang saling tuduh. mungkin penjaga musollah yang lama bercerita tentang diriku.jadinya dia mulai baik!

Ya, begitulah hati mudah menuduh, mudah prasangka, mudah tersentuh namun mudah juga terbakar. memang semua harus diniatin, lurusin niat, kalau niat sudah lurus mungkin hanya menginginkan kebaikan, tidak ada curiga apalagi prasangka buruk...

Sekarang kami bisa saling sapa dengan baik, malah bisa dengan mudah pinjam buku kedia mungkin kedepannya bisa kerjasama  untuk sumbangan buku dari teman-teman....

Sabtu, 24 Mei 2014

Hi Blogy....




Rasanya udah lama banget ya, enggak nulis di blog. Padahal banyak hal yang ingin di tumpahin di sini.
Blogy, pernah gak sih di judge abis-abisan.
Rasanya enggak enak banget apalagi sama orang yang enggak begitu mengenal kita?
Baru saja, aku mengalaminya.
^^
Salah ya jadi jomblo? Pernah terpikir enggak sih, mengapa kita memilih untuk sendiri dulu daripada bersama dengan orang yang enggak pernah mengerti kita? (bukannya Egois hanya ingin dimengerti, tapi tolong sedikit pahami aja...)
Banyak alasan kita memilih sendiri? Bukan hanya karena pernah sakit hati lalu tidak ingin sakit hati lagi. Itu salah besar!
Tanpa pasangan, kita juga bisa cenderung sakit hati. Enggak percaya? Begitu banyak prasangkaan buruk yang mudah orang lain lontaran kepada kita. salah satunya karena kita belum mendapatkan jodoh diusia yang dianggap sudah cukup membangun rumah tangga. (Rumah yang ada tangganya, ya)
Ya, begitulah orang mudah mengomentari lainnya.
^^
Aku bukan menunggu orang yang sempurna, karena aku tahu tidak ada manusia yang sempurna, walaupun kita makhluk yang paling sempurna yang Tuhan ciptakan di bandingkan Hewan dan tumbuhan, karena kita diberi akal dan pikiran. Tetapi pada kodratnya kita punya peluang untuk berbuat kesalahan, maka itu manusia dikatakan tidaklah sempurna.
Nah, karena kita diberikan akal dan pikiran, Bukankah seharusnya kita berpikir tentang hidup kita? tentang apa yang harus kita jalani? Dan menikah juga itu butuh pemikiran yang sangat matang, (Bukan seperti telur, setengah matang aja, sudah enak, hhehheeh)
Memangnya salah ya, kalau sampai saat ini aku belum menikah? Mungkin banyak yang khawatir, takutnya kita tidak bisa mendapatkan jodoh, mengapa harus khawatir? Bukankah kita punya tempat untuk meminta?  Karena aku seorang Muslim, aku hanya bisa meminta kepada Allah Swt. 
 Mungkin Orang tua, saudara, teman-teman dan kenalan, khawtir kita akan hidup sendiri, bukankah ada yang Maha Menjamin segala sesuatunya yaitu, Tuhan yang Maha Kuasa.
Ya, aku  sadari kebanyakan dari teman-temanku sudah ada yang punya keluarga bahkan memilki anak-anak yang sangat lucu. Sedangkan aku belum?
Terus kenapa?????
Memangnya aku berhak memaksa jodoh itu datang?
Ada yang bilang “Memang, jodoh di tangan Tuhan” tapi kalau tidak dicari kita tidak akan bertemu.
Ya, benar, walaupun dari sebelum kita diciptakan,  nama orang yang akan menjadi jodoh kita sudah tertulis rapi, tapi harus ada usaha untuk menemukannya.
Tapi bagaimana cara menemukan jodoh kita, dari sekian banyak jutaan manusia didunia ini?
Dan Aku hanya bisa  berdoa, supaya dipertemukan oleh jodoh yang baik?  
Aku  sebagai manusia hanya bisa berpasrah kepada Sang-Pencipta yang maha menciptakan rasa di hati.  Aku sebagai manusia, hanya menjalani setiap skenario-Nya. Aku seorang manusia yang hanya bisa berdoa untuk meminta yang terbaik.
Aku tidak pernah mengerti, seperti apa itu “Cinta”
Namun aku pernah mengenal Cinta?
Mereka yang datang bilang “Mencintaiku” namun disaat aku tidak bisa membalas rasanya, mereka membenciku bahkan menjauhiku, apa itu cinta? Harus berbalaskah? Kalau tidak, dia akan berubah jadi benci? Marah? Bahkan dendam?
Apa tidak ada kebaikan didalam kata-kata Cinta yang pernah diucapkan-nya? bahkan untuk bertegur sapa saja tidak ingin lagi, bukankah seharusnya kita bisa tertawa saat dia tertawa walaupun tawanya itu bukan karena kita. Aku bahkan tidak mengerti, seperti apa Cinta yang mereka tawarkan?
^^
Temanku bilang, aku tidak bisa membuka hatiku?
Aku selalu membuka hatiku untuk setiap orang, bahkan aku selalu berdoa kepada Tuhan agar selalu melembutkan hatiku, agar aku bisa juga merasakan perasaan sakit setiap orang lain, dan perasaan bahagia orang lain.
Namun lagi-lagi Cinta seperti apa yang ingin menghampiriku?
Aku hanya ingin cinta yang tulus,  mereka melakukannya tanpa beban, mereka masih bisa tersenyum di kala susahnya, cinta yang bisa menghapus sedihnya dan akan menjadinya kekuatan untuknya. Cinta yang tak pernah memaksa bahkan ikhlas mencintaiku dengan segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki.
 Bukankah seperti itu seharusnya “Cinta?”
Mungkin aku yang salah, terlalu banyak mikir dan selektif dalam memilih. Ya, begitu kata temanku, aku seorang pemilih, “aku seorang pemilih?!” Bukankah kita selalu jadi pemilih, apalagi untuk setiap lima tahun sekali.  
Sejujurnya bahkan aku tidak berani memilih dan menilai orang lain, karena aku sadar diriku tidak cantik-cantik amat. (Aku hanya sadar, betapa manisnya diriku, heheheheh *SEDIKIT NARSIS BOLEH DONG*)
Terkadang aku, hanya berani mengambil keputusan yang menurut pemikiranku itu baik atau tidak untukku? Apakah itu salah?
Aku pernah ketemu sama satu orang cowok yang kerjaan sampingannya adalah Mak Comblang. Siapa yang gak jadi kalau dicomblangin sama nih cowok, tapi kata-katanya itu loh. Benar-benar parah! Masa dia bilang.
“Kalo sebagai cewek, tidak berhak memilih! Yang berhak memilih adalah cowok. Jadi Kalau sudah ada cowok yang mau, yah harus terima. Mau, jadi perawan tua!”
OhMyGod, kita membahas gender dalam urusan cinta! Bagaimanapun itu pendapat dia, jadi terserah dia. bukankah cewek atau cowok punya hak yang sama dalam mencintai dan mendapatkan kebahagian.
Lagi-lagi, Cinta seperti apa yang ingin mereka tawarkan!
“Cinta yang mengharapkan Ridho-Nya” itu Jauh lebih baik. (Ini pendapatku...hehe)
^^
Beberapa hari yang lalu, aku bagai di Interogasi dengan pertanyaan demi pertanyaan, tapi kali ini oleh seorang Dokter bukan polisi yang selalu mengintrogasi tersangka kasus.
Entahlah apa yang membuatnya menarik akan kisah pribadiku, tapi rasanya dia mau tahu saja tentang kehidupan pribadiku. (Ini membuat aku merasa aneh)
Pertama kali aku bertemu dengannya, atas rujukan dokter sebelumnya, Dia dokter spesialis, ramah, baik dan memang sudah sedikit tua dengan guratan-guratan kerut diwajahnya. Aku bertemu dengannya karena adik sepupuku ingin melakukan operasi.
Setelah Operasi pertama selesai dijalani, kami (Aku dan adik sepupuku) sering kerumah sakit karena harus kontrol ulang untuk Operasi selanjutnya. Pertama kali dia menanyakan status pekerjaanku, ya, itu hal biasa menurutku dikarenakan aku mengaku sebagai kakaknya, dan biaya operasinya sangat mahal, itu wajar untuk memperkirakan biaya yang  dibutuhkan untuk dibayarkan oleh pihak keluarga.
“Kamu, kerjanya apa?” Tanya Sang Dokter
“Ohh, saya Spg, dok...” Jawabku
“Spg?” Dia mengerutkan alisnya dan dahinya mulai naik-turun “Apa itu Spg?” Tanyanya lagi
“Spg itu Sales Promotion girls, dok” Jawabku yang mulai memahami, mungkin profesi sebagai dokter, tidak tahu pekerjaan seorang sales yang hanya diri-diri aja didepan counter produknya saja.
Aku hanya seorang Spg mall, kerja dua shift pagi atau siang, libur di hari weekday dengan gaji standar umr di tambah dengan bonus (Pengen sih, ngomong bercita-cita menjadi penulis dan udah mulai ngirim-ngirim tulisan, tapi agak malu, hehhe)
Dan ternyata tidak selesai sampai disitu, pertanyaan berikutnya, Dia menanyakan silsilah keluarga, Oke dengan sedikit aneh aku jawab. Karena Dia orang yang ramah pada semua orang, bahkan pada satpam hingga tukang parkir, jadi aku pikir ini memang wajar.
Dan dia juga pernah menanyakan tentang statusku, “Sudah menikah?” dan karena sudah sering ketemu untuk kontrol dan sering ngobrol tentang penyakit, aku jawab sejujurnya.
^^
Hingga selanjutnya, pada Operasi kedua terjadi. Pada Operasi ini aku melihat Wanita yang sudah tidak muda lagi namun tetap enerjik, berada disampingnya.  Alhamdulillah itu Istrinya (Dalam hati aku mengucap syukur, hehe)
Namun beberapa hari yang lalu ketika aku mengantar saudara sepupuku untuk kontrol ulang lagi, aku di tembak dengan pertanyaan yang sama.
“Kamu, sudah Merried?” Kakiku masih berada didepan pintu masuk, belum masuk kedalam ruangan, belum juga duduk,  langsung ditanya dengan pertanyaan begitu, kontan aku kaget dan sangat merasa aneh.
Tidak ada pembukaan basa-basi seperti apa kabar, atau tanya kepasien, apa yang dirasa setelah operasi? Seakan pertanyaan yang sudah lama ingin ditanyakan dan setelah bertemu lalu langsung ditanyakan olehnya.
Dengan sejuta bingung, aku hanya tersenyum dan menjawab “Belum, Dok” (padahal dalam hati bingung dan kaget plus kesel, apa gak bisa membahas topik yang lain, ya? Seperti jet pribadi milik Syahrini, atau dukung pilpres mana?)
“Kenapa belum menikah, memangnya nunggu apalagi?” Tanyanya lagi
  “Nunggu......” (Aku benar-benar gak tahu harus jawab apa, dalam pikiranku, memang nunggu apa ya? Yah, nunggu calonnya, dok?????? Aduh dokter ini, tapi aku tidak ngomong seperti itu, takut dokternya punya calon, gelagatnya sih kayak mau ngejodohin gitu deh, Pede banget ya, ngapain juga dokter ngurusin urusan aku, bukannya urusannya jauh lebih penting)
“Nunggu...Nunggu,  adik saya sembuh, dok” Jawabku memberi alasan, tapi langsung dibantah dengan sigap olehnya
“Ahgggg, adik kamu sudah sembuh, sudah dua-duanya dioperasi” Jawabnya lagi sambil menatap tajam. Oke ini seperti tatapan kucing yang ingin membunuh Sherk yang dikirim oleh ayahnya Fiona dalam Film Sherk 2
“Oh...ohhhh....” Aku mulai kehabisan jawaban jadi diam seribu bahasa saja dan menatap kaca yang ada didalam ruangan yang berdiameter 4. Lalu sang Dokter menatap kekaca seperti menanti jawaban, lagunya Padi.
“Ohhhh, Iya, saya tahu, kamu pasti mau Cokay, Cogan, iya kan?” Ucapnya sambil tersenyum-senyum (Kurang gaul apa dokter ini, bisa pakai bahasa singkatan ala-ala anak gaul)
HAH....Cokay? CoGan? Maksudnya Cowok Kaya? Cowok Ganteng? Seperti David Beckham, gitoooo? Memangnya aku siapa, Victoria? Kalau kayanya seperti Adri Backry , memangnya aku siapa, Nia Ramadhani? Hidungnya Nia Ramadhani aja, beda jauh banget sama idung aku, jadi mana berani berharap yang seperti itu.
Tapi kalau ditanya mau, ya pasti semua cewek didunia ini juga pada mau. Tapi aku selalu ingat apa kata Nyokap. Kalo nilai 6 enggak bakal bisa dapat nilai 9, (Tapi kalo belajar terus dan les primagama, bisa gak ya????)
Pokoknya Ucapan Dokter itu salah besar, bagaimana dia bisa men-jugde aku seperti itu?
Memangnya seperti apa dandananku ketika datang ke rumah sakit? Aku hanya pakai Kaos dan celana levis? Memang seperti apa make-upku bila datang untuk kontrol, aku hanya pakai bedak tipis dan lip-ice. Memang beda kalo aku kerja, bisa-bisa ngalahin make-Upnya ondel-ondel di Ancol, hehhehe.
Bahkan kendaraan Favorit kami bila datang kerumah sakit adalah “BAJAJ MERAH TIGA RODANYA”
Atau apa tampangku seperti artis yang memerankan Cewek Matre dan ingin merebut harta kekayaan pacarnya, seperti sinetron-sinetron Indonesia? Parahhhhh....banget!!!!! Bagaimana bisa ya dia menilai aku seperti itu, padahal kami sudah saling mengenal baik dalam setahun ini?
“Iya, Kan?” Tanya Dokternya lagi padaku, dan dalam seketika lamunanku berhamburan terbang keawan.
“Apa Dok?” Tanyaku pura-pura enggak mengerti dengan pembicaraan ini. Lima menit serasa berubah menjadi lima jam lima puluh lima menit.    
“CoGan, Cokay? Oke?” Ucap Dokter lagi. Apa-apan ini, Oke-oke aja. Namun sebagai sepupu yang baik, akhirnya sepupuku membelaku.
“Gak penting, Dok, yang CoKay atau CoGan, yang penting CoMus” Jawab adik sepupuku
Dokter mikir sambil memeriksa kuping adik sepupuku, dan aku menerka-nerka, apa itu CoMus? Cowok Musang? Akhirnya dengan sejuta keingintahuan yang tinggi, dokter mendesak apa itu CoMus?
“Apa itu CoMus?” Tanya Dokter
Adik sepupuku pun menjawab “Cowok Muslim, dok. Karena kami muslim, InShaaAllah kami ingin yang seiman” Pinter ya, adik sepupuku, hehhehe
Akhirnya tambah panjang ini pembicaraan............
“Iya, ini memang harus, tapi jangan lama-lama juga tidak menikah, kalau cewek sampai usia matang belum menikah nanti ketuaan dan bisa-bisa murah harganya sedangkan cowok diusianya yang matang akan mahal harganya”
Whatt...!!!!! Kita sedang membahas apa ya? Penjualan kain ditanah abang atau jualan es cendol???????
Dikira kita barang dagangan apa? Murah dan mahal? Memang kita kelapa kali, kalo tua dijadiin santan dan kalau muda di nikmati dipinggir pantai????
Oke, nasihat ini, aku anggap seperti nasihat bokap kepada anaknya. Terima kasih loh, dok, membuat aku berpikir dan sempat nyesek!!!!!
Pembicaraan akan tambah panjang dan semakin panjang, bila aku belum berkata seperti ini.
“Iya, Dok, nanti InShaaAllah, Dokter saya undang deh” Harus berkata seperti ini, untuk mengakhiri pembicaraan atau judge-ment tentang diriku.
Ruangan Hening, dan setelah pemeriksaan dengan hasil baik-baik saja. Akhirnya dokter tandatangan dan menyerahkan selembar kertas sambil berkata:
“Datang kembali, tiga bulan lagi, ya” Ucap Dokter
“Terima kasih ya, dok” Ucap kami berdua
“Iya, iya” Jawabnya cepat
Tiga bulan lagi, apakah akan menghadapi pertanyaan yang sama????? Atau diminta undangannya, waduhhhhhh......!!!!!!!
^^^

Entri yang Diunggulkan

  BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...