Hi Blog.....
*peluk..peluk..peluk*
*Cium..cium...Cium*
Sudah lama ya kita tidak saling mencurahkan, Blogy maaf yaa kemaren-kemaren aku sangat sibuk *Sok Keren*
Blog kamu tahu gak, aku senang banget karena aku mempunyai "MIMPI BARU" saat ini, AKU INGIN JADI GURU MATEMATIKA....hehhehehe
Lucu buat kakak dan adikku, karena sejak kecil aku paling kurang di matematika dan aku selalu menganggap Orang yang Jago Matematika adalah orang yang keren, Bokapku, Mengalir ke Ka Eva dan Ella. bahkan semenjak ngajarin Ucok (Adikku) setiap tugas matematikanya aku selalu di salahkan kalau si ucok tidak dapat nilai memuaskan.
Namun bukan hal itu saja yang mendorongku untuk menjadi guru Matematika, tetapi sewaktu aku mendapat kesempatan untuk menjadi guru BIMBA (Calistung) di tempat bimbel aku berkenalan dengan orang-orang pintar. Mereka semua guru.
Aku dipanggil Miss (sewaktu di Kumon juga) aku suka tapi aku iri melihat sekelilingku, Mereka seorang Guru, Matematika, Fisika dan Inggris. Aku ingin seperti mereka. Dan aku ingin jadi guru Matematika.
Aku berusaha membahas soal-soal untuk Uan Ucok. Greet, aku makin cinta pada sesuatu yang sudah sejak kecil aku hindari. Bahkan aku ingin bagian hidupku ada matematika.
Ayoooo semangat :)
Jumat, 01 September 2017
Dilusi
Mimpi itu memang indah..
Dengan bermimpi kita bisa mempunyai semangat dan motivasi untuk mewujudkannya....
tetapi kadang impian, harapan tidak sesuai dengan kenyataan..
Dengan bermimpi kita bisa mempunyai semangat dan motivasi untuk mewujudkannya....
tetapi kadang impian, harapan tidak sesuai dengan kenyataan..
Kenyataan jauh
lebih sulit untuk kita jalani....
Kenyataan penuh tangisan air mata, perjuangan kerja keras dengan tetes keringat, kesungguhan menggapainya. Namun akhirnya kita dapat tersenyum dengan penuh keikhlasan telah melewati semuanya.
Dilusi semata...
Kenyataan penuh tangisan air mata, perjuangan kerja keras dengan tetes keringat, kesungguhan menggapainya. Namun akhirnya kita dapat tersenyum dengan penuh keikhlasan telah melewati semuanya.
Dilusi semata...
Jatuh cinta itu... abstrak, semu, maya, namun ada.
Jatuh cinta adalah perasaan
yang di miliki setiap orang. ketika cinta berbicara hanya pada satu manusia
saja yang merasa. apakah ada perasaan salah ketika kita mencintainya. Cinta
tidak pernah salah, orang yang kita cintai pun tidak pernah salah ketika dia
tidak merasakan apa yang kita rasa. haruskah aku menyalahkan diriku sendiri? Mungkin sedikit?
Lagi-lagi kau terlalu takut menyatakan rasamu dan masih bersembunyi dalam rasaku?
Cinta datang dan hadir tanpa kesalahan. tidak ada yang bisa di salahkan atas
cinta sendiri-sendiri. saat-saat lalu aku mungkin sedang mengalami dilusi semata karena
dirinya, waktu seakan berhenti dimana hanya aku yang bisa merasa ada cinta namun tak bisa ku bagi dengannya. Aku
seakan berada di negeri dongeng Cinderella yang mengharapkan seorang
pangeran seperti dia hanya untukku. aku bermimpi, aku seperti putri salju hanya
pangeran penuh cintalah yang dapat membangunkan tidur panjangku. Namun semua
itu hanya impian aku saja. Aku terbangun dan kudapati senyumnya semakin menginggalkanku
semakin lama semakin tidak terlihat lagi. Pangeranku sudah pergi.....
Saat ini aku berada di kenyataan, entah kenyataan pahit atau ini memang kenyataan yang terbaik untukku. Kalau waktu bisa di ulang kembali...ku ingin minta.."aku tidak mau pernah mencintainya, aku tidak ingin jatuh cinta kepadanya" aku terlalu banyak membuang waktuku.
Saat ini aku berada di kenyataan, entah kenyataan pahit atau ini memang kenyataan yang terbaik untukku. Kalau waktu bisa di ulang kembali...ku ingin minta.."aku tidak mau pernah mencintainya, aku tidak ingin jatuh cinta kepadanya" aku terlalu banyak membuang waktuku.
jujur ini salahku dan memang keinginanku.
aku menunggu waktu mengembalikan senyumannya lagi. namun
kenyataan yang aku dapat berbeda saat ini senyumannya bukan untukku lagi.
sampai saat ini aku tidak pernah bisa membenci dirinya. karena dirinya tidak pernah menyakitiku. namun terkadang bisa saja aku menangis karenanya.
sampai saat ini aku tidak pernah bisa membenci dirinya. karena dirinya tidak pernah menyakitiku. namun terkadang bisa saja aku menangis karenanya.
Mungkin aku akan mencintai oranglain, namun dirimu masih saja meninggalkan cerita!
Senin, 14 November 2016
Jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama...
Apa rasanya, jatuh cinta berkali-kali?
Pastinya senang, bahagia, dan serasa dihujani jutaan lolipop manis.
Hati mudah merasa pada setiap bahasa semesta...
Hari ini aku jatuh cinta lagi?
bukan tak setia, apalagi tak menghargai cinta.
Aku jatuh cinta pada satu orang yang sama,
sejak bayangannya pertama kali ada didalam retina mataku.
Pria berbaju hitam, yang sedang duduk bersandar,
entah apa yang sedang dipikirkannya, '
Aku tak peduli, bahkan aku tak ingin benar-benar tahu
apa yang membuatnya tak memperhatikan hal-hal sekitar.
Mataku menangkap ada resah dalam benaknya,
Ahhhggg...
Aku tak peduli, sangat tidak peduli
yang aku pedulikan adalah rasaku saat pertama kali
dia menatapku.
Entah apa yang membuatnya berpaling dalam resahnya,
apakah Feromonku tercium hingga kealam sadarnya,
yang memerintahkan dia sejak saat itu, memasung bayangku dalam matanya.
tak berani ku menatapnya lama, padahal aku begitu suka memandangnya,
aku takut setelah memindahkan bola mataku ke yang lain, aku akan merindukannya,
sangat..sangat merindukannya...
Waktu terhenti hanya ada mata yang saling menatap, namun perlu kau ketahui sejak saat itu hatiku sudah mulai menetapkan pilihan.
Untuk terus merindukan matamu....
matamu, fenomena Tuhan yang kusadari penuh keindahan...
(Tulisan lama di blog yang lain)
Hati mudah merasa pada setiap bahasa semesta...
Hari ini aku jatuh cinta lagi?
bukan tak setia, apalagi tak menghargai cinta.
Aku jatuh cinta pada satu orang yang sama,
sejak bayangannya pertama kali ada didalam retina mataku.
Pria berbaju hitam, yang sedang duduk bersandar,
entah apa yang sedang dipikirkannya, '
Aku tak peduli, bahkan aku tak ingin benar-benar tahu
apa yang membuatnya tak memperhatikan hal-hal sekitar.
Mataku menangkap ada resah dalam benaknya,
Ahhhggg...
Aku tak peduli, sangat tidak peduli
yang aku pedulikan adalah rasaku saat pertama kali
dia menatapku.
Entah apa yang membuatnya berpaling dalam resahnya,
apakah Feromonku tercium hingga kealam sadarnya,
yang memerintahkan dia sejak saat itu, memasung bayangku dalam matanya.
tak berani ku menatapnya lama, padahal aku begitu suka memandangnya,
aku takut setelah memindahkan bola mataku ke yang lain, aku akan merindukannya,
sangat..sangat merindukannya...
Waktu terhenti hanya ada mata yang saling menatap, namun perlu kau ketahui sejak saat itu hatiku sudah mulai menetapkan pilihan.
Untuk terus merindukan matamu....
matamu, fenomena Tuhan yang kusadari penuh keindahan...
(Tulisan lama di blog yang lain)
#Rapihintulisandiblog
#DariempatBlogHanyaduayangaktif
Kamis, 10 November 2016
Pemilik Rindu, Penjawab Rindu, Matamu!
Dibukunya, Eka
kurniawan, “Rindu seperti dendam harus dibayar tuntas” Namun aku memilih
mengumpulkan rindu itu karena pemiliknya, seperti tidak ingin membayarnya.
Apalah dayaku dalam setiap pertemuan menginginkan hal lebih dan selalu lebih
darinya. Seutas senyumpun tak kudapati dalam pertemuan kami.
Apalah salahku yang
telah jatuh cinta padanya, seakan rasaku tidak mengalir dihatinya. Seakan
diriku tidak terlalu dipinta dalam setiap pertemuan kami.
Aku memendam rindu itu
dan menjadikan kekuatan untuk melupakannya. Menghilangkannya dari dalam
pikiranku. Namun terkadang aku ingin tahu sedikit saja kabar tentangnya.
Apakah salah bagi aku
yang sudah jatuh cinta padanya.
Tanpa kata aku terlalu
berani mengartikan setiap pandangannya yang jatuh dimataku. Terkadang aku
senang, seakan aku bisa membaca hatinya dan meramalkan pemikirannya. Namun
terkadang aku takut semua itu hanya dilusi yang aku inginkan.
Seperti malam itu,
sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Namun tetap saja setiap melihat sosok
dirinya aku menjadi seperti batu tak bergerak hanya diam memandangnya, dengan
begitu, tiba-tiba saja senyumku terukir.
Bodoh memang, namun begitulah
cinta selalu mempunyai hal bodoh untuk ditertawakan. Dan sayangnya dia terlalu
pintar, untuk meremukan hatiku dengan sekali tatapannya.
Malam itu tatapannya
sangat dalam, entah mengapa aku yang merasa bersalah atas pertemuan kami malam
itu. Padahal jelas-jelas aku yang merindukannya dan dia hanya menjadi sebagai
pemiliknya saja.
Hatiku bergetar
kembali, namun aku begitu takut memaknai keadaan dirinya saat itu. Hingga saat
ini aku tidak berani untuk menjawab segala pertanyaanku atas tatapannya yang tidak
lebih dari lima belas detik pertama.
#Tulisanlamadikertasbergaris
Kamis, 20 Oktober 2016
Wahai kau yang bernama Malam....
aku tahu dia sedang terjaga malam ini
hanya bisa memandang bulan
dan berharap bintang jatuh
sebagai permintaannya
yang tidak bisa dikatakan kepada siapapun
bahkan suaranya hanya tertahan kelu
dia hanya bisa berdoa
Cintanya tersampaikan
lewat malam
lewat bulan
lewat bintang
menuju jendela kamarnya
Dia berharap dia berada dimimpi kekasihnya itu
bersama memadu kasih
berdua menyatukan cinta
hanya lewat mimpi
Dia tidak pernah berharap untuk terjadi
karena baginya cinta adalah tetap diam
Tak ingin hatinya terluka oleh penolakan
karena seperti bintang jatuh
yang akan melubangi bumi
Begitu juga cintanya yangpenuh harapan
akan jatuh oleh penolakan
dan bisa melubangi cinta dijiwanya
(Untuk seorang sahabat yang berharap harapan itu masih tertinggal padanya)
aku tahu dia sedang terjaga malam ini
hanya bisa memandang bulan
dan berharap bintang jatuh
sebagai permintaannya
yang tidak bisa dikatakan kepada siapapun
bahkan suaranya hanya tertahan kelu
dia hanya bisa berdoa
Cintanya tersampaikan
lewat malam
lewat bulan
lewat bintang
menuju jendela kamarnya
Dia berharap dia berada dimimpi kekasihnya itu
bersama memadu kasih
berdua menyatukan cinta
hanya lewat mimpi
Dia tidak pernah berharap untuk terjadi
karena baginya cinta adalah tetap diam
Tak ingin hatinya terluka oleh penolakan
karena seperti bintang jatuh
yang akan melubangi bumi
Begitu juga cintanya yangpenuh harapan
akan jatuh oleh penolakan
dan bisa melubangi cinta dijiwanya
(Untuk seorang sahabat yang berharap harapan itu masih tertinggal padanya)
Minggu, 31 Juli 2016
Lukisan Tuhan bermata cokelat
Dia
makhluk keturunan Adam. Berambut ikal hitam dan bermata cokelat. Lukisan Tuhan
Maha Sempurna dibalik berakhirnya senja. Iya, aku selalu bertemu dengannya
ketika langit menjelang malam. Matanya
yang membuatku tak henti menganggungkan karya Tuhan yang tepat berdiri di
hadapanku.
Senyumnya
yang mampu menghadirkan pelangi bahkan ketika dimusim kemarau sekalipun.
Tawanya yang kecil namun renyah mampu menggetarkan hatiku. Sekali lagi aku tak
kuasa berhadapan langsung dengannya. Kakiku seakan tak menapak dan tubuhku
begitu ringan hingga aku merasakan terbang melayang mengitari nirwana ketika
bertemu dengannya.
Sadarku
hilang seketika, entah apa namanya ketika hati dilanda rasa seperti ini?
Cinta...
Benarkah
apa maknanya?
Namun
ku tak berdaya untuk jatuh cinta. Aku kehilangan semua gravitasi dibumi ini.
Langit menjadi saksi hatiku dibawa oleh khayal tentangnya.
Hatiku
terikat sudah oleh tatap dan senyumnya. Di matanya seakan aku mampu bercermin
rasaku. Namun aku tak dapat membaca hatinya? Apakah sama dengan rasa dihatiku
kini? Aku harap Tuhan memberikan tempat namaku di hatinya. Bayangku dalam
tatapnya dan senyumku menghiasi malamnya.
Aku
harap dia menyadari keberadaanku dan setiap detik pertemuanku dengannya. Hingga
pertemuan kami terikat benang merah takdir sebagai pasangan. Bukan sekedar
kenangan dari bagian kisah yang harus dilewati. Dan waktu akan menjadi saksi
pertemuan-pertemuan kita. Ku harap Tuhan memberikan banyak waktu untuk kita
saling mencintai.
Selasa, 23 Februari 2016
Teman lama, rahasia kecil yang pernah ada
Bertemu lagi dengan teman lama, apa rasanya?
senanglah!!!! Yeahhhhhh.....
Tapi apa jadinya bila kita pernah diam-diam menyukainya?
Apa jadinya bila kita pernah memperhatikannya?
dan apa jadinya bila rahasia kecil itu, terungkap????
Gue enggak pernah mau mengakui perasaan gue kepada siapapun. Siapapun!!!
apalagi pada orang yang pernah gue sukai. Namun kepala gue bisa pecah kalau gue terus-menerus memikirkan apa yang akan terjadi!
Yach mungkin tidak terjadi apa-apa karena harapan tentang terbalasnya rasa sudah tidak terbesit sedikit pun. Apalagi bila melihatnya sudah memiliki orang yang dicintainya. Harapan untuk terbangunnya rasa itu kembali sudah sangat tidak mungkin.
Terlebih lagi gue suka bersamaan dengan teman gue yang juga suka padanya. Teman gue yang minta tolong bantuin didekatin sama dia, dan gue benar-benar tidak profesional untuk menjadi Mak Comblang!
Apa-apan ini mak combang, juga ikut-ikutan suka. Emangnya gak ada apa sasaran untuk Mak Comblang. hahahhahah (Kalau diingat-ingat lucu juga ya) Cinta dengan usia masih belia, boro-boro mikirin mau berduaan saja sama dia (Orang yang kita suka), malah takut kalau sampai tuh orang tau. Kesannya bagi gue jatuh cinta seakan Nista dan penuh dosa.
Kalau dipikir mengapa gue bisa suka sama dia, apanya yang menarik??
Kalau dibilang dia ganteng, yach lumayanlah untuk ukuran anak sma. hehheheh
tapi sejujurnya, gue benci banget sama, dia terlalu angkuh membuka hatinya untuk teman gue!
What!!! terus ngapain loe berusaha mendobrak masuk ke dalam hatinya?
Apa loe sudah gila! Jatuh cinta yang kepada orang yang seperti itu?
Gue hanya melihat, sepertinya dia memiliki perasaan yang mahal untuk sekedar diumbar-umbar.
Orang itu, orang yang gue suka, menurut gue pemarah, sensitif, dan suka marah-marah sama gue. Dan gue bisa suka sama orang kayak gitu. Entahlah, gue juga bingung. Perasaan gue kalau bisa ngobrol aja udah senang, tapi bukannya ngobrol dia malah langsung marah, jadi gue lucu sendiri sama tuh orang. Makanya gue enggak pernah marah ataupun benci. Tapi walaupun dia suka marah-marah, bicaranya lembut! (Beda sama nyokap dengan logat bataknya, hehhehe)
Yang paling gue suka waktu dia sedang tersenyum, Ya ampun, ribuan pohon tebu berguguran kali, menebarkan manisnya. hahahhahahha. soalnya dia enggak pernah senyum sama gue, dia selalu marah, marah dan marah. (Gue yakin tuh orang marahnya gak serius)
Tapi disisi lain gue merasa berdosa sama teman gue, karena diam-diam gue juga sama seperti dia dan lebih parahnya lagi dia enggak tahu (hikkk...hikkss...hikkksss....). jahat banget gue! tapi gimana dong terkadang gue juga senang kalau dia nyucekin teman gue ini (benar-benar jahat gue saat itu).
Kadang rasa suka bisa seperti itu yach, susah dikendalikan bila terjadi, susah dituruti bila sudah terasa, dan susah untuk berbuat apa. Tapi jujur ya, gue suka sama dia pun gue enggak punya maksud apa-apa. berharap dia tahu aja, mending enggak usah deh, apalagi mengaku dihadapannya.
Tapi bagaimana kalau rahasia kecil itu, akhirnya muncul dipermukaan? Apa yang harus loe lakukan! Malu, iya pertamanya tetapi biarlah, perasaan yang pernah terjadi, perasaan yang tempatnya disatu waktu yang sudah terangkum.
Walaupun saat ini orangnya sudah tahu, perasaan masa itu, gue enggak berharap apapun kok, enggak berharap mengembalikan perasaan itu, enggak berharap apapun. Karena gue pikir, biarkan perasaan yang telah lewat itu tetap menjadi kenangan indah dan sweet untuk sekedar dikenang kembali. bukan untuk diwujudkan apalagi dimunculkan lagi dengan minta jawaban yang berbeda.
Perasaan senang, bahagia iya, siapa yang tidak senang bertemu kembali dengan teman lamanya yang memiliki cerita sendiri dihati.
senanglah!!!! Yeahhhhhh.....
Tapi apa jadinya bila kita pernah diam-diam menyukainya?
Apa jadinya bila kita pernah memperhatikannya?
dan apa jadinya bila rahasia kecil itu, terungkap????
Gue enggak pernah mau mengakui perasaan gue kepada siapapun. Siapapun!!!
apalagi pada orang yang pernah gue sukai. Namun kepala gue bisa pecah kalau gue terus-menerus memikirkan apa yang akan terjadi!
Yach mungkin tidak terjadi apa-apa karena harapan tentang terbalasnya rasa sudah tidak terbesit sedikit pun. Apalagi bila melihatnya sudah memiliki orang yang dicintainya. Harapan untuk terbangunnya rasa itu kembali sudah sangat tidak mungkin.
Terlebih lagi gue suka bersamaan dengan teman gue yang juga suka padanya. Teman gue yang minta tolong bantuin didekatin sama dia, dan gue benar-benar tidak profesional untuk menjadi Mak Comblang!
Apa-apan ini mak combang, juga ikut-ikutan suka. Emangnya gak ada apa sasaran untuk Mak Comblang. hahahhahah (Kalau diingat-ingat lucu juga ya) Cinta dengan usia masih belia, boro-boro mikirin mau berduaan saja sama dia (Orang yang kita suka), malah takut kalau sampai tuh orang tau. Kesannya bagi gue jatuh cinta seakan Nista dan penuh dosa.
Kalau dipikir mengapa gue bisa suka sama dia, apanya yang menarik??
Kalau dibilang dia ganteng, yach lumayanlah untuk ukuran anak sma. hehheheh
tapi sejujurnya, gue benci banget sama, dia terlalu angkuh membuka hatinya untuk teman gue!
What!!! terus ngapain loe berusaha mendobrak masuk ke dalam hatinya?
Apa loe sudah gila! Jatuh cinta yang kepada orang yang seperti itu?
Gue hanya melihat, sepertinya dia memiliki perasaan yang mahal untuk sekedar diumbar-umbar.
Orang itu, orang yang gue suka, menurut gue pemarah, sensitif, dan suka marah-marah sama gue. Dan gue bisa suka sama orang kayak gitu. Entahlah, gue juga bingung. Perasaan gue kalau bisa ngobrol aja udah senang, tapi bukannya ngobrol dia malah langsung marah, jadi gue lucu sendiri sama tuh orang. Makanya gue enggak pernah marah ataupun benci. Tapi walaupun dia suka marah-marah, bicaranya lembut! (Beda sama nyokap dengan logat bataknya, hehhehe)
Yang paling gue suka waktu dia sedang tersenyum, Ya ampun, ribuan pohon tebu berguguran kali, menebarkan manisnya. hahahhahahha. soalnya dia enggak pernah senyum sama gue, dia selalu marah, marah dan marah. (Gue yakin tuh orang marahnya gak serius)
Tapi disisi lain gue merasa berdosa sama teman gue, karena diam-diam gue juga sama seperti dia dan lebih parahnya lagi dia enggak tahu (hikkk...hikkss...hikkksss....). jahat banget gue! tapi gimana dong terkadang gue juga senang kalau dia nyucekin teman gue ini (benar-benar jahat gue saat itu).
Kadang rasa suka bisa seperti itu yach, susah dikendalikan bila terjadi, susah dituruti bila sudah terasa, dan susah untuk berbuat apa. Tapi jujur ya, gue suka sama dia pun gue enggak punya maksud apa-apa. berharap dia tahu aja, mending enggak usah deh, apalagi mengaku dihadapannya.
Tapi bagaimana kalau rahasia kecil itu, akhirnya muncul dipermukaan? Apa yang harus loe lakukan! Malu, iya pertamanya tetapi biarlah, perasaan yang pernah terjadi, perasaan yang tempatnya disatu waktu yang sudah terangkum.
Walaupun saat ini orangnya sudah tahu, perasaan masa itu, gue enggak berharap apapun kok, enggak berharap mengembalikan perasaan itu, enggak berharap apapun. Karena gue pikir, biarkan perasaan yang telah lewat itu tetap menjadi kenangan indah dan sweet untuk sekedar dikenang kembali. bukan untuk diwujudkan apalagi dimunculkan lagi dengan minta jawaban yang berbeda.
Perasaan senang, bahagia iya, siapa yang tidak senang bertemu kembali dengan teman lamanya yang memiliki cerita sendiri dihati.
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri yang Diunggulkan
BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...
-
Hai blogy, Aku gak bisa tidur, banyak hal yang lagi aku pikirin, banyak hal yang aku kerjain. Sekarang ini kenapa ya aku selalu kepikiran...
-
Blogykuh,... Manis banget kan aku manggil kamu, hihihihi Blogy aku sakit, sudah 4hari gak minum kopi, sebel kan??? Radang, batuk, demam, ...
-
Apa rasanya, jatuh cinta berkali-kali? Pastinya senang, bahagia, dan serasa dihujani jutaan lolipop manis. Hati mudah merasa pada setiap ...