Selasa, 08 Juni 2021

Gini nih...kalau selalu manjain hati

Hai blogy.... Malam ini aku sadar, aku bukan hanya menyukainya saja tetapi menginginkannya, tetapi aku langsung tersadar kembali, aku tidak boleh seperti ini. Aku tidak ingin memaksakan, aku juga tidak ingin terlihat jahat ketika menyukai seseorang. Aku tau sejak awal kami memang hanya sebatas ini,tidak lebih, akunya saja yang baper dengan keramahannya. Aku tahu dia baik dan bukan hanya dengan aku saja tetapi lebih ke banyak orang, dan sekarang aku tahu dia menyukai orang lain, koq jadi sedikit kesal yaa, padahal nih jelas-jelas aku kalau bilang sama orang-orang, aku tuh suka sama orang tulus, tidak perlu balasan, hanya bisa merasa aja aku sudah senang. Tetapi koq sekarang aku lihat dia dekat sama orang lain, aku resah sih, enggak boleh kayak gini, enggak boleh manjain hati aku terus dengan kesenangan, kadang-kadang sedih juga harus diterima, itu kan fungsinya hati. kalau dia bahagia sama orang lain, masa aku enggak senang sih, enggak sesuai dong dengan doaku. Aku bisa kenal sama dia, bisa mempunyai teman seperti dia harusnya sudah senang dan enggak boleh baper apalagi berharap lebih. Kayaknya sudah waktunya nih hati tahu kapan harus berhentinya. Berhenti menyukainya, berhenti baper, berhenti bikin perasaan sendiri serba salah. Tetapi tetap baik dengannya, tetap mendoakan yang baik-baik juga, tetap menjaga pertemanann, dan jangan mudah baper apalagi kesal. Biarkan memang dia sudah dekat dengan seseorang itu, aku hanya orang baru yang sedang berjalan dan berhenti karena takjub akan keindahan, namun keindahan itu bukan punyaku.

Jumat, 14 Mei 2021

perayaan peringatan

Peringatan adalah menjadi hal yang ingin kita rayakan tetapi kita takut pada lupa, maka dari itu kita perlu alarm atau reminder sebagai peringatan. Memory menampung tetapi hati tidak cukup kuat. Sebenarnya aku tidak ingin menulis tentangnya, biarlah jadi rahasia sedih maupun bahagia. Namun bagaimana dong cara menyelamatkan hatiku dengan cara menulis, jadi aku menulis. kamu ingat, saat pelajaran matematika hingga bahasa indonesia yang sangat mudah aku suruh mengulang dan kamu hanya tertawa tidak dapat melakukannya. kakakmu ini sudah sangat kesal, dengan segala kebiasaanmu, binatang peliharan hingga mengaji pulang larut malam, namun itu adalah kesenanganmu. kamu tahu aku tidak pernah merasa kamu menyayangiku, karena setiap aku membawamu ke tempat makan kesukaanmu pasti kamu mengingat kakakmu yang lainnya, aku selalu bilang punya adik cowok susah, dan aku tidak bisa mengikuti kebiasaannya. Kamu terlalu aku jaga bahkan ke jackloth pun kita pergi bareng teman-temanmu sewaktu smp kita naik taksi, kamu malu katamu kenapa sih harus di temani. kamu aku larang pacaran, enak saja, kakaknya saja tidak, adiknya juga tidak boleh dong. Tetapi dekat dengan lawan jenis tidak pernah aku larang, aku bilang jangan macem-macem sama perempuan karena "mereka (perempuan)" seperti aku, punya mimpi,ingin sekolah,bekerja dan berkarya, jangan sakiti apalagi membuatnya menangis. itu kamu lakukan dengan baik, kata teman-temanmu yang cewek kamu itu lucu, selain tidak bisa ngomong 'er' dengan jelas, kamu juga suka melawak (anak abah ternyata, katanya anak mama sayang mama) kamu banyak yang suka tetapi katamu kakak keduamu seperti kak Ros di upin ipin, galak!!! Nasi goreng mu aku selalu rindukan, tidak seenak aku bikin sendiri,bahkan aku ketemu cofee beer,yang selalu kamu biang aku haram minnum kopi karena ada beer nya, padahal itu kopi biasa aja, pak ustad di rumah, itu semua menjadi alarm pengingat dirimu. ahhhh enggak mau sedih, karena sampai saat ini, aku tidak mau tahu kronologi kepergiaanmu, kecelakaan tiba-tba entah dicelakakan orang lain atau murni musibah. Tersenyum kamu disaat azan subuh berkumandang,runtuh sudah sujudku menjagamu selama ini. Sweater coklat cream bertudung merah penuh darah, abah yang bersihkan,mama pingsan berkal-kali, sakit jantungnya yang aku takutkan, sempat aku bohongi tidak terjadi apa-apa, padahal aku sudah dengar kabar terakhirmu, lemas kakiku, patah hatiku, namun ku tahan, kedua kakakmu juga pingsan, hanya aku dan abah yang terlihat baik-baik saja, sesungguhnya tidak!!! kami hanya bingung dengan apa kami tersenyum kedepannya lagi, kami bingung tidak bisa tertawa denganmu lagi, bagaimana ini, apa ini mmimpi? semoga iya tapi ternyata enggak. Sangat jelas, surat yasin yang aku hapalkan tidak sanggup ku suarakan untukmu dengan benar, tidak ada air mata,tetapi tidak sanggup untuk tidak terluka. Semua tidak baik-baik saja, kami kehilangan separuh hati kami dengan sangat tiba-tiba, saling mengingatkan dan menguatkan satu dengan lainnya, makin menyayangi kami satu sama lain, aku tidak bisa menangis saat itu, padahal aku sangat ingin, karena siapa yang menghapus air mata mereka bila aku juga menangis, tetapi aku lupa aku juga lelah tetapi siapa yang akan menghapus ar mataku. Dalam hati aku bertanya, apakah aku akan kuat saat engkau dimasukan kedalam tempat peristirahatan kamu yang terakhir. Dan ucapan adalah doa, aku tidak boleh naik ambulance, aku juga tidak bisa menyolatimu, dan sudah tiga kali lebaran, kedatangan tamu (bulanan) lebih dahulu dibandingkan tamu lebaran. aku tersasar, hingga apartement kuningan, padahal jelas-jelas rumah yang dituju olehmu tidak jauh dari rumah kita, sekali lagi aku diberi kekuatan untuk tidak melihatmu, padahal memang aku tidak bakal kuat, bila semua pingsan, itu akan merepotkan si abah. Aku terlihat kuat diluar tetapi sangat hancur di dalam, aku menjadi pendiam, walaupun dikalangan teman-temanku aku adalah badut pembuka tawa. Aku memendam sangat dalam, namun apabila aku bersuara tentang kehilangan dan kepergian jawab mereka, sabar atau lupakan jangan di ingat-ingat lagi. Aku tidak mauu itu !!!! Bagiku kamu adalah kenangan yang akan tetap tersimpan, selalu memiliki ruang hati tersendiri, bila aku sedih aku hanya tinggal menikmati dan apabila aku bahagia, aku hanya ingin berbagi denganmu. Tidak mudah bagi setiap orang menerima kehilangan, waktu menjadi satu-satunya obat bukan untuk menghilangkan atau melupakan, tetapi membiarkan satu-satunya harapan menjadi kenangan semakin rapi tuk tersimpan. Abah sakit tiga hari setelah kepergianmu, itulah ayah tak bersuara namun sangat terluka, bingung aku harus apa, aku juga parah! tetapi mamak makin rajin mengerjakan sunah, kepergianmu menghidupkan hati kami untuk lebih dekat lagi kepada pemilik semesta, meminta hal yang tidak pernah bosan untuk aku lakukan kepadaNya, berdoa untuk kebaikanmu disana. Kita tidak pernah berpisah ya, selain aku ke yogya, tetapi sekarang akan ada perbedaan jarak yang sangat panjang yang mungkin rindu ini hingga akhir hayat, gapapa, aku menangis bukan untuk merepotkanmu disana, karena kangen.. tidak bisa membujuk membelikan martabak orin atau java chip frafuchino starbucks, katamu sudah tanggal 25 nih, koq enggak ada orin di rumah, tanggal gajianku, martabak besar kacang wijen kesukaan mamak dan martabak orin rasa blubery kesuukaanmu, tidak pernah aku makan hingga saat ini. mungkin akan masuk ke tenggorokan tetapi dia akan terasa sesak melewati hati, aku takut tersedak akibat menangis, sekarang makananmu adalah doa, semoga aku tidak pernah bosan meminta untukmu kepadaNya, sepertinya tidak!!! karena kebahagianmu disana adalah ketenanganku disini. Kemaren mau ke rumahmu tetapi tidak boleh karena peraturan, akhirnya ke rumah mamanya hafiz, kakaknya ka nur, aku nyasar harusnya belok kiri tetapi ka nur malah belok kanan, akupun membiarkan karena aku sudah jelaskan itu salah, tetapi harusnya aku yakinkan. Dan aku sadar ternyata kita butuh teman perjalanan bukan hanya mengasyikan tetapi mau mendengarkan dan percaya kepada kita. kita puter balik lagi setelah bertanya kepada tukang mie ayam, sebenarnya tidak nyasar bisa dilewati hanya lebih jauh saja,cuma kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam di jalan, kasihan waktu seakan tidak mendapatkan fungsinya yaitu di sia-siaakan, kita puter balik, beda baliknya dari rute sebelumnya, tetapi kita menemukan nasi goreng yang enak walau acarnya hanya tomat, dimasaknya pakai areng kayak tongseng. ahhhh jadi laper pas ngetiknya. Oiya sekarang aku sudah berani tidur tanpa lampu, hehehehe, karena sekarang aku tidak suka terlalu terang, aku tidak bisa menangis diam-diam. Aku mencuri kesempatan menangis sebelum tidur walaupun pas bangun pasti pusing, aku berusaha mengurangi kopi walaupun terkadang aku ingkari. Sekarang aku punya mimpi baru, hikssss susah sih karena bukan bidangnya, hanya karena suka, semoga karena awalnya suka dan menjadi bisa, iyaaaa aku pastikan aku tetap menulis, untuk buku ketigaku novel solo kan, buah pemikiranku, bukan antalogi seperti dua buku sebelumnya. Karena kemaren teman-temanmu pada datang sekedar menghibur mama, malah mereka yang harus aku kuatkan hatinya, kepergianmu tiba-tiba dan sangat muda aku jadikan bahan pelajaran untuk mereka berbuat kebaikan dan tidak menyia-nyiakan waktu. Kata salah satu temanmu, kakak penulis yaa, kamu bangga denganku, ahhh makin termotivasi aku, ternyata kamu diam-diam sayang dengan kakak galakmu, katamu koq aku bisa kerja di lantai 35 menara astra sudirman dan gedung tingkat tinggi aia, ledekku karena aku pintar dan kamu enggak, hahhaha ledekku saja. Setiap lewat mesjid agung al azhar aku menangis bahkan di dalam busway, ngumpet-ngumpet sihh, aku ingin kamu sekolah disana, dan terakhir aku denger berita hadromaut, Yaman, terkena banjir, itu adalah negeri impianmu. Hal yang paling aku takutkan adalah kamu di makan buaya hewan peliharaanmu, kita sudah berapa kali beli musang yaa, dan kimi nama suger glider kamu yang kamu kuburkan empat hari sebelum kepergianmu selamanya, semoga kimi bisa menjadi salah satu penolongmu juga yaa karena kamu penyayang binatang. Aamiin. Semua tentangmu bagai peringatan, kenangan itu akan tetap ada dan hanya bisa kenang. Oiya seminggu sebelum kepergianmu kamu melukin aku ketika tidur, aku bilang malu udah 17tahun masih melukin kakak perempuannya, padahal jelas2 di genggam tanganmu, kamu tidak mau, katanya udah sma dan bukan anak kecil lagi, kamu anak kecil yang songong pergi duluan, kamu yang curi start duluan di jaga oleh semesta, sedih tahu aku nulis ini, jangan kamu pikir aku hanya bisa menangis terang-terang karena tokoh utama novelku saja yaa... enggak apa-apa ya, bila sedikit menangis sekali lagi bukan untuk merepotkan, tetapi ingin mengenang, ingin waktu punya kita dulu, walau tak bisa lagi menjadi cerita sekarang, tetapi bagiku cerita kita sudah lengkap, tidak ada plot twist, mungkin alurnya hanya maju mundur, atau semakin flashback, tidak apa ya, karena sekarang aku sadar ada hal yang sudah tidak bisa kita benerin, hanya harus dibiarkan saja, tidak usah di ajak berantem, karena tidak butuh jawab, tidak bisa mengembalikanmu juga kan... terkadang hal-hal yang kita takutkan, akan menjadi biasa bila kita coba menerima, bukan pasrah koq, apalagi menyerah, sempat sih mau nyerah, apalagi ketika lelah-lelahnya, tapi enggak bisa, ternyata enggak harus di apa-apain, menangis sedikit tetap boleh kan, janji deh abis itu gak nangis lagi, eh tapi gak bisa janji yaa, takut...takut ingkari lagi seperti minum kopi lagi pas sembuh asam lambung, padahal lambungku sudah kasih alarmnya juga loh... oiya, tetap bahagia yaa disana, walaupun tanpa kami, insyaAllah tujuan kita sama, tunggu yaa, doakan kami dan insyaAllah doa dan rindu kami untukmu... salam dari kakak galakmu, yang pasti kamu tahu yang paling perhatian, bukan yang paling kamu sayang, bahkan kamu kira tidak lebih sayang dari kakak pertamamu kan, tidak apa, yang penting kamu tahu kami pasti sangat menyayangimu, dan iri kamu lebih dahulu melihat keindahan semesta, jangan sedih yaa, karena aku akan cemas, tidak akan bisa mengomelimu lagi...peluk cium sayang dari kak ros-mu, hihihi

Rabu, 05 Mei 2021

hai malam... hai bintang....mungkin juga bulan ingin disapa

Aku tidak tahu harus menulis judul apa? blogy, hatiku deq-deqan waktu dia bilang "Aku tidak suka pacaran' Idaman, hiksss koq ada cowok limited kayak gitu yaa, heheeheh atau memang di sisain satu, untuk aku, seperti cerita yang sedang aku buat (halu terussss). Blogy, ini bulan puasa masih saja aku dengan kehaluan aku, maafin aku ya semesta... Blogy, menurut aku yaa dengan penampilan fisiknya dia bisa dengan mudah berpacaran, bahkan bisa lebih dari satu hihihiihihi (jangan nakal yaaa) untungnya dia lebih suka mie ayam dibandingkan pacaran. satu lagi sikapnya yang aku sukai, bagaimana nih kalau makin banyak dari dirinya yang makin aku sukai. Apa konsep, lebih baik tidak mengetahui banyak, akan lebih mententramkan, daripada banyak mengetahui malah merepotkan. ahhhh aku bingung, enggak mau konsep-konsepan, Takut!!! kenapa makin dewasa merasakan perasaaan bahagia malah makin menakutkan yaa, padahal kan bahagia itu tidak mudah, bila ada cara sederhana untuk merasakanya, bukankah lebih baik di rasakan saja. ahhhhh apasihh aku masih saja menaruh hati padanya,, padahal jelas-jelas aku bukan seorang pemberani terutama dalam urusan perasaan. Tidak ingin meminta karena tidak ada yang bisa aku tawarkan, aku sangat biasa, terlalu biasa dilihat dari segimanapun, bukannya tidak bersyukur, bukan koq...Tetapi untuk bersanding dengannya, aku sungguh tidak berani, biarkan saja rasaku bertahan entah sampai kapan, karena kata kepastian bukan untuk dipertanyakan. Aku tidak ingin membuat dirinya bingung atau merasa bersalah atas rasaku, aku tidak ingin membuatnya resah, karena rasaku adalah milikku. Dan rasanya kepada siapapun yang dia sedang rasakan, semoga semesta mengabulkannya, itu adalah doa balasan atas rasa senangku diam-diam, tanpa sepengetahuannya, aku menghidupkan karakternya dalam ceritaku. Gapapa kan blogy???? Aku pikir kembali, dia akan dewasa, untuk menghargai perasaan seseorang, walau tak bisa membalas, tetapi dia tidak akan langsung suruh menghilangkannya dengan cepat kan? karena bukan tugas dia ataupun aku untuk memaafkan, tetapi waktu!

Sabtu, 17 April 2021

virtual feeling

lucu yaa.. ada sebuah perasaan yang di sebut virtual? Apakah nyata atau hanya lamunan semata? Apakah bisa selamanya atau hanya sementara. Ada sebuah perasaan menyenangkan hanya melihatnya saja, entah dari layar dalam sebuah layar hp atau laptop. Ada perasaan ikut bahagia ketika mendengarnya tertawa, senyumannnya bisa menular juga loh. Hiksss lucu ya, perasaan bagai anak smp, yang menyukai seseorang penabuh drum yang baru pulang sehabis nonton konsernya. Perasaan enggak logis untuk diriku saat ini, yang harusnya sudah memikirkan hal serius. Tetapi bukankah tidak ada yang salah tentang perasaan, entah perassaan anak smp, atau perasaan virtual saat ini. apa yang ada, apa yang terasa, tidaklah salah, yang salah adalah ketika terlalu banyak berharap. Hati-hati agar tidak kelihatan, takut ketahuan, tetapi penuh pengharapan, terkadang suka kegeeran. Please kamu tuh bukan tokoh utama dalam novel kamu sendiri. kamu tidak berhak menentukan cerita, kamu hanya wajib mengikuti Sang Sutradara diatas. katanya pekerjaan menulis adalah pekerjaan paling kesepian di dunia, tetapi terkadang aku suka merasa meriah saja dalam kepala. dan aku suka geer,dengan virtual feeling ini, berasa ditemani aja kalo lagi lama-lama depan laptop ,, yaahhh secara virtual.. dia juga orang yang bekerja di dunia kreatif, yang di jam-jam aku nulis dan nyari ide, jam-jam produktifnya juga, dan terkadang aku suka senang aja gitu, ada temannya ketika mengerjakan sesuatu. geer yaa akuhhh,blogy. aku tau aku dan dia sangat jauh, dia bagus banget, aku cerita ke sahabatku dan semua malah menertawakan aku sampai ada yang berpesan aku harus sadar pijak bumi. semua bilang, Ha? bangun dari mimpi? loe siapa dan dia siapa? pleasee loe hanya boleh suka aja, jangan cinta? jangan sampai harapan loe pupus lagi? jangan pernah berharap. dunia kalian beda? kenapa sih loe gak bisa suka sama orang yang suka sama loe aja? memang perasaan bisa aku setting kayak pengaturan hp, memang perasaan bisa kita lihat bentuknya, bisa kita pegang kendalinya, perasaan itu hal ajaib yang memang kita sendiri tidak terlalu menyadarinya. aku menyukainya dengan segala keterbatasanku mengenal dirinya, aku menyukai dirinya dengan menikmati pemikiran-pemikirannya, aku menyukainya dengan catatan-catatan kecil tentang dirinya, tentang kopi yang dia minum, tentang makanan yang selalu disantapnya, tentang hewan kesayangannya, tentang karya-karyanya dan tentang dirinya hidup dengan baik. klisee, mungkin??? karena semua orang bisa hidup dengan baik, tidak bagiku? sewaktu aku kehilangan seseorang, aku tidak mampu hidup dengan baik, aku ingin segera pergi dari dunia ini, ingin menemaninya karena tidak ingin dia sendiri, tidak ingin dia sendirian, ingin berbincang, tertawa, becanda, hatiku kehilangan fungsinya. Namun ada kedua manusia renta yang sedihnya tak kalah jauh dengan diriku, kenapa aku yang selalu mengeluh, bertanya why? kepada Sang Maha Kuasa. aku tidak bisa hidup dengan baik, untuk sekedar makan dan tidur (dua hal yang aku senangi) aku tidak menangis depan semua orang, tetapi aku banjir air mata dalam pengharapan doa. Tersadar karena aku menemukan, ketika Allah mencintaimu, dia akan memberikan kesedihan-kesedihan untuk mengingatNya. Aku putar mimpiku, untuk pergi, sekedar ingin meninggalkan ibu kota, justru sebelum itu aku ditinggalkan selamanya. Aku berusaha hidup dengan baik setelah aku merawat luka hatiku, terkadang aku tidak butuh siapa-siapa untuk menyembuhkan lukaku. Lukaku justru yang membuatku tumbuh, tidak takut arti kehilangan yang sebenarnya kita tidak pernah memiliki, yang arti hidup tidak harus selalu senang, sedih bisa selalu datang untuk membersamai. Namun sekarang aku berubah, dahulu aku selalu punya rencana untuk bahagia, dengan mengatur peta untuk mewujudkannya, punya plan A dan plan B ketika tidak berhasil, namun sekarang aku punya daftar kegagalan. Bagaimana ya, bila aku tidak bersama dia? harusnya tidak apa-apa, jangan pernah memaksa tentang rasa, menuntut rasa yang sama dan jangan menyalahkan dia ataupun semesta bila tidak bersama. bagaimana bila mimpiku tidak menjadi yang aku inginkan? tidak mengapa? bila mimpi yang membuatmu hidup, hiduplah terus untuk bermimpi. Pada dasarnya kita bukan takut pada kehilangan? lebih kepada ketidaksiapan kita pada keterkejutan semesta. Hal-hal yang datang dengan sangat cepat dan pergi tanpa pamit bahkan penuh tiba-tiba. seperti perasaanku saat ini, tetapi bukannya perasaan hanya perlu merasa saja, tidak boleh mengharap apa-apa. karena mungkin dia pun sama sedang menyukai makhluk bumi lainnya, dia sedang mengharap dengan penuh doa, karena sekali lagi yang namanya perasaan tidak bisa kita yang pegang, tetapi jangan marah yaa bila semesta malah mengizinkan kita bersama, jangan kesal yaa, apasih akuhhh. Aku hanya bisa berdoa, bukan berdoa kamu harus jadi jodohku, bukan? Bohong!!! tidak, aku serius, aku berdoa agar kita semua bisa melewati bahagia dan duka bersama-sama, walaupun dengan orang yang berbeda, bukan yang kita inginkan. Jangan geer dulu yaa, selain kamu yang aku doakan, satpam depan sekolah sd, ibu-ibu memakai caping dan terompah untuk mengambil sampah, mas-mas troly boy yang mengantar sekardus aqua gelas untuk musolah di mall tempat dia bekerja, dan kucing-kucing jalanan agar terpenuhi makanannya, tak lupa juga orang-orang yang menyayangiku, menyayangimu dan orang-orang kamu ataupun aku sayang. ahhhh....virtual feeling memang merepotkan!!!!

Minggu, 11 April 2021

Forget Now On!!!

Blogy... Aku tidak pernah memahami cara kerja waktu, yang membuat suatu kebetulan, yang sebenarnya memang tidak pernah ada kata kebetulan karena semua sudah digariskan. Hati aku mulai mencari ingatan lama yang sebenarnya akupun sudah lupa menaruhnya dimana. Namanya seperti nama ikan, yang jadi kesukaan lebih enaknya di fillet saja. Dia temennya ikan badut karya walt disney, pixar, dia juga biasa dipanggil Paracanthurus hapatus,. Dan sekarang muncul lagi. untuk apa sih???? Aku bukan lagi lautannya, aku pun bukan lagi oksigen ataupun sekedar nitrogen baginya. Tapi dia datang dengan add medsos yang sering aku gunakan, yaaa, aku sering gunakan medsos itu, untuk melihat lampu indikator berwarna hijau orang yang aku kagumi,aku sudah senang, menandakan seseorang yang sedang aku kagumi masih berpijak dimuka bumi ini, belum terbang ke kampung halamannya, kayangan, hahahhaa (becanda blogyy). Yaa aku tau dia makhluk bumi, dan aku yakin semesta selalu punya cara untuk menjaga dirinya. Balik lagi ke seseorang yang pernah menjadi masa laluku, masa lalu yang tidak enak untuk diingat apalagi dikenang. Masa lalu kan tempatnya jauh disana ya blogy, hari kemaren, dan enggak usah datang lagi dengan membawa sesuatu yang lama. Dia (Masa Lalu) juga bukan bayangan yang harus mengikuti sampai saat ini, kann?? Tapi Aku yakin dia masih membenciku, membenci diriku. Kenapa aku bisa begitu yakin? Karena aku sangat hafal sifatnya! Sewaktu dulu, aku Memang tidak punya rasa untuknya, tidak sadar dia diam-diam memperhatikan, (dia hijau, ada dipostinganku sebelumnya) tetapi semua temen-teman satu kantor, selalu menjodohkan kami, semua senang apabila kami bersama. (Aku memberikan kata iya kepadanya, hanya kepada hijau dan bebek) walaupun hatiku saat itu suka dan senang kepada kuning dan pernah suka pada penawar rasa. Balik lagi ke temennya ikan badut, aku berusaha menerimanya, aku tidak bisa bilang tidakk pada waktu itu, akan terlalu sangat jahat untuknya. Entahlah mungkin aku suka dirinya yang tidak mudah tergoda sama cewek-cewek lain. Tetapi namanya perasaan yaa, harus sama, tidak bisa sendirian. Aku senang dia suka aku tetapi terkadang aku merasa jahat membiarkannya mempunyai perasaan namun aku dengan senyuman menelan kebingungan. Setiap sore aku selalu membantunya menjaga cafe di kantor tempat kami bekerja, banyak yg bilang aku partime setelah pulang kerja teng-go, aku berteman dengan teman satu cafenya, aku lebih dulu mengenal temannya itu, justru temannya yg mengenalkan dan mendekatkan si ikan biru ini denganku, Namun aku merasa dia terlalu pencemburu dan sangat posesif, mengalahkan rasa aku ingin membuka hati untuknya. Aku suka sifatnya yg cool. Tetapi terkadang dia terlihat tidak mudah bergaul atau memang tidak ingin bergaul, beda dengan kedua teman cafenya yang sangat supel. Dia memang terlihat mahal soal perasaan, bahkan ketika ada yang mencoba adu rayu, dia tidak pernah menanggapinya, namun bagiku dia seorang penjual yang buruk untuk nama besar cafenya, lebih baik dia di dapur saja atau bagian antar roti ke ruangan kami, disetiap jam lapar kami. Tidak ada senyuman, tidak ada tulus ketika mengucapkan terima kasih untuk kembalian, dan selalu fokus ke mesin hitung dan buku menu. Tetapi tidak denganku ketika dia pertama kali memanggilku untuk berkenalan, dia bilang aku dipanggil temannya dan suruh berhenti mampir sebentar masuk ke dalam cafe, sebelum aku istirahat makan siang dikantin yang berada lantai atas cafenya satu lantai dengan musolah kantor. Aku berhenti dan dia malah bertanya sama temannya siapa namaku? Aneh kan? Bagiku dia yang kecentilan dan enggak jelas pada saat itu. Akhirnya dia menungguku di depan pintu cafenya, setelah aku makan siang, ibadah, dan sisa 10 menit lagi menuju ke lantaiku, lantai 5, ketika aku melewati cafenya,dia berusaha memberhentikanku,kata cie..cie..menjadi begitu menyeramkàn untuk selanjutnya. Dia sudah tahu namaku, dan dia minta aku menunggunya pulang, katanya habis maghrib saja pulang bareng. Solat bareng-bareng dulu. Permintaan itu tidak aku kabulkan, memangnya siapa dia memberi perintah seenaknya saja, satu setengah jam bagiku bisa menyelesaikan dua bab cerita, selfish ya akuuhhh. Hari berikutnya entah mengapa dia menjadi paling rajin mengantar roti ke lantai 5, gara2 aksi anak sma, memintaku berhenti dan temen-temanku jalan duluan, gosip mulai menyebar. Aku bingung dan aneh sama dia kenapa bisa jadi murah banget sama aku. yaaa, Murah senyum. Aku ingat beberapa waktu lalu, aku pernah melihatnya dilantai 4, dia sedang mengantar roti dan aku mengambil dokumen, aku memperhatikannya dekat lift ruang tunggu. aku melihat dia sedang diajak ngobrol, tetapi mukanya sangat datar, plat, tidak ada senyuman manis atau basi sekalipun, aku aneh sama dia bahkan jeruk saja bisa menjadi manis tetapi dia tidak, tidak ada senyum walaupun yang pesan roti sudah tersenyum lebar. Aku pernah nanya ke dia. Mas...mas..sariawan ya, koq gak pernah senyum... Sumpah ini bukan rayuan tapi aku aneh aja, ada manusia flat kayak dia ketika sedang komunikasi dua arah dengan oranglain dia tidak mencoba menjawabku dan malah seperti berusaha menganalisaku, sepertinya aku terlalu menganggunya atau lebih tepatnya merayunya. masa sariawannya, hampir setiap hari yaa, senyumku lagi. Dia hanya melihatku dengan tajam, tanpa ucapan apapun yang keluar lalu, dan aku membalasnya dengan senyuman seperti senyum pasta gigi menyegarkan. Dan setiap bertemu dengannya dia selalu melihat aku dengan sinis, kadang aku balas namun kadang aku cuek, tidak penting juga,bagiku, memangnya aku penjual obat sariawan, atau pemerhati kemanusiaan. Dan mungkin lama kelamaan mulai dia menyadari nih, aku mulai terlihat manis, seperti teh, (hahhahahha). Akhirnya teman-teman lain, mulai manggil dia cowok aku, padahal pulang bareng aja enggak pernah. Cafe tempat dia bekerja libur hari sabtu, sedangkan aku masuk setengah hari. Kadang dia masuk hari sabtupun kita tidak pernah kemana-kemana. Oke disini aku yang salah, jujur aku takut jalan berdua, walaupun aku tidak membatasi berteman dengan cowok, ada beberapa teman cowok aku namun tidak bisa jalan berdua dengan orang yang mengaku punya perasaan ke kita, Aku jalan dengan geng aku kepompong salah satunya ada bebek disini yang dia anggap sudah merusak hubungan aku dengan dia. Dia cemburuan, enggak jelas, selalu tidak ingin aku kasih penjelasan, dia cuma mendengarkan apa kata orang, tanpa bertanya padaku,sekedar meminta jawab pun tidak, bila semua tidak terbukti baru dia mohon-mohon maaf ke aku, capek gak sih, terlebih aku yang sedang mencoba membuka perasaan lebih merasa tidak dicintai walaupun dia sering ngomong sayang. Dia mendukung mimpiku tetapi tidak percaya aku akan bisa, dia mau aku versi dia, bukan apa yang ada dalam diriku, dan aku tidak mengerti versinya. Menjadi tidak kecentilan sama cowok-cowok lain, katanya. Harusnya dia tahu saat aku membuka hatiku untuknya, tidak akan aku biarkan yang lain masuk, aku tidak mudah, aku tidak suka, aku tidak ingin, harusnya dia percaya aja, tetapi dia tidak pernah berubah. Aku tidak pernah mengerti definisi posesif ataupun cemburu arti dari mencintai, walaupun kita hidup tidak harus selalu merasa senang saja, tetapi setidaknya memperkecil kesedihan bukannya lebih baik. Aku suka diskusi, aku ingin komunikasi, aku senang bertukar pikiran walaupun tak harus sama. tetapi aku tidak suka dituduh, bertanya boleh, kesal dan marah boleh, kecewa silahkan, asal jangan selalu membenarkan segala pemikirannya tanpa mencari tahu terlebih dahulu, Tetapi ini tidak! dia sangat Cemburuan!!! Bahkan dia pernah cemburu sama bapak2 security yang hanya nyapa aku, pagi mba? sapa Bapak security Apa balasan pagi juga dariku, Bentuk kecentilan?? Dia bilang, Bagus..di depan aku bisa kecentilan seperti itu, bagaimana bila di belakang aku? Aku sangat tahu perasaannya mahal untuk seseorang tetapi aku bukan dia. Yang harus cuek dan tidak peduli, pada orang lain, pada orang yang tidak salah, tidak tahu apa-apa. Peduli dengan orang lain bukan berarti dia akan kehilangan aku, tetapi sifatnya yang terlalu, akan berujung menjadi benalu. Aku yang salah hanya ingin mencoba, buka hati namun separuh, dia tidak salah sepenuhnya, aku yang memang dari awal hanya ingin berteman namun dia ingin mempunyai tali hubungan. Tidak beda bagiku antara pacar dan sahabat, hanya saja dia akan jadi orang pertama yang aku mintai pendapat, aku diskusikan isi kepalaku, aku jelaskan apa yang aku suka dan yang aku tidak suka, dan orang yang akan aku paksa menyukai cicak! karena aku tidak, karena akan ada tugas penting untuk mengusir bahkan membuangnya apabila hewan pemakan nyamuk itu mendekatiku. Akan aku ceritakan imaji-imajiku tentang pahlawan dunia tanpa mengunakan kecanggihan mobil atau harus mengeluarkan sinar laser ultramen. Aku hanya ingin dia lebih dari sahabatku, tidak perlu memberikan solusi hanya mendengarkan saja ketika aku kesal, memberikan waktu sebentar ketika aku cuek, bukan marah-marah, nuduh aku selalu kecentilan. Okeh, sekali lagi aku yang salah ketika aku lupa membawa carger hp dan mau meminjam carger padamu,ternyata disana ada bebek (sahabat kepompongku) dan cowok yang pernah mendekatiku. Mereka mengulurkan tangannya agar hpku salah satu dari mereka untuk membawanya, dan bukannya menyelesaikan masalah lobet batere, kamu malah menuduhku dengan menatapku sangat tajam tanpa ucapan,dan kamu langsung mengambil paksa hpku. Kamu jahat tahu enggak, nomor hp banyak dihapus,pesan chat kamu bacain satu-satu, dan kamu mengganti nama sayang di nomor kamu, terus kamu nuduh aku gak simpan nomor kamu, terus kamu miscall dan berharap aku akan ketawa dengan candaan kuno itu. kamu sangat salah menurutku, Kamu terlalu percaya sama salah satu temanku, yang sebenarnya bukan temanku banget, soalnya dia pernah fitnah aku, katanya seragam kerja aku ketinggalan di kostan cowok yang dekat dengannya, katanya aku sering ke kostan cowok yang dia sukai, aku berani sumpah depan kamu juga kamu tidak mau dengar, aku tahu agama sejak kecil, sebenarnya nenekku selalu mengingatkan, 17.32 (Al-Isra' ayat 32) walaa taqrobuz-zinna, innahuu kaana faahisya, wa saaa-a sabiilaa. Ayat jangan pacaran, tetapi kalo menurut orangtuaku sih, pacaran boleh asal jangan macam-macam. Kamu tahu aku masih dalam kebingungan menjawab ucapan temanku, bagaimana cara kerja Allah , langsung cowoknya datang dan memberi bungkusan plastik yang pas dibuka seragam kerja ke teman aku yang kamu percaya banget, katanya ketinggalan dari sabtu sore, di kostannya, sedangkan hari itu hari senin. Bagaimana semesta menunjukan langsung kejadiannya tanpa aku perlu berbicara sepatah katapun, Semua teman-teman lain yang ada disana, saksi langsung yang bisa kamu tanyai. Dia juga pernah bilang ke kamu ya, katanya aku cowoknya banyak. Dan kamu langsung percaya, padahal saat itu hanya kamu cowok aku, kamu dari awal yang tidak menyenangkan dan ujungnya juga kitapun berselisih paham. Kamu tahu sewaktu aku resign dari kantor lama, dan kita sudah beda kantor. aku sengaja mendatangimu hanya untuk baikan denganmu, bukan balikan, entahlah saat itu kita putus atau tidak. Aku sengaja mengambil libur hari jumat, hari yang haram hukumnya untuk spg libur, (yaah aku ambil spg event dua minggu kerja, dua minggu libur, liburnya aku pakai untuk menulis) dan cafemu tidak terlalu ramai kalo siang sehabis jumatan, kecuali malamnya ya, karena besoknya weekend. Aku berusaha bicara denganmu dan kamu malah sengaja menghindar, mengantar rotilah, hot coklat lah, sampai kata temanku, aku diledekin, loe lagi nelpon ya? Aku yang bingung baru menyadari, kalau orang yang sedang menelepon itu, orang yang lagi ngomong sendirian, karena yang satunya lagi di ujung sana. Aku tersadar, lalu aku pulang dan dalam hati, perasaan mahal kamu tidak ada arti, berusaha membuka hatiku malah aku janji mulai saat itu, aku akan menutup rapat-rapat untuk manusia jenis ikan sepertimu. Malah terkesan kamu yang tersakiti, gosip aku selingkuh, aku yang mutusin, aku yang kecentilan, predikatku saat itu, asal kamu tahu ya, ada beberapa yang mendekatiku, mau mengantarku pulang naik motor yang berbeda rumahnya sangat jauh, mengajak naik mobil untuk sekedar ngobrol dan ngopi bareng, atau sekedar anterin aku ke shelter busway, aku selalu ber-alasan takut diomelin sama kamu, kalau pulang sama cowok lain sedangkan aku sudah komit sama kamu menerima perasaan kamu. Kamu juga tidak tahu kan, orang yang paling kamu cemburui yang selalu kamu cek chatnya di hp aku setiap pagi apakah ada isi ucapan good night, setiap malam, selalu aku kasih early warning , aku bilangin kamu kalau dia masih chat2 enggak jelas. aku memang pernah jalan sama dia kondangan, tetapi bukan kamu kalah ganteng darinya, bukan, bagiku kamu paling keren (saat itu, dulu yaa) itu karena kita satu divisi dan kamu hari sabtu libur, dan kondangannya sangat jauh, terlebih lagi kamu tidak diundang, kamu marahnya sampai seminggu. Kamu jelas2 bilang ke semua teman-temanku dan mungkin temanmu, bila ada kamu, tidak boleh kamu memdengar namaku di sebut, entah sengaja, sekedar bercerita, atau hanya bercanda apapun itu, dengan begitu kamu sekuat tenaga terlihat sangat membenciku. Namun mengapa sekarang berusaha mencariku!!! enggak kegeeran, tapi sedikit terkejut, ternyata kebencian itu benar-benar mengikutimu, stoopp ya, lupain semua, kamu sudah bahagia, kamu memilih menikah dan katanya istri kamu mirip aku ya matanya panda, entah kualat atau memang yang seperti itu gampang memikatmu. Kamu stopp sekarang berusaha mau tahu kabarku, apa semenjak kepergian temanmu, kamu kaget, kamu datang di hari terakhirnya dia belum menikah, atau yang lebih kamu kagetkan lagi, ternyata temanmu dan aku tidak menikah,tidak ada apa-apa, sekedar sekaleng minuman mengandung ion, mampu membuatmu menuduh kami, semua tuduhanmu aku benarkan, aku malas memberi jawab. karena jawaban yang benar hanya di pemikiranmu saja. Kamu membuat aku bukan merasa dicintai, kamu membuat aku tampak gampang dan murah dimatamu, kamu menuduh seenaknya saja padahal aku hanya mengobrol, atau sekedar menyapa. Kamu yang sekarang kenapa follow ig aku??? Berhari-hari lalu aku tidak mau posting apapun, tidak mau buka ig, padahal aku suka main ig, kamu enggak tahu kan, jangan tahu deh, gausah tahu lebih baik. Kan dari awal sudah aku bilang jangan pernah membenci, lebih baik tidak peduli sekalian! Jangan berusaha mencari atau ingin tahu kabarku. Oke aku kasih tahu ya, kamu mungkin benar nuduh aku selingkuh sama bebek. Katamu bebek yang merusak hubungan kita, padahal sikap kamu tuh yang bukannya bikin aku suka malah keselnya luar biasa. Okeh, salah ketika aku menerima perasaan bebek selama ini, setelah tidak sama kamu, mungkin bebek menghancurkan hubungan kita, tetapi aku tidak mau kehilangan bebek sebagai sahabat saat aku sedih,walaupun sama saja, aku tidak bisa membalas perasaan tulus bebek, kabar kita berdua mungkin sampai ke telingamu, ahhh ternyata benar selama ini, aku mengkhianatimu, itu mungkin satu-satunya pemikiranmu yang aku kabulkan. sampai aku tanya sama bebek, nanti kalo kita jadian, si ikan itu mikir kita beneran selingkuh dong. Kata bebek, biarin aja, udah lewat ini ceritanya. Bebek lebih tulus daripadamu ikan, dia mau mendengar ceritaku2 tanpa kesal walaupun aku tahu dia sempat bahkan pernah kesal, dia sahabatku. Dan aku kasih tahu ya, buat kamu ikan, tidak akan ada celah yang bisa kamu masukin, berbagai sudut hatiku sudah menolakmu, tidak bisa membiarkan kamu masuk kembali. bebek saja yang belum mempunyai pasangan, ogah aku mengulang cerita yang sama, apalagi sama kamu ikan yang sudah ada pasangan. Sama saja seperti menonton film dengan judul dan alur yang sama yang kita sama-sama sudah tahu endingnya seperti apa. Maaf ya, jangan follow-follow ig aku atau siapapun dari teman kita yang kamu cari tahu kabar aku. bahagia atau sedih aku bukan menjadi urusan kamu lagi, dulu aku sedih memang kamu peduli. forget now on, sekarang juga. Kenapa ke ig, fb aku sudah enggak aktif ya, yang aku ingat terakhir, aku posting "aduh" (kakiku selalu saja terkilir dan jatuh) di fb, kamu balas "kenapa" aku pikir kamu tidak pernah benar-benar membenciku, dan aku anggap kita sudah berbaikan namun keesokan harinya, postingan aduh aku hanya aku sendiri yang menjawabnya, dengan komentar aku semua, segila-gilanya tokoh di novel atau cerpen aku, tidak merasa sendirian seperti aku saat itu. dan komentar kamu sudah hilang di hapus, kan? Malu ya sama teman-teman, sudah terlanjur bilang benci aku ke semua teman-teman. Sudahlah...begini kita... Semua aku jadikan pembelajaran, agar aku tidak salah apabila menyukai orang yang seperti kamu, tidak ada yang sia-sia dari perasaan, semesta bukan sengaja bikin kita patah lalu pisah, semesta hanya ingin kita mengambil pelajaran dari setiap cerita yang pernah singgah tanpa perlu disanggah. Belajar untuk setia yaaa, karena penasaran bukan lagi perasaan yang mendasar.

Selasa, 06 April 2021

Sudut gelap

kemarin aku duduk di halte bus, sendirian, malam pula... aku sadar menunggu adalah hal yang paling menjengkelkan, tapi menunggu akan mengantarkan kita pada satu tujuan, tujuan yang kita inginkan. Aku menunggu kendaraan dengan helm dan jaket yang berwarna senada, katanya 10 menit lagi ya kak, mohon di tunggu. Aku menunggu di halte bus, dengan sedikit warna lampu jalan, redup. Sebenarnya aku lebih takut suara jangkrik diatas tanah rerumputan samping halte bus, dibandingkan nyamuk yang berusaha pamer hidup bebas dengan cara terbang di depan mataku berkali-kali. aku membalas iya... Aku berusaha memperhatikan jaket dan helm dengan logo perusahaan itu, diantara kendaraan yang sedang berlalu lalang, ada yang melaju kencang, hingga melambatkan kendaraannya dengan cara menurunkan satu kaki dan mengecek handpone,bukan aku penumpangnya dan bukan juga nomor kendaraan yang sama aku pesan, lama sudah aku perhatikan satu-satu kendaraan yang melintas di depanku, melihat nomor kendaraan yang mencoba berhenti,apakah sama atau tidak seperti yang aku order. halte bus dan sudut gelap... terasa sempit sesak dadaku, seakan aku harus belajar kembali cara bernafas dengan baik. Aku memikirkan betapa bintang sangat begitu berjasa untuk malam, seakan bisa mengurangi ketakutanku. Apa yang aku takutkan? kehilangan, ditinggalkan, atau sendirian. Sudut gelap itu mempunyai arti, tidak ingin membiarkan siapapun masuk dengan mudah, karena disana dahulu sempat menyala,lalu redup hingga menjadikannya gelap. Aku sendiri yang membiarkannya tanpa cahaya dan mengizinkan tanpa seseorang. Dan apa hubungannya denganku yang saat ini sedang menunggu di halte bus? Aku teringat ucapan teman yang bilang, dia bukan lagi rumah yang dituju kekasih hati yang dicintainya selama ini, kekasih bilang dia sudah sadar salah tujuan, tidak ingin menetap dan ingin kembali pulang ke tujuan yang sebenarnya. Selama ini kekasihnya hanya beristirahat, sekedar melepas lelah tetapi tidak bahagia bersamanya. Dia temanku hanya dijadikan rest area, mungkin seperti halte bus yang sedang aku duduki atau bandara, bisa jadi stasiun transit. Tidak mengapa kata temanku , setidaknya dia sudah melepas rasa lelahnya dan bersiap kembali untuk melangkah, berhenti sejenak di rest areanya adalah kebahagiaan temanku ,mampu membuatnya merasakan rasa senang walaupun dengan cara sederhana,begitu aku mengutip kata-katanya, namun bagiku kejam ya cinta.... Saat ini ketika masih melihat semua kendaraan melewatiku dan tidak ada yang berhenti di depanku, aku harus tetap memelihara rasa jengkel itu, dengan masih menunggunya. Seperti kamu...mungkin sudut gelap yang kamu ciptakan membuat kamu seperti kendaraan tadi hanya melewatiku tidak berhenti. Karena kamu bukan seseorang yang aku pesan dengan Tuhan. Kamu tidak bakal datang, kamu tidak dapat mengenali aku sedang duduk dimana, kamu yang tidak sesuai orderan dan tidak memintaku menunggu sepuluh menit atau bahkan lebih, dan kamu tidak akan berhenti di tempat yang kita telah sepakati dalam pembicaraan pesanan tadi. Mungkin aku yang salah masuk rumah, seharusnya ketika aku masuk, aku langsung menyadari seperti kekasih temanku, bukan kamu yang aku tuju aku terlalu lama berhenti lalu menunggu untuk sekedar mengosongkan hatiku, atau aku harus seperti temanku yang begitu ikhlas, untuk melepas. Baginya pergi bukan kabur, hilang, menghapus atau mengosongkan tetapi kembali. Beberapa hal indah memaksa untuk berpindah, tidak harus langsung menjadi berubah, Tetapi aku harap sudut gelapku akan kembali menyala untuk menjadi terang, tidak sekedar dijadikan tempat berbagi lelah, tempat peristirahatan semata tetapi juga tempat menetap, tidak akan terlalu paksa koq, hanya ingin dijadikan tujuan dirinya untuk kembali pulang. Jangan kelamaan di halte bus atau bandara, apalagi stasiun, tidak enak tahu, karena akan ada hal yang menjengkelkan yaitu menunggu, entah sekedar untuk pergi atau pulang kembali. Eh... pesananku sudah datang bukan sepuluh menit tetapi hampir dua puluh menit, aku sudah menghabiskan kopi dingin dengan ukuran gelas besar, dan dia minta maaf karena sudah membuat aku menunggu lama, tidak apa-apa, "Ayo kita pergi karena aku mau pulang"

Minggu, 28 Maret 2021

Buat cerita, yang tidak ingin sebentar

Ada yang bilang mencintai penulis itu susah bahkan rumit. apanya yang susah? bukankah setiap mencintai seseorang, apapun pekerjaannya pasti rumit. sungguh jatuh cinta itu adalah suatu perangkap antara kenyamanan dan kebingungan. sangat jelas keduanya bertarung dalam diri kita. kamu Menulis penuh diam,hanya menebak-nebak saja isi kepalamu. Lalu senyap di telan malam, aku tidak bisa merasukinya walaupun sudah menunggu pagi. aku hanya tertawa. seseorang yang berbicara itu, hanya bilang sayang, bila aku tidak menulis kembali, entah metafora sayang denganku atau tidak ingin aku berhenti disini. Seseorang yang dulu di sma di puja-puja banyak teman-temanku dan saat ini malah mencariku dan mencoba bilang sesuatu, ada beberapa kata yang terucap namun tidak pernah akan menjadi cerita. Cerita kita hanya sekolah dan sma, dimana semuanya indah, ada olahraga, bolos bersama bahkan upacara yang membosankan namun tetap menyenangkan karena seluruh teman-teman berkumpul di lapangan. Seseorang itu tidak menyangka aku yang dulunya tomboi (hahhaha) katanya, aku bahkan tidak tahu bagaimana cara memakai lipice, kini dia kira aku seorang penjual obat pemutih, bukan pemutih pakaian kan jawabku. Baginya, aku tetap lucu walaupun sudah lama tidak bertemu. Tetapi tidak untuk saat ini, aku seorang yang paling hebat mengingkari janji daripada yang pernah dikenalnya, baginya, begitu ucapnya. Aku tidak pernah berjanji, hanya saja kamu yang berusaha membuatku seolah-olah aku akan datang atau pergi denganmu. Mungkin kamu benar aku rumit, karena aku menulis, terkadang ada waktuku yang tidak ingin aku bagi pada siapapun, terkadang aku hanya ingin sendiri memikirkan jalan cerita tokohku berjam-jam tanpa membalas wa dan mengangkat telepon, terkadang aku bisa sedih ketika membuka laptop walaupun semuanya berjalan lancar hari itu, yaah harusnya kamu berusaha memahamiku atau jangan berusaha memahamiku, aku tidak pernah akan memaksamu untuk menerima aku seperti ini. Kita berbeda...sangat jauh bila berbicara kata cinta, banyak jurang dan rimba. Tak mau aku lalui apalagi sampai masuk kedalamnya. Aku memang pernah ada rasa namun itu hanya rasa suka berteman, tidak mengerti yang namanya menjalani suatu hubungan. kamu bercerita, ingin rasanya waktu bisa diulang, sebelum lulus-lulusan, kamu akan bilang jujur ada seseorang yang memperhatikanku, lucu bagiku! kita sudah bertualangan sangat jauh dengan mimpi berbeda, dengan beberapa halaman buku yang sudah sampai canada hingga barcelona yang kita bertualang di dalamnya. Aku pun bukan satu-satunya perempuan yang mungkin ingin kamu miliki. Setidaknya masalalu kita masing-masing, yang membuat kita kuat hingga saat ini, kenapa harus diulang? aku tidak ingin lagi kamu berbicara seperti itu, katamu, andai aku satu-satunya orang yang menemanimu sejak dulu hingga saat ini, ucapannya seperti menyesal, hey...itu tidak akan adil bagi masa lalumu dan masa laluku. Mengapa sih kamu harus bicara seperti itu, jangan lagi yaa...pintaku. Confess, bahasa gaulnya anak zaman sekarang yang artinya mengaku. Lega sudah mengaku, Aku bukan orang yang tidak suka dicintai, dan aku juga tidak ingin dijadikan alasan untuk orang lain sedih, namun aku juga tidak ingin memberi lebih untuk hati, yang pada ujungnya akan berjalan sendiri-sendiri. Bagaimana kalau aku, "sama" denganmu? katamu kembali. Apalagi aku tidak ingin menjadi alasanmu berubah untuk hal yang belum kamu siapi, saat ini kamu hanya takut kehilangan, takut aku tidak ada lagi dalam ceritamu selanjutnya, kita masih bisa berteman baik dengan perasaan baik lainnya. Aku tidak berani menjawab iya, karena perbedaan kita mengapa harus dijadikan alasan karena berbeda sihhh, sejak awal kita berteman, kita tertawa, kita bersama dengan yang lainnya, bilang atau tidak bilang, sejak awal kita sudah memiliki keterbatasan kita masing-masing, bila kita sengaja melaluinya, kita harus berani akan resikonya, dan aku tidak berani. Konsep ganti pasangan atau ganti Tuhan, tidak pernah ada dalam pikirku! karena kita bukan pasangan dan karena rasamu juga datang dari Zat Yang Maha Cinta. Aku sedang menyukai seseorang, jawabku datar, dia tertawa, hal klasik untuk sebuah penolakan, seperti dulu lagi, menunggu untuk waktu enam tahun yang tidak pernah datang kembali atau pergi menghilang seperti pelangi? meninggalkan dengan sangat cepat. Ledekannya membuatku sedikit terhibur, bagiku dia tidak sungguh-sungguh atas pembicaraan berat sebelumnya. Entahlah, aku memang menyukainya, aku senang merawat rasa ini sendirian, sejak perasaan menyenangkan itu mulai tumbuh di hatiku, aku baru mengerti aku bisa senang saja gitu, ketika merasakannya. Walaupun secara diam-diam, bukankah hal yang terbaik saat menyukai seseorang secara diam-diam mengisi kehadirannya tanpa perpisahan, tanpa tanggapan yang membuatnya akan merasa bingung, aneh, pergi lalu menjadi kembali asing, karena aku belum ingin mendengar jawaban tidak darinya. bodoh baginya, dia tahu ada seseorang yang peduli padaku bahkan berusaha membangun rasa itu bersama, tetapi khayalku mengalahkan hal paling nyata darinya. Masih mau terus begini, mengingatkanku! memaksakan hati orang lain untuk menerima yang kamu sebut sebuah ketulusan? raut wajahnya serius lebih dari bentuk kepeduliannya padaku. Memaksakan? Jelas-jelas dia lebih tahu, siapa yang memaksakan (aku) saat ini? Tidak semua orang mendapatkan balasan cintanya? dia masih memperingatkanku! Aku sangat tahu.. setiap orang pernah menjadi cinta pertamanya orang lain. setiap orang pernah jatuh cinta, terbalas atau terhempas. setiap hati pernah menjadi utuh. setiap hati ada juga pernah hancur dan tak utuh Tetapi hati bekerja dengan sendirinya, dia (hati) bisa menyembuhkan sendiri. apa kata teman-teman sekolah kita? aku berusaha memberi kesempatan untuk mengulang waktu, apa katanya aku perempuan patah hati, pengkhayal yang tidak tahu diri atau menjadi seorang cewek namun berlogika tinggi? Dia tersenyum, sebelum bertemu denganku pastinya kamu sudah mendengar tentangku, kegagalan-kegagalan dengan mimpiku namun masih bertahan. Iya itu yang aku suka, tetapi lemah dengan perasaan dan lebih tepatnya bodoh? gantian aku yang tertawa. kamu pikir berpindah itu, mudah? Capek...lelah...bahkan terkadang menyerah hanya ditaruh saja dipojokan kamar... Nantinya untuk seseorang yang akan aku miliki atau memiikiku yang sudah diizinkan oleh Sang Maha Pecinta, bahwa aku menerima segala ketidakutuhan hatinya, mungkin sebelumnya dia pernah mencintai seseorang dengan begitu dalam hingga menginginkan dunia mereka bersama hingga menjadi satu, aku juga pernah. Mungkin dia pernah memperjuangkan dengan caranya, aku juga pernah, kita memiliki masalalu masing-masing. Tak perlu saling bercerita, bila tidak ingin, sekedar bertanya aku akan menjawab, bila dia hanya ingin menyimpannya saja di dalam hatinya, juga tidak apa. memang ketika nantinya kita memutuskan untuk bersama, kita harus selesai pada bagian bab sebelumnya. tokoh utamanya hanya kita berdua di part selanjutnya, dengan mimpi-mimpi baru dan pemikiran yang tak sama yang harus kita terima. jadi jangan pernah menyerah ya denganku, bila lelah kita duduk sebentar namun tetap berdampingan ya, istirahat dulu biar kita bisa berlari lagi bersama. Jadi kamu akan menunggu kembali, dan percaya semesta akan membuka hatinya. Pertanyaan atau pernyataan menyerah darinya. Aku tersenyum, senyum yang paling membuatnya kesal saat itu. Tak aku sangka, aku bisa-bisanya menyukai perempuan bodoh seperti ini, tawanya kecil. Walaupun raut wajahnya tak sejalannya dengan gerak bibirnya. Maaf ya, ucapanku malah membuatnya bertambah marah. Kenapa minta maaf, bagiku maaf adalah kesalahan untuk disengaja. Jangan pernah bilang itu lagi, perintahnya! kalau begitu, aku anggap kamu tidak pernah berbicara seperti tadi sebelumnya, dan nanti-nantinya, jangan pernah berbicara seperti itu lagi, menyakitkan untuk seorang teman dengan temannya, lebih menyakitkan daripada tidak mau berbagi keripik saat kita nonton pertunjukan barongsai bersama ketika acara keagamaan beberapa dari teman kita, pintaku! kamu benar, lebih baik diam, daripada kamu bilang maaf ke aku, yang berarti tidak, namun tidak semua orang bisa memendam dengan sempurna dibalik tawanya ketika bersama, begitu juga dengan aku, bila kamu tidak bisa menerima perasaanku, kita juga tidak bisa berteman. Hal ini yang paling tidak aku sukai, perasaanmu mungkin perlu waktu berpindah tetapi tali pertemanan kita sejak sekolah akan putus dan berakhir. kita mulai bukan dengan rasa suka yang saling ingin atau rasa cinta yang ingin bersama, kita bertemu dan mengenal dengan rasa sayang tumbuh dalam pager sekolah. Mengapa harus seperti ini? karena baginya, tiap-tiap orang bisa jatuh cinta dengan mudah tetapi ada beberapa yang sulit mengungkap bahkan melupa. tiap-tiap orang bisa ringan dengan rasa, namun beberapa terlalu berat berkutat ketika disampingnya. jatuh cinta tidak pernah salah tetapi bila ujung rasa tujuannya adalah sebuah kepemilikan, kita harus siap dengan perpisahan. Jatuh cinta tiap orang berbeda-beda, terkadang hal simplenya hanya ingin merasa namun ada yang ingin menjadikannya selalu bersama. Pergi menjadi jawab untuk tidak perlu berharap. Kamu terlalu berkonsep menurutku, konsep kuno yang kamu benarkan tentang, perempuan dan laki-laki tidak bisa berteman? Tidak ada yang salah dengan mempunyai perasaan pada teman sendiri, tetapi apakah kamu siap kehilangan teman baik yang sangat mengerti kamu, bila perasaannya tidak lebih kepadamu, aku tidak pernah inginkan itu. Karena jarang terjadi yang tadinya berteman, ketika mempunyai hubungan dan putus lalu berakhir, tidak akan sama seperti dulu lagi!!! Aku ingat dua moment kedua sahabatku (iyon dan kambing),teman kamu juga di sekolah, ketika keduanya patah hati, aku tidak pernah berani ikut campur untuk memperbaikinya, sekedar cerita aku dengarkan, cuma aku selalu bilang jangan pernah suka aku lebih dari sahabat ya, karena aku tidak ingin kehilangan teman terbaik dengan penuh banyaknya cerita, dan mereka langsung najis-najisin aku, hahahhaha berlebihan tetapi itulah mereka, tidak pernah menganggapku cewek apalagi manis. Dan aku sedikit menjadi tenang. Ternyata benar ya pepatah, terkadang kita menganggap kita bukan siapa-siapa, tetapi diluar sana ada yang menganggap kita segalanya, kita dunianya, kita harapan-harapannya, dan aku yakin suatu saat kamu akan mendapatkan seseorang yang bisa membalas perasaanmu dengan tulus, mempunyai perasaan yang sama denganmu seperti saat ini, kamu hanya perlu menunggu, mungkin sebentar lagi, aku akan doakan. Tetapi untuk ceritaku, ceritaku yang diam-diam, ego tidak sih,tidak ingin sebentar.

Entri yang Diunggulkan

  BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...