Selasa, 06 April 2021
Sudut gelap
kemarin aku duduk di halte bus, sendirian, malam pula...
aku sadar menunggu adalah hal yang paling menjengkelkan, tapi menunggu akan mengantarkan kita pada satu tujuan, tujuan yang kita inginkan.
Aku menunggu kendaraan dengan helm dan jaket yang berwarna senada, katanya 10 menit lagi ya kak, mohon di tunggu. Aku menunggu di halte bus, dengan sedikit warna lampu jalan, redup. Sebenarnya aku lebih takut suara jangkrik diatas tanah rerumputan samping halte bus, dibandingkan nyamuk yang berusaha pamer hidup bebas dengan cara terbang di depan mataku berkali-kali.
aku membalas iya...
Aku berusaha memperhatikan jaket dan helm dengan logo perusahaan itu, diantara kendaraan yang sedang berlalu lalang, ada yang melaju kencang, hingga melambatkan kendaraannya dengan cara menurunkan satu kaki dan mengecek handpone,bukan aku penumpangnya dan bukan juga nomor kendaraan yang sama aku pesan, lama sudah aku perhatikan satu-satu kendaraan yang melintas di depanku, melihat nomor kendaraan yang mencoba berhenti,apakah sama atau tidak seperti yang aku order.
halte bus dan sudut gelap... terasa sempit sesak dadaku, seakan aku harus belajar kembali cara bernafas dengan baik. Aku memikirkan betapa bintang sangat begitu berjasa untuk malam, seakan bisa mengurangi ketakutanku. Apa yang aku takutkan? kehilangan, ditinggalkan, atau sendirian.
Sudut gelap itu mempunyai arti, tidak ingin membiarkan siapapun masuk dengan mudah, karena disana dahulu sempat menyala,lalu redup hingga menjadikannya gelap. Aku sendiri yang membiarkannya tanpa cahaya dan mengizinkan
tanpa seseorang. Dan apa hubungannya denganku yang saat ini sedang menunggu di halte bus?
Aku teringat ucapan teman yang bilang, dia bukan lagi rumah yang dituju kekasih hati yang dicintainya selama ini, kekasih bilang dia sudah sadar salah tujuan, tidak ingin menetap dan ingin kembali pulang ke tujuan yang sebenarnya. Selama ini kekasihnya hanya beristirahat, sekedar melepas lelah tetapi tidak bahagia bersamanya. Dia temanku hanya dijadikan rest area, mungkin seperti halte bus yang sedang aku duduki atau bandara, bisa jadi stasiun transit.
Tidak mengapa kata temanku , setidaknya dia sudah melepas rasa lelahnya dan bersiap kembali untuk melangkah, berhenti sejenak di rest areanya adalah kebahagiaan temanku ,mampu membuatnya merasakan rasa senang walaupun dengan cara sederhana,begitu aku mengutip kata-katanya, namun bagiku kejam ya cinta....
Saat ini ketika masih melihat semua kendaraan melewatiku dan tidak ada yang berhenti di depanku, aku harus tetap memelihara rasa jengkel itu, dengan masih menunggunya. Seperti kamu...mungkin sudut gelap yang kamu ciptakan membuat kamu seperti kendaraan tadi hanya melewatiku tidak berhenti.
Karena kamu bukan seseorang yang aku pesan dengan Tuhan. Kamu tidak bakal datang, kamu tidak dapat mengenali aku sedang duduk dimana, kamu yang tidak sesuai orderan dan tidak memintaku menunggu sepuluh menit atau bahkan lebih, dan kamu tidak akan berhenti di tempat yang kita telah sepakati dalam pembicaraan pesanan tadi.
Mungkin aku yang salah masuk rumah, seharusnya ketika aku masuk, aku langsung menyadari seperti kekasih temanku, bukan kamu yang aku tuju aku terlalu lama berhenti lalu menunggu untuk sekedar mengosongkan hatiku, atau aku harus seperti temanku yang begitu ikhlas, untuk melepas. Baginya pergi bukan kabur, hilang, menghapus atau mengosongkan tetapi kembali.
Beberapa hal indah memaksa untuk berpindah, tidak harus langsung menjadi berubah, Tetapi aku harap sudut gelapku akan kembali menyala untuk menjadi terang, tidak sekedar dijadikan tempat berbagi lelah, tempat peristirahatan semata tetapi juga tempat menetap, tidak akan terlalu paksa koq, hanya ingin dijadikan tujuan dirinya untuk kembali pulang. Jangan kelamaan di halte bus atau bandara, apalagi stasiun, tidak enak tahu, karena akan ada hal yang menjengkelkan yaitu menunggu, entah sekedar untuk pergi atau pulang kembali.
Eh... pesananku sudah datang bukan sepuluh menit tetapi hampir dua puluh menit, aku sudah menghabiskan kopi dingin dengan ukuran gelas besar, dan dia minta maaf karena sudah membuat aku menunggu lama, tidak apa-apa, "Ayo kita pergi karena aku mau pulang"
Minggu, 28 Maret 2021
Buat cerita, yang tidak ingin sebentar
Ada yang bilang
mencintai penulis itu susah bahkan rumit.
apanya yang susah?
bukankah setiap mencintai seseorang, apapun pekerjaannya pasti rumit.
sungguh jatuh cinta itu adalah suatu perangkap antara kenyamanan dan kebingungan.
sangat jelas keduanya bertarung dalam diri kita.
kamu Menulis penuh diam,hanya menebak-nebak saja isi kepalamu. Lalu senyap di telan malam, aku tidak bisa merasukinya walaupun sudah menunggu pagi.
aku hanya tertawa.
seseorang yang berbicara itu, hanya bilang sayang, bila aku tidak menulis kembali, entah metafora sayang denganku atau tidak ingin aku berhenti disini. Seseorang yang dulu di sma di puja-puja banyak teman-temanku dan saat ini malah mencariku dan mencoba bilang sesuatu, ada beberapa kata yang terucap namun tidak pernah akan menjadi cerita.
Cerita kita hanya sekolah dan sma, dimana semuanya indah, ada olahraga, bolos bersama bahkan upacara yang membosankan namun tetap menyenangkan karena seluruh teman-teman berkumpul di lapangan.
Seseorang itu tidak menyangka aku yang dulunya tomboi (hahhaha) katanya, aku bahkan tidak tahu bagaimana cara memakai lipice, kini dia kira aku seorang penjual obat pemutih, bukan pemutih pakaian kan jawabku. Baginya, aku tetap lucu walaupun sudah lama tidak bertemu. Tetapi tidak untuk saat ini, aku seorang yang paling hebat mengingkari janji daripada yang pernah dikenalnya, baginya, begitu ucapnya. Aku tidak pernah berjanji, hanya saja kamu yang berusaha membuatku seolah-olah aku akan datang atau pergi denganmu.
Mungkin kamu benar aku rumit, karena aku menulis, terkadang ada waktuku yang tidak ingin aku bagi pada siapapun, terkadang aku hanya ingin sendiri memikirkan jalan cerita tokohku berjam-jam tanpa membalas wa dan mengangkat telepon, terkadang aku bisa sedih ketika membuka laptop walaupun semuanya berjalan lancar hari itu, yaah harusnya kamu berusaha memahamiku atau jangan berusaha memahamiku, aku tidak pernah akan memaksamu untuk menerima aku seperti ini.
Kita berbeda...sangat jauh bila berbicara kata cinta,
banyak jurang dan rimba. Tak mau aku lalui apalagi sampai masuk kedalamnya.
Aku memang pernah ada rasa namun itu hanya rasa suka berteman, tidak mengerti yang namanya menjalani suatu hubungan. kamu bercerita, ingin rasanya waktu bisa diulang, sebelum lulus-lulusan, kamu akan bilang jujur ada seseorang yang memperhatikanku, lucu bagiku! kita sudah bertualangan sangat jauh dengan mimpi berbeda, dengan beberapa halaman buku yang sudah sampai canada hingga barcelona yang kita bertualang di dalamnya. Aku pun bukan satu-satunya perempuan yang mungkin ingin kamu miliki. Setidaknya masalalu kita masing-masing, yang membuat kita kuat hingga saat ini, kenapa harus diulang? aku tidak ingin lagi kamu berbicara seperti itu,
katamu, andai aku satu-satunya orang yang menemanimu sejak dulu hingga saat ini, ucapannya seperti menyesal, hey...itu tidak akan adil bagi masa lalumu dan masa laluku.
Mengapa sih kamu harus bicara seperti itu, jangan lagi yaa...pintaku.
Confess, bahasa gaulnya anak zaman sekarang yang artinya mengaku. Lega sudah mengaku, Aku bukan orang yang tidak suka dicintai, dan aku juga tidak ingin dijadikan alasan untuk orang lain sedih, namun aku juga tidak ingin memberi lebih untuk hati, yang pada ujungnya akan berjalan sendiri-sendiri.
Bagaimana kalau aku, "sama" denganmu? katamu kembali.
Apalagi aku tidak ingin menjadi alasanmu berubah untuk hal yang belum kamu siapi, saat ini kamu hanya takut kehilangan, takut aku tidak ada lagi dalam ceritamu selanjutnya, kita masih bisa berteman baik dengan perasaan baik lainnya.
Aku tidak berani menjawab iya, karena perbedaan kita mengapa harus dijadikan alasan karena berbeda sihhh, sejak awal kita berteman, kita tertawa, kita bersama dengan yang lainnya, bilang atau tidak bilang, sejak awal kita sudah memiliki keterbatasan kita masing-masing, bila kita sengaja melaluinya, kita harus berani akan resikonya, dan aku tidak berani.
Konsep ganti pasangan atau ganti Tuhan, tidak pernah ada dalam pikirku! karena kita bukan pasangan dan karena rasamu juga datang dari Zat Yang Maha Cinta.
Aku sedang menyukai seseorang, jawabku datar,
dia tertawa, hal klasik untuk sebuah penolakan, seperti dulu lagi, menunggu untuk waktu enam tahun yang tidak pernah datang kembali atau pergi menghilang seperti pelangi? meninggalkan dengan sangat cepat. Ledekannya membuatku sedikit terhibur, bagiku dia tidak sungguh-sungguh atas pembicaraan berat sebelumnya.
Entahlah, aku memang menyukainya, aku senang merawat rasa ini sendirian, sejak perasaan menyenangkan itu mulai tumbuh di hatiku, aku baru mengerti aku bisa senang saja gitu, ketika merasakannya. Walaupun secara diam-diam, bukankah hal yang terbaik saat menyukai seseorang secara diam-diam mengisi kehadirannya tanpa perpisahan, tanpa tanggapan yang membuatnya akan merasa bingung, aneh, pergi lalu menjadi kembali asing, karena aku belum ingin mendengar jawaban tidak darinya.
bodoh baginya, dia tahu ada seseorang yang peduli padaku bahkan berusaha membangun rasa itu bersama, tetapi khayalku mengalahkan hal paling nyata darinya. Masih mau terus begini, mengingatkanku!
memaksakan hati orang lain untuk menerima yang kamu sebut sebuah ketulusan? raut wajahnya serius lebih dari bentuk kepeduliannya padaku.
Memaksakan?
Jelas-jelas dia lebih tahu, siapa yang memaksakan (aku) saat ini?
Tidak semua orang mendapatkan balasan cintanya? dia masih memperingatkanku!
Aku sangat tahu..
setiap orang pernah menjadi cinta pertamanya orang lain.
setiap orang pernah jatuh cinta, terbalas atau terhempas.
setiap hati pernah menjadi utuh.
setiap hati ada juga pernah hancur dan tak utuh
Tetapi hati bekerja dengan sendirinya, dia (hati) bisa menyembuhkan sendiri.
apa kata teman-teman sekolah kita? aku berusaha memberi kesempatan untuk mengulang waktu, apa katanya aku perempuan patah hati, pengkhayal yang tidak tahu diri atau menjadi seorang cewek namun berlogika tinggi?
Dia tersenyum, sebelum bertemu denganku pastinya kamu sudah mendengar tentangku, kegagalan-kegagalan dengan mimpiku namun masih bertahan. Iya itu yang aku suka, tetapi lemah dengan perasaan dan lebih tepatnya bodoh? gantian aku yang tertawa.
kamu pikir berpindah itu, mudah?
Capek...lelah...bahkan terkadang menyerah
hanya ditaruh saja dipojokan kamar...
Nantinya untuk seseorang yang akan aku miliki atau memiikiku yang sudah diizinkan oleh Sang Maha Pecinta, bahwa aku menerima segala ketidakutuhan hatinya, mungkin sebelumnya dia pernah mencintai seseorang dengan begitu dalam hingga menginginkan dunia mereka bersama hingga menjadi satu, aku juga pernah. Mungkin dia pernah memperjuangkan dengan caranya, aku juga pernah, kita memiliki masalalu masing-masing.
Tak perlu saling bercerita, bila tidak ingin, sekedar bertanya aku akan menjawab, bila dia hanya ingin menyimpannya saja di dalam hatinya, juga tidak apa. memang ketika nantinya kita memutuskan untuk bersama, kita harus selesai pada bagian bab sebelumnya. tokoh utamanya hanya kita berdua di part selanjutnya, dengan mimpi-mimpi baru dan pemikiran yang tak sama yang harus kita terima. jadi jangan pernah menyerah ya denganku, bila lelah kita duduk sebentar namun tetap berdampingan ya, istirahat dulu biar kita bisa berlari lagi bersama.
Jadi kamu akan menunggu kembali, dan percaya semesta akan membuka hatinya.
Pertanyaan atau pernyataan menyerah darinya. Aku tersenyum, senyum yang paling membuatnya kesal saat itu.
Tak aku sangka, aku bisa-bisanya menyukai perempuan bodoh seperti ini, tawanya kecil. Walaupun raut wajahnya tak sejalannya dengan gerak bibirnya.
Maaf ya, ucapanku malah membuatnya bertambah marah.
Kenapa minta maaf, bagiku maaf adalah kesalahan untuk disengaja. Jangan pernah bilang itu lagi, perintahnya!
kalau begitu, aku anggap kamu tidak pernah berbicara seperti tadi sebelumnya, dan nanti-nantinya, jangan pernah berbicara seperti itu lagi, menyakitkan untuk seorang teman dengan temannya, lebih menyakitkan daripada tidak mau berbagi keripik saat kita nonton pertunjukan barongsai bersama ketika acara keagamaan beberapa dari teman kita, pintaku!
kamu benar, lebih baik diam, daripada kamu bilang maaf ke aku, yang berarti tidak, namun tidak semua orang bisa memendam dengan sempurna dibalik tawanya ketika bersama, begitu juga dengan aku, bila kamu tidak bisa menerima perasaanku, kita juga tidak bisa berteman. Hal ini yang paling tidak aku sukai, perasaanmu mungkin perlu waktu berpindah tetapi tali pertemanan kita sejak sekolah akan putus dan berakhir.
kita mulai bukan dengan rasa suka yang saling ingin atau rasa cinta yang ingin bersama, kita bertemu dan mengenal dengan rasa sayang tumbuh dalam pager sekolah. Mengapa harus seperti ini?
karena baginya, tiap-tiap orang bisa jatuh cinta dengan mudah tetapi ada beberapa yang sulit mengungkap bahkan melupa. tiap-tiap orang bisa ringan dengan rasa, namun beberapa terlalu berat berkutat ketika disampingnya.
jatuh cinta tidak pernah salah tetapi bila ujung rasa tujuannya adalah sebuah kepemilikan, kita harus siap dengan perpisahan. Jatuh cinta tiap orang berbeda-beda, terkadang hal simplenya hanya ingin merasa namun ada yang ingin menjadikannya selalu bersama. Pergi menjadi jawab untuk tidak perlu berharap. Kamu terlalu berkonsep menurutku, konsep kuno yang kamu benarkan tentang, perempuan dan laki-laki tidak bisa berteman?
Tidak ada yang salah dengan mempunyai perasaan pada teman sendiri, tetapi apakah kamu siap kehilangan teman baik yang sangat mengerti kamu, bila perasaannya tidak lebih kepadamu, aku tidak pernah inginkan itu. Karena jarang terjadi yang tadinya berteman, ketika mempunyai hubungan dan putus lalu berakhir, tidak akan sama seperti dulu lagi!!!
Aku ingat dua moment kedua sahabatku (iyon dan kambing),teman kamu juga di sekolah, ketika keduanya patah hati, aku tidak pernah berani ikut campur untuk memperbaikinya, sekedar cerita aku dengarkan, cuma aku selalu bilang jangan pernah suka aku lebih dari sahabat ya, karena aku tidak ingin kehilangan teman terbaik dengan penuh banyaknya cerita, dan mereka langsung najis-najisin aku, hahahhaha berlebihan tetapi itulah mereka, tidak pernah menganggapku cewek apalagi manis. Dan aku sedikit menjadi tenang.
Ternyata benar ya pepatah, terkadang kita menganggap kita bukan siapa-siapa, tetapi diluar sana ada yang menganggap kita segalanya, kita dunianya, kita harapan-harapannya, dan aku yakin suatu saat kamu akan mendapatkan seseorang yang bisa membalas perasaanmu dengan tulus, mempunyai perasaan yang sama denganmu seperti saat ini, kamu hanya perlu menunggu, mungkin sebentar lagi, aku akan doakan.
Tetapi untuk ceritaku, ceritaku yang diam-diam, ego tidak sih,tidak ingin sebentar.
Sabtu, 27 Maret 2021
SeAamin dan Seiman
SeAamiin dan Seiman
agar menjadi semoga...
Tidak mudah menjadi dekat
lekat dan bersahabat...
Tidak mudah pergi
dan menolak jauh
tetapi bila rasa
saling mengerti
isi hati
adalah jawab
tak bisa kita paksakan
karena sejak awal
aku sudah ikhlaskan
tentang perbedaan
tentang iman
yang tak sama
dan Aamin
yang berbeda
tak ingin berubah
hingga terlalu paksa
sekali lagi
isi hati adalah
jawab diri
tak bisa
saling melengkapi
pergi menjadi
kata henti
menjadi malam
lalu menjelma pagi
tak perlu membenci
karena pelangi
akan selalu menghiasi
hati....
Dalam rentang doa yang sama
dan Aamiin yang sama jua.
Jumat, 26 Maret 2021
Rasa yang memiliki Asa namun tak pernah berani meminta...
Blogy.... Malam ini aku teringat akan perjalanan hatiku ketika menyukai
seseorang. Apa ada yang salah? Tidak. Namun sepertinya aku merasa kalah pada
rasa yang sebelumnya pernah ada. Tidak ada keberanian untuk membangunnya kembali
untuk menjadi nyata. Tujuanku bahagia namun takut berujung kecewa. Kamu tau
blogy, selama bekerja dari rumah, yaah aku pernah dua tahun menjadi freelancer
tulisan bekerja dari rumah namun kali ini berbeda karena virus sedang melanda,
jadi kita semua harus melakukan apa-apa dari rumah. Aku mengenal seseorang,
Entahlah menurutku bisa dibilang dia bagai superstar, berbakat, hebat dan sangat
memikat. Kita panggil saja dia, bintang yang paling terang, Seirios atau sirius.
Aku mengenalnya dari media sosial, karena waktu itu aku sedang mencari ide untuk
lomba, memang dia seorang bintang. Blogy...kamu tau gak
aku tuh merasa bukan diriku, masa nih aku berani reply story nya, aku berani
dm-dm dirinya, yaah aku memang suka karyanya, aku suka pemikirannya, aku suka
sikap optimis dan sifat positifnya dari caption postingan medsosnya. Aku tidak
pernah berharap lebih blogy, aku bisa dekat saja sudah bahagia namun kenapa
makin kesini jadi makin suka yaaahhhh. Blogyyyyyy tolongin aku, aku harus
bagaimana dong, dia tuh bintang yang berada diatas hanya bisa dilihat dari jauh
kan???? oiya yang sempat aku tertarik padanya ketika waktu itu dia bagi-bagi,
spidol copic blogy, nah dulu aku pernah ngomong sama sodaraku, kalau ada yang
ngasih aku spidol copic satu set akan aku jadikan pacar, blogy, hahhahahha. Lucu
yaaa, padahal aku sendiri gak mau pacaran. Jadi aku agak-agak tertarik sama
Sirius, walaupun bukan untuk aku, spidolnya untuk orang lain. Tapi menurutku dia
orang yang baik, tidak harus baik denganku agar menjadi baik di mataku. Dan pada
saat itu aku berani dm dia lagi, modus ya akuh, aku enggak modus koq, aku tulus
mengakui dia seperti itu. Astagfirullah, tidak pernah aku lakukan seberani ini
sama kuning dan penawar rasa (Dua cowok yang aku sukai namun tidak pernah
menjalin cerita). Kuning cowok yang dulu membuatku tidak mau pacaran sama orang
lain, setelah berpisah dari kantor yang sama, aku yakin akan bertemu kembali dan
pada saat itu kuning berhak mendapat hatiku yang selalu menjaga dari hati
lainnya, namun kabar dirinya di jodohkan membuat waktuku makin panjang dari
sekedar menunggunya kembali. Salah satu lagi cowok yang pernah aku suka, dia ku
namakan Penawar rasa, cowok suci yang memiliki batas suci antara kami, bahkan
sekedar melirikku saja ketika pembicaraan peminjaman buku diperpustakaan mesjid
tidak dilakukannya, aku sebagai perempuan tersindir karena aku merasa kurang
cantik untuk ditatapnya, padahal aku sangat tahu dia sedang menjaga matanya bila
menikmati keindahan dengan sengaja. Capek dengan sikapnya yang tidak respon
walaupun sempat beberapa kali ketangkep basah oleh teman-temanku hanya berani
dari kejauhan, namun ketika aku inginkan dia tapi kata Allah, enggak! kita bisa
apa?. Blogy, aku suka serius, tetapi tidak ingin tanggapan lebih, nantinya dia
akan merasa bingung, siapa nih orang tetiba mencoba masuk dalam kehidupannya.
Aku tidak suka terburu-buru, terutama dalam hal perasaan. Namun setelah beberapa
bulan, Sirius mulai membalas pesanku dengan beberapa kata, walaupun belum
menjadi kalimat namun mampu membuatku melompat-lompat. Nah, mulai saat itu aku
mulai kecentilan, berani dm dan berharap penuh respon darinya. Blogy aku yang
berani duluan membuka obrolan, aku tau Sirius pasti sibuk dengan kegiatannya,
makanya aku tidak akan marah apalagi kecewa bila tidak di respon. justru kalo di
respon, malah aku banyak berharap. Blogy, tadinya aku pikir hatiku tidak akan
bisa bergetar kembali, tidak mau jatuh cinta lagi, aku hanya mau bila ada yang
mau sama aku, aku akan belajar mencintainya, yaaahhh walaupun dalam kamus aku,
tidak ada mencintai hanya sepihak, bertepuk hanya sebelah, karena prinsip cinta
adalah take and give, memberi dan menerima (Mencintai dan dicintai), bukan hanya
salah satu. Namun menyebut namanya saja sudah bisa membuat aku tersenyum.
Sebenarnya ketika mengetahui dirinya suka telat bahkan lupa makan, aku tidak
suka. Takut dirinya sakit nanti dia tidak bisa berkarya lagi, tidak menjadi
senang lagi, aku tidak senang bila dirinya tidak senang. Namun siapa aku yang
mengingatkan dia makan, alarm handponenya kurasa lebih beruntung daripada
diriku. Tapi aku yakin, dia baik saja sama aku, yaah memang dia orangnya baik,
blogy, ramah dan sopan, dia yang ganteng pasti punya kriteria dan standart
sendiri, apalagi circle pertemanannya sangat luas. Enggak salah dong aku
menyukainya, tapi aku takut sampai di level aku mengharapkannya, aku tuh susah
suka, dan move on sama orang, kecuali dia sudah berjodoh dengan orang lain atau
dia punya orang yang dicintai. Aku takut kebaikan dan ramahnya aku salah
artikan, padahal dia biasa aja. Dia ketiknya pakai jari aku bacanya pakai hati.
Blogy kenapa sih aku bisa suka sama dia, aku tau gak ada yang bisa mengatur
perasaan kita selain Allah, aku mau kembalikan rasa ini agar aku tidak terlalu
berharap. aku bisa ngobrol dan dekat saja sudah senang. Dia introvert blogy,
susah yaa, mendekatinya aku kadang takut salah di depannya, tapi dia kan bukan
guru matematika, yang akan menghukum orang bila salah. Oiya blogy Sirius punya
kucing lucu banget loh, matanya tuh tajam banget dan kelakuannya suka bikin
gemeuuss, makanannya juga aneh, hahahahah. Aku tuh liat cowok yang sayang
bintang apalagi kucing punya nilai plus banget di mata aku, apalagi kalau tuh
cowok bisa masak dan aku bisa makan, hahhahah. Blogy bantu aku yaaa, agar aku
tidak terlalu mengharapkannya, oiya dia juga virgo loh blogy, kurang lebih ada
beberapa sifatnya yang hampir sama kayak aku, jadi aku merasa enak aja gitu suka
menganggapnya sudah kenal lama, hehhehe (Halu yaaa akuhh). Tapi kemaren-kemaren
aku agak senang, aku bisa komunikasi sama dia, dia yang sudah punya nama namun
tetap ramah, dia yang tampak sangat hebat namun masih mau balas dm chat aku,
kita ngobrol, asyik juga walaupun belum pernah bertemu, cuma aku enggak berani
berharap kejauhan, yaah walaupun kejauhan aku akan muter balik, putar baliknya
itu loh yang susah bahkan sering gak bisa karena belum tentu mudah. Jadilah diri
bila menyukainya, selalu mendoakannya, mendoakan orang-orang yang dia sayang dan
yang menyayanginya, tidak mau kan, dia tidak senang, karena kalau dia tidak
senang aku juga tidak senang, kadang sulit yaa Blogy, menyukai orang yang
disukai banyak orang.
Sabtu, 09 Maret 2019
De JAVU
Reuni Sma tanpa dirimu. Aku sudah tahu bahwa kamu tidak akan datang, bahkan sekedar pesan singkat disetiap ulang tahunku setelah kita lulus Sma, juga tidak akan terkirim. Tidak akan ada sebuah kejutan manis atau sekedar nyanyian dengan tiupan angin, yang semakin menyamarkan suara tulusmu dari kejauhan malam.
Aku juga sudah tahu, kamu tidak akan pernah mengingat aku lagi, sama aku juga berbuat demikian. Selama empat belas tahun ini, aku memang sengaja mengosongkan ruang dihatiku. Biar nantinya aku tidak akan sedih kembali ketika mengingatmu. Namun sepertinya aku gagal, sama seperti tahun baru pertama kali tanpa dirimu.
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan ketika menginjakan kaki pertama kali lagi di sekolah ini, tetapi yang pertama adalah, memohon maaf kepadamu. Aku mengenalmu dihari pertama aku memakai rok abu-abu. Dan kita sekelas di kelas satu-enam, kita duduk sederet vertical namun beda barisan. Walaupun kita berbeda jurusan didua tahun terakhir berikutnya. Namun kamu masih saja setia menungguku, selama tiga tahun, selama kita masih bersekolah, kita tidak pernah absen pulang bareng kecuali memang hari libur sekolah.
Aku ingat, kita selalu pulang sekolah, berdua berjalan menyelusuri Glodok, kadang bertiga dengan helda teman smpku dan sekelas denganmu didua tahun terakhir, tapi keseringan kita jalan berdua. Karena sekolah kita tidak jauh dari pusat perbelanjaan Elektronik di pasar Glodok. Kita berjalan melewati toko kaset bajakan, buku-buku bekas loakan, hingga pengobatan dengan meminum darah Ular, dan ada juga manisan salak yang dibumbui cabai.
Kamu selalu berhenti ditempat kaset lagu mandarin dan aku duduk tidak jauh dari tempatmu, membaca komik bekas dilapak loakan buku-buku.
Terkadang kita memperhatikan para lelaki dewasa sedang menawar satu-dua ular dalam box kaca dan ada juga yang langsung duduk sambil menikmati minuman dalam cangkirnya. Dan setelah itu kita menelan ludah bersama.
Yang tidak pernah kita lewatkan lagi, aku membeli minuman susu kacang kedelai dan kamu selalu membawakan manisan salak dengan bumbu cabe yang bisa membuat bersin ketika mencobanya.Dan kamu juga selalu bilang ke abang penjual susu kacang kedelai, “Bang, susu kacangnya dicampur dengan sari kacang hijau” Aku tersenyum karena kamu memang selalu tahu yang aku suka.
Oiya, aku ingat disana ada satu orang peramal wanita lengkap dengan kertas dan koin-koin bergambar, yang kita berdua tidak tahu apa maknanya. Kita pernah kesana dengan permainan yang menyenangkan bukan mempertaruhkan nasib kita. Yang aku ingat katanya “Kalian berdua akan menjadi orang sukses” Kita hanya meng-aminkan saja, kita menganggap itu salah satu bentuk doa darinya, bukan mempercayai ramalannya.
Aku juga ingat, Kamu selalu mengantar aku pulang, walaupun tidak sampai rumahku. Hanya sebatas Angkot 41 jurusan Glodok-Grogol. Terkadang kamu ikut naik kedalamnya hingga penumpangnya penuh, kamu baru turun menuju angkotmu yang berwarna merah. Lucu aku melihatnya dan aku senang kamu selalu melakukan itu selama tiga tahun kita sekolah, tiga tahun kita bersahabat.
Kamu ingat tidak,?
Pak sopir sampai kesal denganmu karena kamu tiba-tiba keluar ketika angkot sudah mau jalan. Hilanglah patokan 4-6 (baca:Empat-kiri dan Enam-kanan) versi pak sopir. Dan itu berarti angkotku masih belum memenuhi syarat untuk melintas.
Dan Kamu dengan tenangnya masih berdiri dipangkalan Ngetem angkot yang aku naiki, Kamu masih belum beranjak dari sana hingga angkot aku jalan. Oiya jam warna putih yang menunjukan jam tiga sore masih ada loh, dan abang mie ayam sekarang ada temannya ibu-ibu jualan jus, ada keinginanku mencoba jus jambunya, tapi tidak aku lakukan karena kamu tidak ada. Hadi, kamu membuat aku kangen dan kamu memang sahabat terbaikku!
Walaupun banyak yang bilang kamu pacarku, aku tidak tahu pengertian pacar saat itu seperti apa? tapi yang jelas kamu memang harus seperti itu, harus sayang sama aku, harus baik sama aku, karena aku tidak mempunyai kakak laki-laki dan abahku juga bekerjanya berlayar, jadi sudah sepatutnya kamu memperlakukanku dengan baik.
Aku ingat saat kamu menungguku dihari jumat, karena hari jumat kita berbeda cara ibadahnya, kamu kebaktian dan aku sholat jumat. (Sholat jumat di sekolahku memang anak-anak cewek wajib ikut sebagai nilai tambahan agama, karena disekolahku yang beragama islamnya sedikit).
Kamu sampai dibentak bahkan diusir tidak boleh menunggu aku disana, sama ketua kelas kita waktu dikelas satu, emang dia sok iye orangnya. Aku ingat, kamu dengan gagah berani, bilang: “Mau pulang bareng thosay” hehhhe aku tertawa melihatmu. Tapi aku juga suka membantu kamu membawakan perlengkapan ibadah kamu kan, jadi kita adalah tim yang kompak. Bahkan aku selalu mengaminkan ketika dirimu mau dipilih sebagai ketua agamamu disekolah, dan ketika kita makan di kantin, kamu selalu mengambil sendokku, supaya aku terlebih dahulu berdoa, dan kamu sempet-sempatnya belajar doa mau makan untuk mengingatkanku, entah kamu belajar dari mana?
Yang aku tidak suka kamu selalu memegang kepalaku dan mengomentari rambutku, katamu andaikan rambut aku panjang pasti akan bagus dan aku bertanya lagi, memangnya mempunyai rambut pendek jelek? enggak hanya saja lebih mirip cowok. Dan kita tertawa.
Sebenarnya aku mau panjangin rambut biar mengetahui apakah perkataanmu memang benar, tetapi keesokan harinya kamu berkata lagi, jangan rambut panjang, nanti cowok-cowok pada enggak takut sama batosay, hahhahahaha.
*****
Di Reuni ini, selama empat belas tahun ini, aku mencoba mengingatmu dengan senyuman bukan kesedihan, selama empat belas tahun ini “Aku baik-baik saja” Begitu ketika kau pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya. Di penghujung tahun di akhir tahun kelulusan kita. Aku berusaha menyambut tahun baru setelah beberapa hari kepergianmu, namun hampir setiap tahun aku meminpikanmu dengan wajah yang resah, apa kamu tahu terkadang aku merindukanmu.
Aku bertemu dengan Ovin dan katanya, mengapa aku tidak datang dipemakamanmu? Aku tidak tahu kabarmu, setelah kita lulus, kita terputus komunikasi, aku mendengar kabar setelah kamu dikremasi dan betapa aku sedih mendengarnya aku menyesal tidak melihatmu, tidak menemanimu disaat kamu kesakitan, kamu tidak pernah curhat apapun, kamu selalu membuatku tersenyum, dan aku sahabat yang tidak baik untukmu.
Aku mengetahui kamu sakit dari Ovin, teman sebangkumu, katanya kamu memiliki sakit Jantung! Dulu aku selalu bertanya, kenapa telapak tanganmu selalu basah, kenapa kamu tidak suka basket, yang sebenarnya posturmu bisa membuat tri point berkali-kali untuk menciptakan kemenangan.
Ketika kamu suka membawakan aku buku Astronomi di istirahat jam pelajaran kedua, ketika kita sedang di perpus, kamu selalu membahas, “Apakah Virgo dan Aries, bisa bersatu,?” Dan aku jawab “Enggak bisalah, kan kejauhan, Virgo ada di September dan Arie ada di bulan Maret” kamu mengerutkan dahi dan mulai berfilosofi tentang kebintangan “Hanya enam bulan doang” Jawabmu dan aku mengangguk setuju saja sambil tertawa.
*****
Hari ini di sekolah ini, di perpustakan ini, buku-buku Astronomi itu masih ada. Ovin pun ikut reuni bersamaku. Hanya kamu yang hilang. Aku pulang reuni, jalan kaki menyelusuri pasar glodok, tukang kaset lagu mandarin itu masih ada, entah ada hubungan erat atau tidak dengan penjual kaset sebelumnya, empat belas tahun lalu.
Buku-buku komik itu masih berderet tukang dagangnya, bahkan sepertinya bertambah ada beberapa lapak loakan. Dan warung yang menjual darah ular juga masih ada. Kalau aku tahu salah satu khasiat darah ular untuk pengobatan jantung. Mungkin aku akan menarikmu duduk bersamaku dan kita mencobanya bersama, walaupun kita akan mual-mual bersama juga. Tetapi alasannya seperti apa yang aku mau, kamu sudah bahagia disana dan hanya menyisakan kenangan untukku.
Dan penjual manisan salak, tidak hanya menjual manisan salak saja, lebih banyak lagi buah-buahan yang di jadikan manisan, aku tetap suka manisan salak walaupun aku bersin sebelum melahapnya. Hari ini aku juga membeli minuman susu kedelai, dan ternyata si abang penjual mengingatku dan bertanya, “Neng, susu kacangnya saja atau atau di campur dengan sari kacang hijau?” Aku terdiam dan menahan tangis,
“Campur bang, es nya sedikit” Jawabku mengeluarkan uang lima ribu untuk membayarnya. Entahlah abangnya merngingatku atau banyak yang suka mengoplas minuman itu, Katamu sih lebih tepatnya aku tidak mau rugi mencoba keduanya walaupun banyak yang bilang aku aneh mencampur minuman yang memiliki rasa sendiri-sendiri.
Kamu juga tidak mau rugi, kamu juga termaksud membeli siomay tetapi kamu selalu memesan tahu, alasannya karena selalu ada siomay dibalik tahunya. Huhu Dasarrrrrr…..
****
Aku naik angkot 41, untuk pulang kerumahku. Namun kali ini sendirian, De-Javu ada dirimu duduk dipojok angkot dengan seragam sma sambil tersenyum, seperti biasa aku duduk dibelakang pak sopir, tidak begitu lama angkot mulai jalan, berarti sudah penuh dengan penumpang 4-6.
Ku tenggok ketempat pangkalan angkot ngetem, aku kehilangan dirimu. Aku kehilangan bayangmu. Aku merindukanmu. Kenangan itu kembali lagi, Dan saat ini Hatiku tidak baik-baik saja!.
Terakhir aku memimpikanmu, kamu bilang kamu sudah mempunyai bidadari disana dan kamu tersenyum didalam mimpiku, Hadi maafin aku ya, yang egois, aku yakin kamu tulus sayang sama aku sejak sma, kita tim yang kompak, kita seperti kakak dan aku adik yang tidak lebih tinggi daripada ketiakmu, dan aku tidak ingin melupakanmu, walaupun kamu tidak ada dibagian kisahku kini, aku akan selalu merindukanmu terutama ketika aku ke glodok, tidak ada yang berubah. Yang tenang disana ya. Kamu harus bahagia, Inshaa Allah aku bahagia ketika mengenangmu.
*******
Selasa, 08 Januari 2019
Selamat ulang tahun blogy..... kamu akan terlahir menjadi buku... (I am promise)
Selamat ulang tahun Blogy-ku...
cup---cup.....cupss...cupsss.....
Aku enggak tahu nih blogy, kamu sudah berapa lama lahir dijaringan internetku dan kamu sudah berapa banyak makan koutaku, hhehhehhhe
maafkan emakmu ini, padahal aku yang selalu curhat enggak jelas.....
Blogy kan banyak kisah ya disini, banyak kenangan entah itu pemikiran atau kesedihan. tapi aku mau tulisan tentang pemikiranku ter-upload dalam media cetak dan kamu akan lahir sebagai buku. Aku sudah punya link penerbitan indie dan aku mengambil beberapa cerita yang menarik diblog kamu ini, untuk dibukukan.
sebenarnya aku ingin menulis tentang cowok. Wajar ya cewek, nulis tentang cowok bukan yang jelek-jelek juga tapi karena hampir semua cewek bilang "SEMUA COWOK SAMA AJA" tapi tidak untukku... bagiku semua cowok tidak ada yang sama. kemungkinan terbesar karena makhluk yang bernama cowok menggunakan logikanya jadi semua cowok yang menggunakan logikanya akan berbuat sama untuk pengambilan keputusan.
Bagi aku cowok itu penuh warna, tidak mudah ditebak maunya, walaupun kita berkali-kali dekat dengan makhluk yang sama, yang bernama cowok tapi pasti ada bedanya walaupun sih cowok itu suka dikatakan sering menggunakan keahlian berkata-kata singkatnya sering dituduh pembohong? ya harus bohonglah demi keamanan dunia cewek (jangan terlalu berat ya bacanya, just kidding-maafkan hanya pemikiranku saja).
masakan asin harus bilang tidak, dandannya lama harus tahan menunggu dan yang lebih parah apabila mood PMS (haid) yang naik turun, cowok harus punya kesabaran ekstra dan jangan terlalu jujur pada saat cewek seperti itu.
Jadi aku akan menulis tentang cowok yang penuh warna karena semua cowok di dunia ini tidaklah selalu sama. aku mau menulis KUMCER (kumpulan cerpen) tentang lelaki : lelaki hujan, lelaki awan, lelaki jam 7 pagi, lelaki bayangan, lelaki penjaga musolah, lelakinya penyayang, dan masih banyak lagi.
dan aku juga ingin membuat novel tentang penyembuhan: semacam "How-To" tetapi tidak semua psikologi, lebih tepatnya setelah move-on. Karena Move On tuh susah tetapi nanti kamu akan rasakan dirimu lebih dari yang orang kira, setelah kamu bisa berdamai dengan kesedihanmu.
menurutku, sedih dan bahagia kita yang mengaturnya, mengapa begitu?
Iya karena otak kita memberikan perintah kepada hati untuk menjalani hari ini seperti apa yang kita inginkan. bahagia dan sedih tidak abadi, maka nikmatilah, rasakanlah dan tetaplah menjadi pribadi yang menyenangkan setidaknya untuk dirimu sendiri.
Kapan kita memberi hadiah kepada diri sendiri? hadiah sebuah ketenangan. kedamaian dan rasa syukur. Akupun belum namun kita sama-sama ya Blogy....^^
Blogy aku lagi sibuk mau bikin hijab sendiri dengan desain dan brand sendiri, Aku juga sedang belajar jahit dan desain baju muslimah, hehehhe walaupun nulis tetap dalam hati dan Inshaa Allah aku jalani juga. Blogy, aku mau juga bikin produk buat charity (semoga project sosial ini) bisa disegerakan. Ya Allah mudahkanlah semuanya, Aamiin.
Namanya juga manusia banyak maunya, aku juga masih melamar pekerjaan ditempat lain (doain ya dapat yang bagus). semoga keluar dari kantor lama dan belum dapat kerja lagi, aku bisa mencicil satu persatu. Habis adikku lulus nanti aku mau jadi entreprenuer sejati dan freelance nulis.
soal jodoh aku pasrahkan kepada Allah. Entahlah apakah aku masih bisa jatuh cinta lagi. tetapi menikah bukanlah hanya persoalan tentang rasa yang sama-sama kita punya, tetapi membangun sebuah rumah dan tangga. ibadah terpanjang dan terlama, entahlah kalau jodoh aku tidak punya gambaran, kalau impian aku mau bentuk seperti apa dan gimana kedepannya, aku tinggal bilang deh ke Allah Subhana wa taala.
jodoh juga tetap aku pinta namun rasanya tidak ingin prioritas, entah aku suka kecewa memiliki rasa atau memang aku tidak percaya kepada rasaku. Aku hanya berdoa yang terbaik siapapun itu yang aku dapatkan inshaa Allah pilihan Allah, dan siapapun yang nantinya aku jadi makmum pribadinya, semoga dia sabar dengan diriku, pemikiran dan sifatku yang banyak impian namun suka mood-moodan.
Aku percaya Allah menjagaku, Allah mendengar doaku. Aku tahu semua manusia di dunia ini mencintai Allah dan Nabi Muhammad Sallalahhualaihi wa sallam, tapi yang jadi pertanyaannya, apakah Allah mencintai kita? seperti apa dan harus bagaimana biar Allah mencintai kita.
Selama ini aku cinta makhluk ciptaannya, dan terlalu geer Allah mencintaku, tapi bahkan dalam doaku sendiri aku jarang mengungkapkan rasa cintaku kepada Allah, dalam perbuatanku apa yang aku lakukan apakah Allah senangi? apakah mengundang rindu Allah dalam bacaan solat yang hanya itu-itu saja. aku kepedean Allah cinta aku, bahkan ungkapan cinta dalam lima waktuku saja aku sering terlambat.
Back to Hijrah......back to mimpi lama dan semangat yang harus nambah kalau perlu 1000 per 100 persen.
blogy.....tetap bareng ya samapai kamu lahir jadi buku, tanpa menjelekkan siapapun tanpa minta pembenaran apapun, tanpa ada rasa apapun ketika kembali menceritakan masa lalu.
Wanita...cewek.... adalah makhluk yang suka mengulang-ngulang, bukan karena saat ini tidak bahagia, bukan karena ingin kembali kesana, bukan juga menuntut atas rasa dimasa lalu, tetapi hanya ingin tetap ada kenangan itu baik atau buruknya, sebagai pembelajaran dan perjalanan yang harus dilewati, dan dia akan tersenyum manis ketika mengingatnya, karena dia sudah berani maju satu langkah didepannya.
Oiya blogy, aku belum tahu nih, kamu itu berjenis kelamin apa ya? cowok atau cewek? kalau cewek pasti ribet kalau dicurhatin dan takutnya kamu ember, bilang-bilang yang lain. tapi kalau kamu cowok, kamu pasti enggak bakal paham curhatan aku selama ini. Huftt jadi bingung, yaudah kamu itu kucing aja ya, kucing jantan bukan kucing garong, dan berjenis kelamin laki-laki, jadi kalaupun kamu ember, bilang-bilang ke yang lain, kata-kata yang keluar dari mulut kamu cuma meong....meong....doang, hahahahhahahaah
bye blogy, lanjut ngetik bikin novel lagi ya.....^^
cup---cup.....cupss...cupsss.....
Aku enggak tahu nih blogy, kamu sudah berapa lama lahir dijaringan internetku dan kamu sudah berapa banyak makan koutaku, hhehhehhhe
maafkan emakmu ini, padahal aku yang selalu curhat enggak jelas.....
Blogy kan banyak kisah ya disini, banyak kenangan entah itu pemikiran atau kesedihan. tapi aku mau tulisan tentang pemikiranku ter-upload dalam media cetak dan kamu akan lahir sebagai buku. Aku sudah punya link penerbitan indie dan aku mengambil beberapa cerita yang menarik diblog kamu ini, untuk dibukukan.
sebenarnya aku ingin menulis tentang cowok. Wajar ya cewek, nulis tentang cowok bukan yang jelek-jelek juga tapi karena hampir semua cewek bilang "SEMUA COWOK SAMA AJA" tapi tidak untukku... bagiku semua cowok tidak ada yang sama. kemungkinan terbesar karena makhluk yang bernama cowok menggunakan logikanya jadi semua cowok yang menggunakan logikanya akan berbuat sama untuk pengambilan keputusan.
Bagi aku cowok itu penuh warna, tidak mudah ditebak maunya, walaupun kita berkali-kali dekat dengan makhluk yang sama, yang bernama cowok tapi pasti ada bedanya walaupun sih cowok itu suka dikatakan sering menggunakan keahlian berkata-kata singkatnya sering dituduh pembohong? ya harus bohonglah demi keamanan dunia cewek (jangan terlalu berat ya bacanya, just kidding-maafkan hanya pemikiranku saja).
masakan asin harus bilang tidak, dandannya lama harus tahan menunggu dan yang lebih parah apabila mood PMS (haid) yang naik turun, cowok harus punya kesabaran ekstra dan jangan terlalu jujur pada saat cewek seperti itu.
Jadi aku akan menulis tentang cowok yang penuh warna karena semua cowok di dunia ini tidaklah selalu sama. aku mau menulis KUMCER (kumpulan cerpen) tentang lelaki : lelaki hujan, lelaki awan, lelaki jam 7 pagi, lelaki bayangan, lelaki penjaga musolah, lelakinya penyayang, dan masih banyak lagi.
dan aku juga ingin membuat novel tentang penyembuhan: semacam "How-To" tetapi tidak semua psikologi, lebih tepatnya setelah move-on. Karena Move On tuh susah tetapi nanti kamu akan rasakan dirimu lebih dari yang orang kira, setelah kamu bisa berdamai dengan kesedihanmu.
menurutku, sedih dan bahagia kita yang mengaturnya, mengapa begitu?
Iya karena otak kita memberikan perintah kepada hati untuk menjalani hari ini seperti apa yang kita inginkan. bahagia dan sedih tidak abadi, maka nikmatilah, rasakanlah dan tetaplah menjadi pribadi yang menyenangkan setidaknya untuk dirimu sendiri.
Kapan kita memberi hadiah kepada diri sendiri? hadiah sebuah ketenangan. kedamaian dan rasa syukur. Akupun belum namun kita sama-sama ya Blogy....^^
Blogy aku lagi sibuk mau bikin hijab sendiri dengan desain dan brand sendiri, Aku juga sedang belajar jahit dan desain baju muslimah, hehehhe walaupun nulis tetap dalam hati dan Inshaa Allah aku jalani juga. Blogy, aku mau juga bikin produk buat charity (semoga project sosial ini) bisa disegerakan. Ya Allah mudahkanlah semuanya, Aamiin.
Namanya juga manusia banyak maunya, aku juga masih melamar pekerjaan ditempat lain (doain ya dapat yang bagus). semoga keluar dari kantor lama dan belum dapat kerja lagi, aku bisa mencicil satu persatu. Habis adikku lulus nanti aku mau jadi entreprenuer sejati dan freelance nulis.
soal jodoh aku pasrahkan kepada Allah. Entahlah apakah aku masih bisa jatuh cinta lagi. tetapi menikah bukanlah hanya persoalan tentang rasa yang sama-sama kita punya, tetapi membangun sebuah rumah dan tangga. ibadah terpanjang dan terlama, entahlah kalau jodoh aku tidak punya gambaran, kalau impian aku mau bentuk seperti apa dan gimana kedepannya, aku tinggal bilang deh ke Allah Subhana wa taala.
jodoh juga tetap aku pinta namun rasanya tidak ingin prioritas, entah aku suka kecewa memiliki rasa atau memang aku tidak percaya kepada rasaku. Aku hanya berdoa yang terbaik siapapun itu yang aku dapatkan inshaa Allah pilihan Allah, dan siapapun yang nantinya aku jadi makmum pribadinya, semoga dia sabar dengan diriku, pemikiran dan sifatku yang banyak impian namun suka mood-moodan.
Aku percaya Allah menjagaku, Allah mendengar doaku. Aku tahu semua manusia di dunia ini mencintai Allah dan Nabi Muhammad Sallalahhualaihi wa sallam, tapi yang jadi pertanyaannya, apakah Allah mencintai kita? seperti apa dan harus bagaimana biar Allah mencintai kita.
Selama ini aku cinta makhluk ciptaannya, dan terlalu geer Allah mencintaku, tapi bahkan dalam doaku sendiri aku jarang mengungkapkan rasa cintaku kepada Allah, dalam perbuatanku apa yang aku lakukan apakah Allah senangi? apakah mengundang rindu Allah dalam bacaan solat yang hanya itu-itu saja. aku kepedean Allah cinta aku, bahkan ungkapan cinta dalam lima waktuku saja aku sering terlambat.
Back to Hijrah......back to mimpi lama dan semangat yang harus nambah kalau perlu 1000 per 100 persen.
blogy.....tetap bareng ya samapai kamu lahir jadi buku, tanpa menjelekkan siapapun tanpa minta pembenaran apapun, tanpa ada rasa apapun ketika kembali menceritakan masa lalu.
Wanita...cewek.... adalah makhluk yang suka mengulang-ngulang, bukan karena saat ini tidak bahagia, bukan karena ingin kembali kesana, bukan juga menuntut atas rasa dimasa lalu, tetapi hanya ingin tetap ada kenangan itu baik atau buruknya, sebagai pembelajaran dan perjalanan yang harus dilewati, dan dia akan tersenyum manis ketika mengingatnya, karena dia sudah berani maju satu langkah didepannya.
Oiya blogy, aku belum tahu nih, kamu itu berjenis kelamin apa ya? cowok atau cewek? kalau cewek pasti ribet kalau dicurhatin dan takutnya kamu ember, bilang-bilang yang lain. tapi kalau kamu cowok, kamu pasti enggak bakal paham curhatan aku selama ini. Huftt jadi bingung, yaudah kamu itu kucing aja ya, kucing jantan bukan kucing garong, dan berjenis kelamin laki-laki, jadi kalaupun kamu ember, bilang-bilang ke yang lain, kata-kata yang keluar dari mulut kamu cuma meong....meong....doang, hahahahhahahaah
bye blogy, lanjut ngetik bikin novel lagi ya.....^^
Selasa, 25 Desember 2018
doa adalah senjata kita dan meminta adalah kekuatan kita
Hi blogy….
Sebenarnya aku enggak mau kesal dengan orang lain apalagi
dengan temanku sendiri yang kita sering kajian bareng dan satu group dengan tagline
fisabilllah.
Namun sepertinya ide pemikiranku untuk membuat project
(social) walaupun kita belum kelebihan berpunya, tapi kita bisa menciptakan
produk untuk dijual dan uang hasilnya untuk didonasikan, bukan hanya dikoreksi habis dengen segala pemikiran nanti-nantinya akan seperti apa? apakah sudah siap dengan tidak keinginan kita, hilang atau diambil orang.
Ada beberapa yang pro dan
ada yang sampai mengataiku dengan sebutan licik!
aku sampai gak habis pikir
licik seperti apa?
untuk project dalam kategori social. Cari muka sama siapa
lebih tepatnya?
Dijelaskan olehnya jangan hanya karena punya ide tetapi aku
sendiri yang gak tanggung jawab, okeh semua manusia bisa berbeda pemikiran. tapi apakah aku pernah mencuranginya, aku tidak meminta uang mereka aku hanya ingin kita sama-sama pakai tenaga dan mamfaatkan media sosial untuk jualan dan uangnya kita donasikan. walaupun semua bilang go head, aku jadi malas duluan. walaupun aku tau tidak semua niat baik berakhir baik.
Dan
yang satunya lagi menawarkan aku untuk ikut taaruf online!!!!!
whatttt....!!!!
Dibilang aku pasrah, tidak buka
hati, dan tidak mau berusaha dalam mencari jodoh. aku bingung blogy memangnya belum menikah suatu kejahatan?
yang aku tahu menikah adalah solusi untuk kedua manusia yang sedang jatuh cinta, memang sunah Rasullah Sallahuwasalam dan memperbanyak keturunan, tapi apa daya aku tidak mengetahui semua itu.
aku memang tidak tahu siapa jodohku, aku mungkin belum mengenalinya, aku juga selalu meminta petunjuk kepada Allah Subhanna wa taala.
Selain jodoh, dia juga selalu bahas fisik. memangnya gendut sebuah
kesalahan, apa dia tidak tahu kesombongan fisik dirinya yang langsing, menyakiti sahabatnya. Sekarang ada undang-undangnya tentang body shaming loh. baginya gendut nanti tidak bisa dapat jodoh dan sepertinya belum nikah dengan usia kepala tiga keatas adalah sebuah kejahatan
yang harus diberantas.
Mendengar itu aku mau tertawa sejak aku sekolah aja aku memang tidak mau
pacaran, aku punya teman banyak (beragam) tapi pure kita hanya berteman. Mungkin ada yang aku sukai dan terkadang ada yang menyukai tapi kita tapi kita tidak pernah pacaran.
Dan kata iyon aku bego dalam cinta, jalan di
tempat hanya sekedar suka dan mendam. Coz dia pernah posting katanya setiap orang
pernah jadi kembang api untuk orang lain, dan aku kasih love banyak, kata iyon
gue sok ngerti kayak gituan. pertama kali aku pacaran dengan hijau dan terakhir dengan bebek. Okeh mereka yang kini disebut mantan, sebenarnya mereka hanya sebatas persahatan namun lebih tinggi levelnya.
bagiku pacar adalah boleh kepo dan ngatur-ngatur untuk lebih baik. dan tidak boleh macem-macem. bagi si mama sama si abah, bawa pulang cowok waktu masih jaman sekolah adalah hal yang wajar, secara kakaku anak stm penerbangan namun kalau sudah kerja dianterin pulang sama cowok bakal jadi introgasi oleh mamak dan abah.
Aku pernah pacaran dengan hijau dan bebek (dua mantan terindah) tadinya
aku penganut paham tidak mau pacaran dulu, dan waktu jaman sma kan aku lebih mirip tukang bajaj, hehheheh
Jadi aku cuma mau menjaga diri aja (Allah seseungguhnya Yang Maha Penjaga) bukan mau cari pacar atau sok-sok mengenali siapa jodohku? bukan juga nutup hati dan diri, tidak juga.
Tapi aku mau Tanya deh, apa yang harus dilakukan ketika wanita jatuh cinta?
Hijau memang aku suka tapi tidak mau pacaran cuma karena aku selalu digosipkan
dengannya, aku menerimanya tetapi tidak pernah jalan bareng. Hijau pernah
mencium tanganku, tapi aku omelin, aku gak suka dia melakukan itu walaupun aku
pernah suka pada sosoknya,
sampai dia bilang kalo enggak mau aku cium
tangannya, aku harus cium tangan dia(hijau), maaf ya ka hijau, aku cium tangan
sama pak haji (yang dituakan) dan abah aku, memang situ siapa?
Aku pernah jalan sama bebek, aku mungkin kasihan tapi aku
merasa berteman dan gak ada perasaan lebih, justru aku menyakiti hatiku dengan
waktunya selalu menjemputku setiap jarak rumah kerjaan dan dia lakukan dengan ikhlas dan aku
enggak mau nyakitnnya, lebih-lebih aku membohonginya (mungkin kalau dia rajin 5
waktu, mungkin aku mau lanjut dengannya).
Dan belum lama ini ada cowok gilak, dia teman sma yang
dulu sifatnya cool abis, jual mahal, sekarang ngemis-ngemis perasaan ke aku,
aku anggap ini sebuah ujian (karena kami berbeda kepercayaan) aku mau jalan
hanya sama iyon dan kambing, karena mereka sahabatku. Wajar aku jalan berdua
sama mereka, mereka kenal aku dari sma, jeleknya aku dan aku yakin mereka tidak
akan berbuat buruk kepadaku.
Namun dia, seseorang yang harus aku angkat telponnya setiap aku
pulang kerja, yang sudah aku tolak dari
cara halus sampai kasar tidak usah menggangguku lagi, padahal selama ini aku
selalu baik dan ingin menjaga hubungan baik sama teman lama tapi dia psikopat,
aku tidak mau jalan sama dia.
Masa nih dia selalu punya keinginan jalan sama aku, kemana
aja, makan apa saja, dan nemenin aku ngapain aja, pas aku enggak mau jalan
berdua (kecuali bertiga sama dwi, sahabat cewekku dari kelas 2 sma), dia lakukan itu sama cewek lain dan di tag ke fb
biar aku liat. Kurasa dia memang baper, karena
katanya abis nonton film ngenest, mau punya pasangan (pribumi) yang matanya
belo. lah kalo iyon aja kalo ditanya sama teman-teman aku, mau gak sama aku, katanya gak mau, gak memperbaiki keturunan matanya juga
(hahahahahhaahah).
Lain lagi ada juga,
yang kenal fb atau beli buku baper moment (antalogi) yang aku pernah buat
cerpen disitu, yang merasa udah kenal aku banget, dia arsitek yang pernah gagal
dalam rumah tangganya dan memiliki anak cowo satu. Berusaha merayuku, dan berusaha mendekatiku namun mengatai-ngatai sahabatku. Aku sebel masa dia mau traktir makan setelah aku pulang kajian tapi dia bilang masa dia mau sedekah dengan sahabat-sahabatku. aku tuh walaupun udah dewasa untuk kenalan ketemuan berdua saja yaah memang masih takut, tapi wajar gak sih dia bilang sedekah, aku pun tau diri aku tidak suka gratisan dari orang yang punya maksud lebih, karena kita tidak kenal seperti apa karakternya.bukannya aku sombong ya, aku punya rezeki dan sahabat-sahabatku punya gaji masing-masing. Tidak harus baik sama aku hanya untuk menarik perhatianku, baik saja sama orang lain, namun aku juga bisa melihatnya. Bahkan dia pernah nanya nomor wifi di rumahku untuk diisiin
dan mau mengirimkan hadiah dompet wanita dari Palembang. Oh My God. Aku tidak suka dikasih hadiah kecuali ada momentnya yang tepat.
Yang aku ingat iyon pernah membelikan aku boneka babi pakai
gaji pertamanya sewaktu kami lulus sma dan bulan September ketika aku berulang
tahun, dan aku tertawa terbahak-bahak karena aku tidak suka boneka dan aku tidak suka
babi, tapi niat iyon pada saat itu sungguh baik, jadi aku terima dengan
senyuman aneh.
Aku juga ingat aku punya ritual sehabis lulus sekolah, cari kerja
bareng dan kita harus bareng-bareng terus, setiap bulan aku, iyon dan kambing,
jalan bareng dengan traktir gaji kami, dan itu berlangsung sampai aku punya
pacar, aneh menurut iyon dan kambing, “emang ada yang mau sama loe say
(botosai)” ada-lah zigot (ngaku
sahabat,ngatain zigot) aja ada yang deketin, hahahhahahahha. Setelah itu iyon
punya pacar, dan kambing hijrah ke bali.
Punya pacar juga enggak pernah jalan kecuali sama kepompong
(Salah satunya bebek). Kami bersahabat lama dan pacaran sebentar dan sekarang
bersahabat aja, hihihi. Pacaran juga gak jauh beda, malah kita enggak bisa
seasyik dulu yang jalan bareng bersama, jadi sahabat lebih baik.
Kalau dikatakan aku tidak bakal punya pacar, bukan belagu
ya? Aku bisa saja nerima psikopat, yang kalau setiap obrolan pasti selalu bikin
pernyataan. Dan aku tidak menjawab, aku hanya tertawa, dia bilang, gue enggak jelek-jelek amat buat loe
ketawain!
Aku bilang dalam kepercayaan yang aku yakini, komunikasi kita tidak
ada faedahnya, yang penting-penting aja hubungi gue, dia langsung marah dan
bilang “oohhh, berarti kalau kutub utara mencair baru gue boleh hubungi loe
lagi”
Jujur gue aneh, kalau dia pikir aku yang dulu tomboy (lebih
mirip tukang bajaj) dan sekarang feminim, (mungkin sekarang lebih mirip penumpang bajajnya) aku bilang aku sudah hijrah dan kita beda,
dan dia bilang dia lebih suka cewek berhijab apalagi mbak-mbak indomart deket
rumahnya (berhijab). Oh My God psikopat selalu punya cara untuk berhasil. Dan gue orang
yang sudah patah hati, jadi gak mempan untuk kata-kata begitu.
Namun sahabatku lainnya, mungkin khawatir karena aku suka sama
seseorang, yang sekarang sudah menikah takut aku gak bisa move on. Mohon
maaf banget ya Allah, Islam memang mengatur perkenalan dan pertemuan secara
indah lewat taaruf, tapi aku takut.
Tidak ada yang bisa aku tawarkan tentang diriku yang hanya
bisa berusaha dan berusaha memperbaiki diri. Bukan seorang
yang ahli al-quran, sholat-sholat sunah, apalagi punya standart budget beramal,
aku hanya punya ide dan itu saja langsung dimentahkan oleh beberapa temanku.
Mohon maaf bukan masalah taarufnya yang salah, hatiku yang
mungkin belum mempercayai seseorang untuk bareng-bareng melakukan semuanya. Siapa yang tidak menginginkan sebuah pernikahan,
bertemu dan dicintai, melayani dan mematahui, siapa yang tidak mau panen pahala
dengan ibdaha nikah, semuanya pasti mau, tapi yang seperti apa calon imamku?
diriku seperti apa, meminta seperti yang bagaimana? aku walaupun pernah pacaran dua kali dan
tetap menjaga (Engkau sesungguhnya yang Maha Penjaga) tetap salah dalam syariat agama.
aku yang pernah menyukai seseorang diem-diem, patah hati diem-diem dan menyembuhkan
sendirian, harus tetap belajar dan menjadi lebih kuat.
Aku bukan sombong dan sok mandiri, aku bukan pasrah dan
tidak berbuat apa-apa, usaha seperti apa yang layak di lakukan seorang wanita?
Bukankah tidak sama dengan laki-laki yang mengajukan dirinya? Kata mba neng
usaha kita adalah memperbaiki diri dan terus berdoa.
Maafin aku waktu, bukan aku mengundur-ngundur waktu, tapi
aku rasa memang belum saatnya yang tepat bagi Allah, walaupun tidak tahu kapan pastinya. Walaupun
kita tidak tahu apakah ada jodoh di dunia atau tidak? bukankah kita harus tetap bersyukur namun syukur yang seperti apa yang Allah Ridhoi? syukur yang bagaimana ketika kita sudah atau belum menikah?.
Aku bukan tidak mementingkan pernikahan, aku bahkan tidak
mau jatuh cinta lagi. Aku mau membersihkan hatiku, agar nanti bila petunjuk
Allah datang tentang seseorang, aku bisa memberikan rasa yang penuh kembali
karena niat lillah karena ibadah ke Allah.
Mungkin mereka melihat aku sibuk dunia tidak berusaha dan
takutnya aku belum move on dari sebelumnya. Jujur aku sudah mengikhlaskan bila
“seseorang” itu sudah menikah dan bertemu kembali adalah jodoh sebagai kenalan
yang pernah saling kenal. Dan apabila dia sudah menikah, berarti memang sudah
takdir Allah. Aku tidak mau jahat kepada nya.
Jujur aku berdoa untuk keluarga kecilnya yang tingga di
pandeglang, yang sekarang sedang terkena musibah tsunami, tapi
sepertinya baik-baik saja (Alhamdulillah) karena kejadian sabtu malam dan
minggu sore aku melihatnya selesai kajian dua mingguan dan kami saling menyapa dengan baik. Aku tersenyum
dan dia membalasnya.
Sok tegar kata temanku, aku tidak pernah menyalahkan
siapapun atas perasaanku, lagipula dia tidak berjanji apapun kepadaku. Dan ketika dia
bukan jodohku masa aku harus marah, dia pun tidak pernah ada tindakan yang membuat aku
special dimatanya, jadi apa yang aku tuntut darinya? Tidak ada.
Jujur kado
dariku adalah sebuah doa kebaikan dalam pernikahannya.
dalam hati kecil terkadang aku takut mempunyai seseorang yang salah ketika bersamanya, yang harus aku terima keburukan maupun kebaikannya, aku tidak mementingkan harta atau paras, karena aku tidak memiliki itu jua. aku hanya ingin itu pilihan Allah dan dia juga menerimaku dengan segala kekurangan dan pemikiran-pemikiranku yang kadang tidak selalu positif. aku hanya ingin Allah pertemukan kami dengan cara yang baik, yang hatiku bergetar mengenalinya, itu pilihan Allah.
Kalau kata temanku, aku maunya yang spontan, seperti Ftv, aku sama tidak mau bikin scrip ftv karena banyak keajaibannya. aku hanya bisa berdoa, siapapun yang bersamaku nantinya, dia tulus beribadah dan memperlakukanku dengan baik. Aamin
Maaf ya blogy aku jadi menjelekan temanku sendiri, aku resah dan sedih menulisnya. aku sedih aku mau kita bersama-sama hingga jannah-Nya, namun baru ide dimentahkan saja,aku marah. akhirnya aku berdiri sendiri. aku akan melakukannya sendiri dan dengan dua temanku yang mendukungnya, karena aku takut meminta tenaganya, bila dia tidak menyetujui atau ikhlas, aku tidak mau menjalankannya.
Aku bukan sok leader, mungkin ada yang bilang aku keras, selama demi kebaikan aku mungkin aku melakukannya.
terus support aku ya blogy, dalam perasaan yang entah apa kini jadinya. aku ingin mencintai orang lain seperti aku mencintai diriku, saudaraku dan sahabatku.
bye blogy ...^^
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri yang Diunggulkan
BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...
-
Hai blogy, Aku gak bisa tidur, banyak hal yang lagi aku pikirin, banyak hal yang aku kerjain. Sekarang ini kenapa ya aku selalu kepikiran...
-
Blogykuh,... Manis banget kan aku manggil kamu, hihihihi Blogy aku sakit, sudah 4hari gak minum kopi, sebel kan??? Radang, batuk, demam, ...
-
Apa rasanya, jatuh cinta berkali-kali? Pastinya senang, bahagia, dan serasa dihujani jutaan lolipop manis. Hati mudah merasa pada setiap ...