Rabu, 22 Agustus 2018

Jatuh cinta = kehilangan ruang hati yang kosong.



Hi Blogy..... selamat malam dan kamu yang paling setia aku tumpahkan segala tulisan recehku...

Jatuh cinta adalah kehilangan ruang hati yang kosong. Apakah dengan begitu ketika kita patah hati, atau mengetahui harapan kita dengan “dia” tidak akan pernah terwujud berarti ruang hati kita penuh dengan dirinya. tidak juga. sebenarnya diriku tidak mau menulis tentang dia lagi. karena sudah dua tahun yang lalu aku melupakan perasaanku, namun aku bertemu lagi dengannya. Iya dia sudah bahagia dengan pilihannya dan pilihan Allah juga. Dia yang aku namakan ketika itu "Penawar rasa" (Maaf ya. Ya Allah....ampuni aku atas rasaku waktu itu)

Benang merahku dengannya mungkin hanya tersambung sebagai seseorang yang pernah mengenalnya atau bahkan hanya menyukainya saja. Dan sekarang harus bertemu lagi. 
Aku sudah mengikhlaskan dirinya lama ketika dua tahun yang lalu, disaat diriku sudah "Berserah" diatas level pasrah, aku bertemu lagi dengannya. Dengan statusnya yang sudah tidak sendiri lagi. Sedih…menurut sahabat dan saudaraku. Namun aku ternyata sangat lega.  Aku yang mengikhlaskan perasaanku dan aku juga yang mendoakannya (Maaf sedikit riya). Dengan siapapun itu semoga itu menjadi yang terbaik. Kalaupun dengan aku semoga, bersamanya kami menambah kecintaan kami kepada Engkau. Bila tidak semoga Allah memberi kebaikan kepada kita masing-masing.

Pantas saja, dia berani mentapku dengan sangat lama dan dengan penuh seksama mulai dari bawah hingga atas, (hal yang tidak pernah aku sukai pada siapapun yang melalukannya, termaksud dia). 

Malam itu, aku bertemu lagi dengannya secara tidak sengaja sejak dua tahun yang lalu aku memang sudah memutuskan aku tidak mau bertemu dengan dirinya, aku takut ibadahku menjadi tidak tulus, kami tidak pernah bertemu di luar lingkungan rumah ibadah. Dan sekarang kami berkali-kali bertemu dengan unsur ketidak sengajaan. Oohhhh padahal aku sudah lembur kerja pulang malam dan masih harus melalui jalan yang sama dan beberapa kali bertemu dengannya.

Tiap aku hampir kehilangan waktu untuk melaksanankan rutinitas keimananku, aku selalu pergi kesana. Aku menemukan dirinya. Dirinya sekarang yang aku inginkan dulu. tersenyum, melihatku bahkan berusaha menarik perhatianku. Aku menemukan dirinya yang berbeda saat bertemu dengan dirinya lagi. Dan aku berusaha biasa saja tapi tidak teman dan sahabat-sahabatku. mereka mencari tahu bahkan menanyakan statusnya. Oh my God...! gengsiku lebih besar daripada rasa sukaku padanya. 

Aku tahu aku memang sepenuhnya belum menjadi muslimah solihah, tapi untuk mengutarakan isi hati apalagi sampai menodai perinsipku, aku tidak mau. Kalaupun kami bersatu ya pasti dan aku percaya cara Allah yang lebih tepat. Tapi ini temanku berusaha menanyakan kepada temannya, mencatat nomor wa nya. Oh My God... dan ternyata ya tidak sesuai harapanku, mereka takut aku sedih karena mereka tahu aku susah menyukai orang. Walaupun aku sebenarnya mudah tertarik kepada seseorang dengan hal yang kecil. aku bisa melihat dia baik, bukan karena dia berusaha menunjukan dirinya baik, tapi dengan tulusnya membantu orang lain. 

Ya, aku sudah duga, karena kata temannya satu lagi, sewaktu aku membawa keponakan aku yang masih kecil, sewaktu dia menanyakan kepadaku siapa itu, aku menjelaskan bahwa mamanya sudah tidak ada hanya ayahnya yang berprofesi "ustad"  mengajar ilmu agama, dan sekarang di asuh oleh tante-om dan neneknya. Dan kata temannya bila Ustad nikahnya cepat, Oh My God, apakah dia tidak tahu bahwa yang sudah tidak ada itu sepupu aku, dan malah mendukung ayahnya menikah cepat. terlepas dari itu, memang sudah jodohnya dirinya berjodoh dengan pilihan Allah, bukan denganku. 

Apa yang harus aku kecewa, bahkan dia tidak pernah menjanjikan apapun, jadi buat apa aku marah, aku yang selalu berdoa untuk orang-orang disekitarku, orang-orang yang baik padaku, dan semua makhluk Allah lainnya salah satunya termaksud dia. Apa yang harus aku tuntut, aku sudah mengikhlaskan perasaanku sejak lama. Aku sudah berjanji bila ada seseorang yang baik agamanya, aku akan belajar dan mencintainya sampai akhir, apabila itu belum terjadi aku tetap harus menjadi pribadi yang mudah melakukan hal-hal baik kepada diriku dan orang lain.

Patah hati tidak harus membuat kita membenci Anugerah Allah yang bernama cinta, tidak harus iri dengan kisah cinta teman-teman kita, tidak harus berputus asa dalam doa-doa kita. ada pepatah, Orang pintar tidak harus memusingkan masalah jodoh, karena janji Allah pasti ketika menulis tentang kita, di lauhul mahfuz nya. Tapi namanya juga manusia, punya teman manusia lainnya walaupun ada yang seperti malaikat atau non malaikat, ucapan orang-orang seakan menjatuhkan, tapi biarlah, akan ada waktunya mereka berhenti bicara dan bisa melihat kita di ciptakan dengan semua kelebihan dan kekurangan masing-masing. dengan apa yang ingin Allah hilangkan atau berikan, itu hak Allah, yang penting kita selalu berdoa yang baik-baik. 

Namun yang membuat aku berpikir, sahabatku bertanya foto profil wa nya, ada anak kecil cowok yang sudah besar, kira-kira 4-5 tahun, dan foto seorang wanita syar'i. Itu potret keluarga kecilnya, dan sahabat-sahabatku menghitung, Ya ampun itu saat pertama kali aku mengenal dirinya. Sampai aku selalu di ledekin, "Kemaren belum menikah, sekarang anaknya sudah besar" Oh My God. Aku sendiri tidak mau tahu. Tapi yang aku takutkan sewaktu itu aku menyukai orang yang sudah berpasangan. Ya Allah maafkan aku, Aku tidak tahu. Engkau tidak akan menghukum hambamu atas apa yang tidak diketahuinya ya Allah. Maafkan aku ya Allah yang mungkin lebih memperbaiki luar dengan harapan menjadi bulan atas pujian orang lain, harusnya aku mempercantik isiku, agar terus Engkau membimbingku. Apapun rasa yang pernah aku rasakan sebaiknya aku melibatkan Engkau ya Allah.

Walaupun ada temanku yang bilang walaupun tidak secara langsung sih, kalo daerah pasangannya itu adalah kotanya santri dan aku harus liat dulu, jodohmu adalah cerminanmu, iya aku dengan jelas, aku memang belum sepenuhnya menjadi solihah namun aku berusaha menajdi yang terbaik, walaupun aku belum bisa memberi yang terbaik  namun setidaknya aku tidak mau sampai merugikan orang lain diatas kepentingan atau keinginanku. 

Ya Allah...Blogy..... Bantu aku ya, menjadi seseorang yang bisa menerima nasehat tanpa menyelisihnya, yang selalu percaya kerja keras selama ini akan berbuah manis (Khususnya dalam dunia penulisan) dan mimipi-mimpi baruku yang sedang aku rintis. Setidaknya walaupun belum mempunyai pasangan, aku tetap berjuang dan bersaing untuk mendapatkan redha-Nya. 

Aku ingin bahagia dan dalam tanpa pernah meyalahkan orang lain, aku ingin tetap positif  walaupun kerikil-kerikil tajam menghampirinya. Aku ingin Engkau tetap melindungi dan bersamku disaat aku mulai merasa lelah. Terima kasih blogy sudah mau mendengar ceritaku hari ini. 

Jumat, 01 September 2017

Kenalan Mimpi Baru

Hi Blog.....
*peluk..peluk..peluk*
*Cium..cium...Cium*

Sudah lama ya kita tidak saling mencurahkan, Blogy maaf yaa kemaren-kemaren aku sangat sibuk *Sok Keren*

Blog kamu tahu gak, aku senang banget karena aku mempunyai "MIMPI BARU" saat ini, AKU INGIN JADI GURU MATEMATIKA....hehhehehe
Lucu buat kakak dan adikku, karena sejak kecil aku paling kurang di matematika dan aku selalu menganggap Orang yang Jago Matematika adalah orang yang keren, Bokapku, Mengalir ke Ka Eva dan Ella. bahkan semenjak ngajarin Ucok (Adikku) setiap tugas matematikanya aku selalu di salahkan kalau si ucok tidak dapat nilai memuaskan.

Namun bukan hal itu saja yang mendorongku untuk menjadi guru Matematika, tetapi sewaktu aku mendapat kesempatan untuk menjadi guru BIMBA (Calistung) di tempat bimbel aku berkenalan dengan orang-orang pintar. Mereka semua guru.
Aku dipanggil Miss (sewaktu di Kumon juga) aku suka tapi aku iri melihat sekelilingku, Mereka seorang Guru, Matematika, Fisika dan Inggris. Aku ingin seperti mereka. Dan aku ingin jadi guru Matematika.
Aku berusaha membahas soal-soal untuk Uan Ucok. Greet, aku makin cinta pada sesuatu yang sudah sejak kecil aku hindari. Bahkan aku ingin bagian hidupku ada matematika.

Ayoooo semangat :) 

Dilusi



Mimpi itu memang indah..
Dengan bermimpi kita bisa mempunyai semangat dan motivasi untuk mewujudkannya....

tetapi kadang impian, harapan tidak sesuai dengan kenyataan..
Kenyataan jauh lebih sulit untuk kita jalani....
Kenyataan penuh tangisan air mata, perjuangan kerja keras dengan tetes keringat, kesungguhan menggapainya. Namun akhirnya kita dapat tersenyum dengan penuh keikhlasan telah melewati semuanya.

Dilusi semata...

Jatuh cinta itu... abstrak, semu, maya, namun ada. 
Jatuh cinta adalah perasaan yang di miliki setiap orang. ketika cinta berbicara hanya pada satu manusia saja yang merasa. apakah ada perasaan salah ketika kita mencintainya. Cinta tidak pernah salah, orang yang kita cintai pun tidak pernah salah ketika dia tidak merasakan apa yang kita rasa. haruskah aku menyalahkan diriku sendiri? Mungkin sedikit? 
Lagi-lagi kau terlalu takut menyatakan rasamu dan masih bersembunyi dalam rasaku?

Cinta datang dan hadir tanpa kesalahan. tidak ada yang bisa di salahkan atas cinta sendiri-sendiri. saat-saat lalu aku mungkin sedang mengalami dilusi semata karena dirinya, waktu seakan berhenti dimana hanya aku yang bisa merasa ada cinta namun tak bisa ku bagi dengannya. Aku seakan berada di negeri dongeng Cinderella  yang mengharapkan seorang pangeran seperti dia hanya untukku. aku bermimpi, aku seperti putri salju hanya pangeran penuh cintalah yang dapat membangunkan tidur panjangku. Namun semua itu hanya impian aku saja. Aku terbangun dan kudapati senyumnya semakin menginggalkanku semakin lama semakin tidak terlihat lagi. Pangeranku sudah pergi.....

Saat ini aku berada di kenyataan, entah kenyataan pahit atau ini memang kenyataan yang terbaik untukku. Kalau waktu bisa di ulang kembali...ku ingin minta.."aku tidak mau pernah mencintainya, aku tidak ingin jatuh cinta kepadanya" aku terlalu banyak membuang waktuku.
jujur ini salahku dan memang keinginanku.
 
aku menunggu waktu mengembalikan senyumannya lagi. namun kenyataan yang aku dapat berbeda saat ini senyumannya bukan untukku lagi.

sampai saat ini aku tidak pernah bisa membenci dirinya. karena dirinya tidak pernah menyakitiku. namun terkadang bisa saja aku menangis karenanya. 
Mungkin aku akan mencintai oranglain, namun dirimu masih saja meninggalkan cerita!


Senin, 14 November 2016

Jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama...

Apa rasanya, jatuh cinta berkali-kali?
Pastinya senang, bahagia, dan serasa dihujani jutaan lolipop manis.

Hati mudah merasa pada setiap bahasa semesta...
Hari ini aku jatuh cinta lagi?
bukan tak setia, apalagi tak menghargai cinta.

Aku jatuh cinta pada satu orang yang sama,
sejak bayangannya pertama kali ada didalam retina mataku.
Pria berbaju hitam, yang sedang duduk bersandar,
entah apa yang sedang dipikirkannya, '
Aku tak peduli, bahkan aku tak ingin benar-benar tahu
apa yang membuatnya tak memperhatikan hal-hal sekitar.

Mataku menangkap ada resah dalam benaknya,
Ahhhggg...
Aku tak peduli, sangat tidak peduli
yang aku pedulikan adalah rasaku saat pertama kali
dia menatapku.
Entah apa yang membuatnya berpaling dalam resahnya,
apakah Feromonku tercium hingga kealam sadarnya,
yang memerintahkan dia sejak saat itu, memasung bayangku dalam matanya.

tak berani ku menatapnya lama, padahal aku begitu suka memandangnya,
aku takut setelah memindahkan bola mataku ke yang lain, aku akan merindukannya,
sangat..sangat merindukannya...

Waktu terhenti hanya ada mata yang saling menatap, namun perlu kau ketahui sejak saat itu hatiku sudah mulai menetapkan pilihan.
Untuk terus merindukan matamu....
matamu, fenomena Tuhan yang kusadari penuh keindahan...

(Tulisan lama di blog yang lain)
#Rapihintulisandiblog
#DariempatBlogHanyaduayangaktif

Kamis, 10 November 2016

Pemilik Rindu, Penjawab Rindu, Matamu!



Dibukunya, Eka kurniawan, “Rindu seperti dendam harus dibayar tuntas” Namun aku memilih mengumpulkan rindu itu karena pemiliknya, seperti tidak ingin membayarnya. Apalah dayaku dalam setiap pertemuan menginginkan hal lebih dan selalu lebih darinya. Seutas senyumpun tak kudapati dalam pertemuan kami.
Apalah salahku yang telah jatuh cinta padanya, seakan rasaku tidak mengalir dihatinya. Seakan diriku tidak terlalu dipinta dalam setiap pertemuan kami.
Aku memendam rindu itu dan menjadikan kekuatan untuk melupakannya. Menghilangkannya dari dalam pikiranku. Namun terkadang aku ingin tahu sedikit saja kabar tentangnya.
Apakah salah bagi aku yang sudah jatuh cinta padanya.
Tanpa kata aku terlalu berani mengartikan setiap pandangannya yang jatuh dimataku. Terkadang aku senang, seakan aku bisa membaca hatinya dan meramalkan pemikirannya. Namun terkadang aku takut semua itu hanya dilusi yang aku inginkan.
Seperti malam itu, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Namun tetap saja setiap melihat sosok dirinya aku menjadi seperti batu tak bergerak hanya diam memandangnya, dengan begitu, tiba-tiba saja senyumku terukir. 
Bodoh memang, namun begitulah cinta selalu mempunyai hal bodoh untuk ditertawakan. Dan sayangnya dia terlalu pintar, untuk meremukan hatiku dengan sekali tatapannya.
Malam itu tatapannya sangat dalam, entah mengapa aku yang merasa bersalah atas pertemuan kami malam itu. Padahal jelas-jelas aku yang merindukannya dan dia hanya menjadi sebagai pemiliknya saja.
Hatiku bergetar kembali, namun aku begitu takut memaknai keadaan dirinya saat itu. Hingga saat ini aku tidak berani untuk menjawab segala pertanyaanku atas tatapannya yang tidak lebih dari lima belas detik pertama.


#Tulisanlamadikertasbergaris


Kamis, 20 Oktober 2016

Wahai kau yang bernama Malam....
aku tahu dia sedang terjaga malam ini
hanya bisa memandang bulan
dan berharap bintang jatuh


sebagai permintaannya
yang tidak bisa dikatakan kepada siapapun
bahkan suaranya hanya tertahan kelu
dia hanya bisa berdoa

Cintanya tersampaikan
lewat malam
lewat bulan
lewat bintang
menuju jendela kamarnya

Dia berharap dia berada dimimpi kekasihnya itu
bersama memadu kasih
berdua menyatukan cinta
hanya lewat mimpi

Dia tidak pernah berharap untuk terjadi
karena baginya cinta adalah tetap diam
Tak ingin hatinya terluka oleh penolakan
karena seperti bintang jatuh
yang akan melubangi bumi

Begitu juga cintanya yangpenuh harapan
akan jatuh oleh penolakan
dan bisa melubangi cinta dijiwanya

(Untuk seorang sahabat yang berharap harapan itu masih tertinggal padanya)

Minggu, 31 Juli 2016

Lukisan Tuhan bermata cokelat

Dia makhluk keturunan Adam. Berambut ikal hitam dan bermata cokelat. Lukisan Tuhan Maha Sempurna dibalik berakhirnya senja. Iya, aku selalu bertemu dengannya ketika langit  menjelang malam. Matanya yang membuatku tak henti menganggungkan karya Tuhan yang tepat berdiri di hadapanku.
Senyumnya yang mampu menghadirkan pelangi bahkan ketika dimusim kemarau sekalipun. Tawanya yang kecil namun renyah mampu menggetarkan hatiku. Sekali lagi aku tak kuasa berhadapan langsung dengannya. Kakiku seakan tak menapak dan tubuhku begitu ringan hingga aku merasakan terbang melayang mengitari nirwana ketika bertemu dengannya.
Sadarku hilang seketika, entah apa namanya ketika hati dilanda rasa seperti ini?
Cinta...
Benarkah apa maknanya?
Namun ku tak berdaya untuk jatuh cinta. Aku kehilangan semua gravitasi dibumi ini. Langit menjadi saksi hatiku dibawa oleh khayal tentangnya.
Hatiku terikat sudah oleh tatap dan senyumnya. Di matanya seakan aku mampu bercermin rasaku. Namun aku tak dapat membaca hatinya? Apakah sama dengan rasa dihatiku kini? Aku harap Tuhan memberikan tempat namaku di hatinya. Bayangku dalam tatapnya dan senyumku menghiasi malamnya.
Aku harap dia menyadari keberadaanku dan setiap detik pertemuanku dengannya. Hingga pertemuan kami terikat benang merah takdir sebagai pasangan. Bukan sekedar kenangan dari bagian kisah yang harus dilewati. Dan waktu akan menjadi saksi pertemuan-pertemuan kita. Ku harap Tuhan memberikan banyak waktu untuk kita saling mencintai.


Entri yang Diunggulkan

  BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...