Senin, 06 Oktober 2014

Cinta penuh misteri




Hy Blogy...

Blogy, udah lama ya, enggak nulis,bukannya mau melupakanmu nih, Blogy (Jangan sensi ya) karena kamu blogy,udah banyak nyimpan segala rasaku, rasa kesal, marah, benci, sedih maupun senang....
Blogy, sebenarnya bulan-bulan september, bulan ulang tahun gue, bulan yang banyak bikin gue mikir, selain umur yang bertambah (Alhamdulillah masih di beri umur panjang...) banyak hal yang harus gue putuskan untuk diri gue sendiri. 
Tapi, Blogy,jujur ya, selama beberapa minggu kemarin, hati, pikiran dan perasaan gue enggak menentu, terkadang ingin nangis, terkadang ingin marah, tapi semua itu hanya gue bisa pendam sendiri.
Sampai akhirnya gue berada di titik merasa diri gue “enggak berguna?????” (Parah banget) gue merasa harus seperti orang normal (Mungkin menurut sebagian orang gue enggak normal) mengejar mimpi yang enggak akan bisa gue dapatkan!
Iya, gue sudah memutuskan untuk bekerja seperti orang kebanyakan, pergi pagi-pulang malam atau cari pekerjaan tetap (ada beberapa tawaran pekerjaan, namun baru gue jalani sebentar, hati gue meraung-raung) gue mulai membohongi hati gue lagi.
Ya, gue berhenti menulis, gue sedih tapi gue gak bisa cerita sama siapapun termaksud curhat ke kamu Blogy, gue sedang penuh emosi, bahkan gue mencoba berhenti setelah gue berusaha untuk berlari mengejar semua keinginan gue. Gue harus melupakan hal yang selama ini membuat gue merasa berdaya yaitu “Menulis”
Gue hanya mandangi laptop dan semua kertas draft gue, gue menyimpan rapat-rapat clear Holder yang berisi beberapa ide tulisan gue. Gue enggak bisa bohong. Gue nangis tapi hanya dalam hati, gue enggak mau orang lain lihat gue terpaksa melakukannya.
Sebenarnya gue enggak pernah peduli apa kata orang lain apalagi ketika mereka hanya bisa komentar dan enggak pernah tahu apapun tentang gue.
gue tidur sebelum jam sepuluh malam dan bangun jam empat pagi. Gue jalani pagi gue dengan menunggu matahari dan bilang padanya “Kali ini bukan sinarnya yang membangunkan gue”
Biasanya gue tidur habis Isya dan bangun jam 11-12 malam, tidur lagi jam delapan pagi bangun jam 12 siang. Nyokap udah mulai males marah-marah sama gue, dengan kebiasaan gue kalo lagi enggak ada event/kerjaan. Gue memang kalong, hingga lingkaran hitam bawah mata gue, makin menebal (Sebagian lagi memang karena keturunan)  gue bisa tenang nulis ketika malam.
Dan beberapa minggu kemarin gue dapat tawaran kerja cukup menarik (Gaji lumayan dan jam masuk kerja yang lumayan siang) sebagai admin di Tangerang. (Jadi gue harus bolak-balik ,Jakarta-Tangerang)
Disaat gue harus memutuskan sesuatu, Allah Swt Maha Baik, Gue mendapat tawaran untuk menulis. Walaupun bukan menulis Fiksi. 
Dua pilihan, satu kerja tetap dengan gaji yang sudah pasti dan satu lagi memang impian gue Nulis (Walaupun nulis biografi bukan fiksi) dengan Royalti dibayar kalau buku sudah terbit dan kalau-kalau laku/laris (Semoga).
Sumpah ya Blogy, gue merasa gue harus menulis, gue merasa enggak berdaya kalau gue enggak menulis. Dan akhirnya gue memilih untuk menulis dan akan cari kerja partime aja. Karena mungkin, kesempatan menulis, enggak akan datang dua kali. tapi ada ketakutan terbesar dalam diri gue untuk menulis tokoh yang berpengaruh. Tapi gue pikir mungkin ini sudah Jalannya dari Allah Swt untuk gue, gue harus berani, belajar dan mencoba.
******

Blogy....
Setiap orang punya mimpi ya, tapi hanya beberapa orang yang bisa mewujudkannya, bukan karena keberuntungan atau kekayaan yang dia miliki tapi karena kerja keras, keyakinan, dan Doa.
Gue punya mimpi jadi penulis fiksi seperti Dewi Lestari (Dee),tapi datang kesempatan nulis lain
Kadang gue pernah berpikir kenapa gue enggak bisa seperti teman-teman dan sahabat-sahabat gue yang punya mimpi lain.
Gue ingat, gue punya sahabat 7 orang di Smp, kita satu Genk dan kesemuanya sudah nikah dan punya anak, malah ada yang mau punya anak ke dua, kecuali Gue. Terkadang kalau bertemu nyokap-nyokap mereka, gue selalu di tanyain “Kapan nih?” dan sahabat gue Cuma bisa tertawa melihat gue menjawab dengan cengiran kuda, hehheh
Gue merasa senang semua sahabat gue bahagia dengan anak-anak mereka, terkadang mereka marah-marah, bilang pusing, terkadang ada yang iri sama gue karena masih sendiri (Harusnya mereka bersyukur ya, sudah memiliki orang yang mencintai dan di cintai) Kalau gue sih, dibilang iri enggaklah (Karena mereka orang-orang yang pernah bersama kita,melewati masa-masa sekolah yang bt, pusing, mumet, dan badung-badung kecil waktu remaja)
Kenapa ya, gue enggak bisa seperti mereka, malah sahabat gue yang waktu Smp, dekat banget sama gue, sampai bilang begini “Ini dia, sahabat kita yang satu ini, Aneh?” Busetttt gue dibilang aneh????
Aneh, karena masih aja hobi menjomblo sampai sekarang. Jomblo koq dibilang Hobi. Gue selalu percaya Jodoh itu yang mengatur Tuhan, kita tidak bisa memaksa Tuhan, kita hanya bisa meminta. 

Blogy, soal perasaan aku juga bingung. Jujur ya, Blogy, saat ini ada seseorang yang aku pikirkan. Entahlah apa dia juga memiliki perasaan yang sama. Blogy kalau boleh jujur, aku takut jatuh cinta. Mengapa karena aku takut sakit. Blogy, cinta itu memang penuh misteri, ya? Atau aku akan cinta sendirian lagi?
Awalnya aku kagum namun tidak pernah mau memikirkannya karena takut kalau aku memikirkannya aku akan terus mengingatnya.Tapi kata-katanya yang terkadang pas banget sama keadaan yang sedang aku alami. Apa itu namanya Konsfirasi alam semesta?
Kadang aku bisa semangat lagi, bila membaca kata-kata. Dan terkadang kalau aku sedang tidak dianggap sama orang lain, padahal sudah melakukan yang terbaik, kata-katanya aku jadikan mantra sakti biar aku tidak marah. Ya, gimana walaupun hanya kata-kata yang menurut sebagian orang itu gombal, tapi aku yakin, tidak ada satu ucapan baik yang terlahir dari hati yang tulus. Ya, begitu juga kata-kata, walaupun hanya tertulis tapi bisa mempunyai makna besar untuk mempengaruhi seseorang menjadi lebih baik lagi. Apalagi yang aku suka adalah “Cukuplah Allah Swt yang mengenalimu lebih dari siapapun, jadilah jantung yang letakan didalam tetapi terus berdenyut dan menebar mamfaat, hingga Allah Swt yang memberhentikannya”
itu, yang selalu aku ingat. 
Tetapi aku takut bila menyukainya, maka aku akan mencintainya. Blogy, aku itu tipe orang yang “Susah jatuh cinta dan susah juga melupakannya” aku itu Virgo Blogyy, jadi setia gitu deh (Hahhahah, Pede bingggiiitttt...)
Blogy, tapi aku juga enggak berharap dia juga suka sama aku, karena kami benar2 enggak pantas. (Dia pantas mendapatkan cewek yang jauh lebih baik dari aku, jauh lebih baik lagi dariku) Mungkin aku hanya bisa mendoakannya agar dia mendapat orang baik, yang perhatian, sayang dan taat kepada Allah Swt (Begitu juga sebaliknya, hehhehhe). Aku mencintai Allah Swt tapi sampai saat ini aku belum juga taat akan kewajiban wanita (muslimah). Maaf ya, Ya Allah...
Blogy tapi gimana dong, aku juga enggak bisa bohong kalau aku memang agak2 menyukainya, tapi aku harus segera sadar bahwa kami sangat berbeda. 

Aku hanya bisa titipkan rasaku untuknya kepada Allah Swt, agar menjaganya, kalaupun kami berjodoh semoga ada jalan terbaik untuk kita berdua. tetapi bila kami memang ditakdirkan sebagai teman/sahabat semoga, persahabatan kami membawa kebaikan untuk kami masing-masing.
Karena hanya Allah Swt, Maha pemilik rasa apapun, dan mampu menciptakan rasa apapun di setiap hati para hamba-hambanya. Karena aku takut jatuh cinta, maka aku selalu berdoa agar “aku jatuh cinta kepada seseorang yang akan menjadi (Calon) jodohku”

Ketika aku sedang suka seseorang, aku juga tidak mau memberi tahu rasaku padanya (dan mending dia tidak tahu) karena bila dia tidak mempunyai rasa yang sama sepertiku, nanti dia akan bingung dan kepikiran, bagaimana cara menolaknya dan Bila dia mempunyai rasa yang sama, Tuhan pasti melihatnya, dan bila kami bersatu, mampu membawa kebaikan untuk kami berdua, Tuhan pasti akan memberikan jalan mudah untuk kami bersatu. 

Tapi Blogyyyy, saat ini aku juga bertemu satu cowok yang entahlah punya maksud apa kepadaku, aku feelingku merasakan seperti memang dia sedang mendekatiku bukan dirinya langsung tapi temannya yang berusaha menggali informasi tentangku.
Memang dia cowok yang pendiam dan sepertinya baik. Sholatnya rajin, sering baca Almatsurat (Doa pagi-petang), sering ngaji, melaksanakan sholat rawatib (Qabliyah-Baddiyah), sering jadi imam sholat juga, kalau sedang doa khusyu banget, sayang sama anak kecil dan witirnya sempurna (11 rakaat).
Kami sering bertemu di musollah dan dia sangat menjaga pandangannya bila sedang berbicara kepada orang lain. Tapi apa benar, dia punya maksud baik padaku? Tapi kalau memang benar, bagaimana ini, dia cowok baik dan aku menyukai orang lain?
Kalau memang benar, dia yang sengaja dikirim Allah Swt untukku bagaimana? Harusnya senang. Ya, aku senang bila memang benar dia mau menerimaku apa adanya. Tapi bagaimana dengan hatiku?

Ya Allah, aku kembalikan segala rasa yang sedang aku rasakan kepada-Mu, aku titipkan rasa ini agar Engkau sampaikan kepada seseorang yang menjadi Jodohku. Agar aku bisa mencintai jodohku dengan Ikhlas (Begitu juga sebaliknya) dan Hanya karena-Mu, Ya Allah.

Aku tidak ingin serakah, apalagi kufur akan nikmat yang Engkau berikan Ya Allah. Ya Allah jagalah hatiku untuk seorang hamba Mu yang Engkau Cintai. Jagalah kehormatan dan kesucianku untuk hamba Mu yang Engkau Kehendaki. Dan Jagalah cintaku agar tidak melebihi Cintaku kepada Mu, Ya Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

  BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...