Hy Blogy...
Blogy, udah lama ya, enggak nulis,bukannya mau
melupakanmu nih, Blogy (Jangan sensi ya) karena kamu blogy,udah banyak nyimpan
segala rasaku, rasa kesal, marah, benci, sedih maupun senang....
Blogy, sebenarnya bulan-bulan september, bulan ulang
tahun gue, bulan yang banyak bikin gue mikir, selain umur yang bertambah
(Alhamdulillah masih di beri umur panjang...) banyak hal yang harus gue
putuskan untuk diri gue sendiri.
Tapi, Blogy,jujur ya, selama beberapa minggu kemarin,
hati, pikiran dan perasaan gue enggak menentu, terkadang ingin nangis,
terkadang ingin marah, tapi semua itu hanya gue bisa pendam sendiri.
Sampai akhirnya gue berada di titik merasa diri gue “enggak
berguna?????” (Parah banget) gue merasa harus seperti orang normal (Mungkin
menurut sebagian orang gue enggak normal) mengejar mimpi yang enggak akan bisa gue
dapatkan!
Iya, gue sudah memutuskan untuk bekerja seperti orang
kebanyakan, pergi pagi-pulang malam atau cari pekerjaan tetap (ada beberapa
tawaran pekerjaan, namun baru gue jalani sebentar, hati gue meraung-raung) gue
mulai membohongi hati gue lagi.
Ya, gue berhenti menulis, gue sedih tapi gue gak
bisa cerita sama siapapun termaksud curhat ke kamu Blogy, gue sedang penuh
emosi, bahkan gue mencoba berhenti setelah gue berusaha untuk berlari mengejar
semua keinginan gue. Gue harus melupakan hal yang selama ini membuat gue merasa
berdaya yaitu “Menulis”
Gue hanya mandangi laptop dan semua kertas draft
gue, gue menyimpan rapat-rapat clear Holder yang berisi beberapa ide tulisan
gue. Gue enggak bisa bohong. Gue nangis tapi hanya dalam hati, gue enggak mau
orang lain lihat gue terpaksa melakukannya.
Sebenarnya gue enggak pernah peduli
apa kata orang lain apalagi ketika mereka hanya bisa komentar dan enggak pernah
tahu apapun tentang gue.
gue tidur sebelum jam sepuluh malam dan bangun jam
empat pagi. Gue jalani pagi gue dengan menunggu matahari dan bilang padanya “Kali
ini bukan sinarnya yang membangunkan gue”
Biasanya gue tidur habis Isya dan bangun jam 11-12
malam, tidur lagi jam delapan pagi bangun jam 12 siang. Nyokap udah mulai males
marah-marah sama gue, dengan kebiasaan gue kalo lagi enggak ada event/kerjaan. Gue
memang kalong, hingga lingkaran hitam bawah mata gue, makin menebal (Sebagian lagi memang karena
keturunan) gue bisa tenang nulis ketika
malam.
Dan beberapa minggu kemarin gue dapat tawaran kerja
cukup menarik (Gaji lumayan dan jam masuk kerja yang lumayan siang) sebagai
admin di Tangerang. (Jadi gue harus bolak-balik ,Jakarta-Tangerang)
Disaat gue harus memutuskan sesuatu, Allah Swt Maha
Baik, Gue mendapat tawaran untuk menulis. Walaupun bukan menulis Fiksi.
Dua
pilihan, satu kerja tetap dengan gaji yang sudah pasti dan satu lagi memang impian
gue Nulis (Walaupun nulis biografi bukan fiksi) dengan Royalti dibayar kalau
buku sudah terbit dan kalau-kalau laku/laris (Semoga).
Sumpah ya Blogy, gue merasa gue harus menulis, gue
merasa enggak berdaya kalau gue enggak menulis. Dan akhirnya gue memilih untuk
menulis dan akan cari kerja partime aja. Karena mungkin, kesempatan menulis, enggak akan datang dua
kali. tapi ada ketakutan terbesar dalam diri gue untuk
menulis tokoh yang berpengaruh. Tapi gue pikir mungkin ini sudah Jalannya dari Allah
Swt untuk gue, gue harus berani, belajar dan mencoba.
******
Blogy....
Setiap orang punya mimpi ya, tapi hanya beberapa
orang yang bisa mewujudkannya, bukan karena keberuntungan atau kekayaan yang
dia miliki tapi karena kerja keras, keyakinan, dan Doa.
Gue punya mimpi jadi penulis fiksi seperti Dewi Lestari
(Dee),tapi datang kesempatan nulis lain
Kadang gue pernah berpikir kenapa gue enggak bisa
seperti teman-teman dan sahabat-sahabat gue yang punya mimpi lain.
Gue ingat, gue punya sahabat 7 orang di Smp, kita
satu Genk dan kesemuanya sudah nikah dan punya anak, malah ada yang mau punya
anak ke dua, kecuali Gue. Terkadang kalau bertemu nyokap-nyokap mereka, gue
selalu di tanyain “Kapan nih?” dan sahabat gue Cuma bisa tertawa melihat gue menjawab
dengan cengiran kuda, hehheh
Gue merasa senang semua sahabat gue bahagia dengan
anak-anak mereka, terkadang mereka marah-marah, bilang pusing, terkadang ada
yang iri sama gue karena masih sendiri (Harusnya mereka bersyukur ya, sudah
memiliki orang yang mencintai dan di cintai) Kalau gue sih, dibilang iri
enggaklah (Karena mereka orang-orang yang pernah bersama kita,melewati
masa-masa sekolah yang bt, pusing, mumet, dan badung-badung kecil waktu remaja)
Kenapa ya, gue enggak bisa seperti mereka, malah
sahabat gue yang waktu Smp, dekat banget sama gue, sampai bilang
begini “Ini dia, sahabat kita yang satu ini, Aneh?” Busetttt gue dibilang
aneh????
Aneh, karena masih aja hobi menjomblo sampai
sekarang. Jomblo koq dibilang Hobi. Gue selalu percaya Jodoh itu yang mengatur
Tuhan, kita tidak bisa memaksa Tuhan, kita hanya bisa meminta.
Blogy, soal perasaan aku juga bingung. Jujur ya,
Blogy, saat ini ada seseorang yang aku pikirkan. Entahlah apa dia juga memiliki
perasaan yang sama. Blogy kalau boleh jujur, aku takut jatuh cinta. Mengapa
karena aku takut sakit. Blogy, cinta itu memang penuh misteri, ya? Atau aku
akan cinta sendirian lagi?
Awalnya aku kagum namun tidak pernah mau
memikirkannya karena takut kalau aku memikirkannya aku akan terus
mengingatnya.Tapi kata-katanya yang terkadang pas banget sama keadaan yang sedang
aku alami. Apa itu namanya Konsfirasi alam semesta?
Kadang aku bisa semangat lagi, bila membaca
kata-kata. Dan terkadang kalau aku sedang tidak dianggap sama orang lain,
padahal sudah melakukan yang terbaik, kata-katanya aku jadikan mantra sakti
biar aku tidak marah. Ya, gimana walaupun hanya kata-kata yang menurut sebagian
orang itu gombal, tapi aku yakin, tidak ada satu ucapan baik yang terlahir dari
hati yang tulus. Ya, begitu juga kata-kata, walaupun hanya tertulis tapi bisa
mempunyai makna besar untuk mempengaruhi seseorang menjadi lebih baik lagi. Apalagi yang
aku suka adalah “Cukuplah Allah Swt yang mengenalimu lebih dari siapapun,
jadilah jantung yang letakan didalam tetapi terus berdenyut dan menebar
mamfaat, hingga Allah Swt yang memberhentikannya”
itu, yang selalu aku ingat.
Tetapi aku takut bila menyukainya, maka aku
akan mencintainya. Blogy, aku itu tipe orang yang “Susah jatuh cinta dan susah
juga melupakannya” aku itu Virgo Blogyy, jadi setia gitu deh (Hahhahah, Pede
bingggiiitttt...)
Blogy, tapi aku juga enggak berharap dia juga suka
sama aku, karena kami benar2 enggak pantas. (Dia pantas mendapatkan cewek yang jauh lebih baik dari aku, jauh lebih baik lagi dariku) Mungkin aku hanya bisa mendoakannya
agar dia mendapat orang baik, yang perhatian, sayang dan taat kepada Allah Swt
(Begitu juga sebaliknya, hehhehhe). Aku mencintai Allah Swt tapi sampai saat
ini aku belum juga taat akan kewajiban wanita (muslimah). Maaf ya, Ya Allah...
Blogy tapi gimana dong, aku juga enggak bisa bohong
kalau aku memang agak2 menyukainya, tapi aku harus segera sadar bahwa kami
sangat berbeda.
Aku hanya bisa titipkan rasaku untuknya kepada Allah
Swt, agar menjaganya, kalaupun kami berjodoh semoga ada jalan terbaik untuk
kita berdua. tetapi bila kami memang ditakdirkan sebagai teman/sahabat semoga,
persahabatan kami membawa kebaikan untuk kami masing-masing.
Karena hanya Allah Swt,
Maha pemilik rasa apapun, dan mampu menciptakan rasa apapun di setiap hati para
hamba-hambanya. Karena aku takut jatuh cinta, maka aku selalu berdoa agar “aku
jatuh cinta kepada seseorang yang akan menjadi (Calon) jodohku”
Ketika aku sedang suka
seseorang, aku juga tidak mau memberi tahu rasaku padanya (dan mending dia
tidak tahu) karena bila dia tidak mempunyai rasa yang sama sepertiku, nanti dia akan
bingung dan kepikiran, bagaimana cara menolaknya dan Bila dia mempunyai rasa
yang sama, Tuhan pasti melihatnya, dan bila kami bersatu, mampu membawa kebaikan untuk
kami berdua, Tuhan pasti akan memberikan jalan mudah untuk kami bersatu.
Tapi Blogyyyy, saat ini
aku juga bertemu satu cowok yang entahlah punya maksud apa kepadaku, aku
feelingku merasakan seperti memang dia sedang mendekatiku bukan dirinya langsung
tapi temannya yang berusaha menggali informasi tentangku.
Memang dia cowok yang
pendiam dan sepertinya baik. Sholatnya rajin, sering baca Almatsurat (Doa
pagi-petang), sering ngaji, melaksanakan sholat rawatib (Qabliyah-Baddiyah),
sering jadi imam sholat juga, kalau sedang doa khusyu banget, sayang sama anak
kecil dan witirnya sempurna (11 rakaat).
Kami sering bertemu di
musollah dan dia sangat menjaga pandangannya bila sedang berbicara kepada orang
lain. Tapi apa benar, dia punya maksud baik padaku? Tapi kalau memang benar,
bagaimana ini, dia cowok baik dan aku menyukai orang lain?
Kalau memang benar, dia
yang sengaja dikirim Allah Swt untukku bagaimana? Harusnya senang. Ya, aku
senang bila memang benar dia mau menerimaku apa adanya. Tapi bagaimana dengan
hatiku?
Ya Allah, aku
kembalikan segala rasa yang sedang aku rasakan kepada-Mu, aku titipkan rasa ini agar
Engkau sampaikan kepada seseorang yang menjadi Jodohku. Agar aku bisa mencintai
jodohku dengan Ikhlas (Begitu juga sebaliknya) dan Hanya karena-Mu, Ya Allah.
Aku tidak ingin serakah, apalagi kufur akan nikmat yang Engkau berikan Ya Allah. Ya Allah
jagalah hatiku untuk seorang hamba Mu yang Engkau Cintai. Jagalah kehormatan
dan kesucianku untuk hamba Mu yang Engkau Kehendaki. Dan Jagalah cintaku agar
tidak melebihi Cintaku kepada Mu, Ya Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar