Jumat, 25 Februari 2022

Malam blogy

Hai blogy....

Pa kabar? Abah masih sakit,  liat aku gak bisa apa2,  terkadang membuat aku stress,  abah jarang sakit,  jadi mengapa kita semua, anak-anaknya mengkhawatirkannya walau hanya sekedar demam. 

Lihat aku yang tidak berdaya bila keluarga intiku terjadi sesuatu,  bagaimana dulu aku berpikir mau nuntun dua kalimat syahadat untuk adikku,  pasti aku gak sanggup. 

Lihat aku yang dua bulan lalu bolak balik icu,  bank darah,  dengan memegang suntikan untuk diabetes,  dan menyedotkan selang trakeastomi untuk dahak yang tidak bisa keluar. Mereka diluar sana menganggap aku kuat, tapi sebenarnya tidak,  apalagi bila menyangkut keluarga intiku. 

Sudah hampir dua minggu aku tidak ngapa-ngapain,  gak ada kerjaan yang aku ambil. Merenung mau meneruskan mengerjakan hal apa? 

Sejak interview untuk pelatihan tata busana,  aku sudah gak ngecek jobstreet,  walaupun ada beberapa panggilan kerja. Aku ingin bisa menjahit dengan rapi dan senang,  aku ingin punya keterampilan,  selain pengalaman pekerjaan. 

Tetap aku ingin menulis buku cetak,  setidaknya buku antalogi setiap tahunnya,  walaupun belum punya novel sendiri (blm diakuin sebagai penulis fiksi ya) hihi.

Blogy,  Ternyata mencintai diri sendiri jauh lebih susah ya,  daripada mencintai orang lain. Memaafkan diri sendiri sama sulitnya ketimbang memaafkan kesalahan yang orang lain perbuat kepada kita. 

Waktu ada adikku,  aku sangat percaya diri,  bisa mengerjakan apapun,  menyelesaikan semuanya dan semua untuknya. 

Bagaimana cara mengembalikan kepercayaan diri itu dan tujuannya semua untukku,  tidak gampang, blogy! 

Hidup terus berjalan,  tetapi hidup yang seperti apa yang aku jalankan? Tidurku tidak teratur,  moodku naik turun,  dan hal yang paling menyenangkan untukku,  menulis,  tidak pernah aku kerjakan. 

Aku tidak mau berharap pada apapun, selain my Allah,   dan juga untuk saat ini aku tidak akan memberi harapan pada siapapun. Aku ingin diriku sekarang,  tak ingin ada yang menyakitiku,  selain ketidaksengajaan yang aku perbuat sendiri. Tak ingin memasukan orang yang berpotensi akan menyakiti perasaan atau pemikiranku. Baik teman atau bahkan impian yang susah sekali terwujud,  Memaafkan perjuangan selama ini yang berkali-kali gagal. 'Kali ini harus ngalah sama mimpi kamu',  enggak ada dalam kamusku. 

Padahal aku hanya merasa cantik,  ketika aku sedang menulis, tidak diluar itu. Tetapi entah mimpi atau keinginan kuat aku ingin bisa menjahit,  aku ingin bisa membuat baju agar orang yang memakainya bisa percaya diri,  bisa menyembuhkan sedikit kekecewaannya, mengurangi kesedihannya,  dan bisa bahagia karena punya dan bangga ketika memakainya. 

Entahlah memikirkannya membuat aku lelah,  baru kali ini aku memikirkan dengan panjang hal-hal yang belum terjadi,  khawatir dengan hal-hal yang terjadi kedepannya. Bagaimana bisa hal yang belum terjadi apa pikirin! Biasanya aku selalu melakukan untuk menyelesaikan hari ini dengan baik,  dan untuk besok pasti akan ada hal-hal tidak terduga yang bisa dijadikan pelajaran atau pengalaman,  tidak perlu dipikirkan untuk hari ini. Prediksi juga belum tentu terjadi.

Hatiku juga tidak baik-baik saja,  aku sedang malas membuka hati. Walaupun kenyataan tidak selalu seperti yang kita inginkan,  tetapi aku ingin tenang untuk bisa menyelesaikan semua impianku. 


Kamis, 17 Februari 2022

related enggak related sihhhh

 hai Blogy.... 

lagi ngapain, kalau aku sih lagi ngopi, aku punya resep baru loh buat kopi yang aku minum. hahahhahaha, lumayan enak, namanya juga bikinan sendiri harus diapresiasi kan? 

Blogy, selain baca aku jadi suka nonton, padahal bagi aku dahulu, nonton hanya buang-buang waktu, hahhahha. kadang ada orang yang bisa belajar melalui visual atau teks. Aku suka baca, aku suka berimajinasi, aku bisa mencium wangi air pantai walaupun hanya dalam kamar. 

Showing aku bagus bila bikin naskah, tapi telling aku lemah, hihihihi, showing tidak berlaku untuk novel elektronik, kecuali novel dalam kertas buku.

Blogy, aku suka ke netflik dan Viu, padahal waktu pertama kali Aplikasi Viu launching aku diundang loh untuk menulis disana, waktu itu masih kerja jualan kartu member honda, hahhaha. Aku suka nonton yang thriller namun tidak horor, bukan takut sih, tetapi lebih kepada kesannya kecenderungan kita bikin sesuatu yang diluar nalar. 

Aku percaya Allah menciptakan jin dan manusia, tentara setan atau pasukan jin untuk menggoda anak keturunan adam, aku percaya adanya alam ghaib, berarti kita percaya akhirat kan, sepakat ya blogy, tetapi untuk hantu bisa membunuh manusia, atau bahkan membantu sekalipun hantu baik sejenis casper, aku tidak mau bikin cerita tentang itu. Ini hanya prinsip aku saja dalam hal menulis. 

Tetapi Ghost Doctor yang aku hindari nonton, tetapi ada Rain, hahhahahahhaa, kesukaan aku juga, hahhahah, ternyata masuk akal menurutku. 

Aku dua bulan di ICU, bukan sakit mungkin takdirnya aku berada di RS, tetapi alhamdulillahnya aku banyak mendapat pelajaran berharga, emosi yang terdeskripsi sangat jelas, tanpa ucapan, namun penuh helaan. 

Hari pertama, saat malam selesai operasi 23.00 jam 11 malam aku masuk ruang ICU, di ruangan itu hampir 10 Pasien yang hampir semuanya menggunakan ventilator. Om Aku paling ujung ruangan terpisah, katanya itu ruangan pasien gawat. 

Katanya nafasnya harus dengan bantuan selang, ditunggu sampai 5-7 hari, bila tetap menggunakan ventilator, ditakutkan banyak bakteri yang masuk, harus di bolongin bagian lehernya untuk bernafas lebih nyaman, bagi kita orang awam, memang kasihan, tetapi bagi pasien akan membuatnya nyaman, jalan nafas seperti itu, namanya trakeastomi. 

Related di drakor Ghost Doctor, saat prof Ca menggunakan ventilator yang akhirnya bisa nafas sendiri. Keadaan ICU sangat dingin, hening dan sunyi, baik siang apalagi malam. Aku lupa megucapkan terima kasih secara langsung ke dokter bedah syaraf om aku, karena banyak yang mengoperasinya. 

Dr. Hafidh, kalau aku jelaskan sosoknya, mungkin seperti boyband. Dokter muda banyak disana, Dr bedah syaraf yang bertemu aku di Igd yang menanyakan status hubunganku dengan pasien, yang mencariku keesokan paginya karena aku tidak bawa identitas ktp saat mau rapid tes, untuk jaga diruangan operasi. Dokter ganteng kata orang-orang. 

Bagiku, lebih dari sekedar ganteng, karena dengan penampilan seperti boyband menguasai keterampilan bedah syaraf. aku paling ingat dengan dr Yodi, karena yang menangani om aku pasca operasi. Semua dokter disana, aku pikir berhati malaikat perpanjangan tangan Tuhan. 

walaupun aku tidak suka bila berbicara dengan dokter, semua kata-kata mereka jelas, aku ingin marah bisa dengan seentengannya mereka berbicara seperti itu, tetapi related banget di drakor ghost doctor. Dr Febri yang selalu di doain sama keluarga pasien, bagian tht, karena menjelaskan trakeastomi dengan cara digambar bukan hanya ucapan yang kita kadang tidak paham bahasa kedokteran. 

Pokoknya semua dokter di RSCM, mereka menurutku sangat baik, mereka membantu pasien yang menggunakan bpjs, bahkan ada yang bpjs tidak berbayar, kebayang kamar di Icu 10-12jt/Malam. 

Kadang iri dengan mereka yang bekerja keras, padahal kami masih tetap saja kesal, ada yang menuntut, karena operasi transplasi ginjal yang makin memburuk, ada yang tidak percaya kepada dokter muda yang memegang pasien dengan tingkat penyakit yang komplikasi rumit, bahkan ada yang jelas selalu membentak dokter-dokter bahkan merasa lebih tahu dari mereka yang bekerja. 

Aku sering ke rumah sakit, dari psikiatri, tetangga aku yang mencoba bunuh diri, karena anak dan suaminya meninggal karena kebakaran, Dokter Tht, operasi gendang telinga dan Operasi bedah syaraf. aku mengerti keadaan para dokter dan aku belajar memahami perasaan pasien, dan berusaha setegar para keluarga pasien. 

nonton Ghost doctor, aku seperti dejavu, related banget dengan suasana yang ada, tetapi lebih berusaha mengingat perjuangan pekerjaan mereka, aku yang tanpa sadar juga pernah sangat kesal dengan ucapan dokter, yang bilang seumur hidup akan seperti ini! aku menahan air mata dan rasa kesal bersamaan dengan menatap galak kepada dokter yang sudah berusaha bekerja dengan baik. 

Aku tahu dokter bukan Tuhan, mereka perpanjangan tangan Tuhan, Aku ingat ada dokter Donal, tht yang sangat baik, memudahkan pasien bahkan memilih RS Negri daripada swasta yang bisa membayar dengan bpjs, katanya pasien kalau sudah sembuh, sudah lupa, tetapi tidak apa-apa karena tugasnya dokter mengobati, membantu penyembuhan, tetapi memang benar ya? Aku tidak akan lupa menyelipkan doa untuk para dokter dimanapun, agar selalu dijaga dan diberi balasan kebaikan atas pekerjaan mereka. 

bagiku sekarang, tidak ada dokter menyebalkan karena  itu hanya dari sudut pandang kita saja yang menerimanya. Doa Terbaik untuk Para Dokter dimanapun sedang melakukan tugasnya. FIGHTINGGGG....!!!!!

Senin, 07 Februari 2022

Curhat malam-malam

 Hai blogy....

Seperti biasa aku masih enggak bisa tidur, padahal aku gak ngerjain apa-apa, tulisan, desain, ngambil peran relawan juga tidak. 

Mama sakit udah beberapa hari, Alhamdulillah sedikit sembuhkan gantian deh si Abah, kamu tau blogy, aku mungkin juga sakit, tetapi bila dengar orang terdekat kita sakit, rasanya ada kekuatan untuk sembuh. 

Rasanya mau deh sekolah kesehatan, waktu aku di Cipto menjaga adiknya mama aku bareng anaknya, aku ketemu beberapa homecare. Malah salah satu anggota keluarga disana bilang kirain aku homecare, hehehe abisnya ramah sih, blm tau aja aku marketing. 

Katanya sekolah satu tahun kesehatan aja, tidak bisa jadi perawat tapi bisa mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan keperawatan. Waktu om aku sakit, biaya homecare sangat tinggi walaupun tanteku PNS pajak tetapi tetap tidak sanggup, aku dan anaknya diajarin hal-hal dasar buat perawatan di rumah. 

Oiya homecare ada loh yg jadi relawan untuk keluarga yang kurang mampu, tetapi tidak bisa mengindap hanya pulang-pergi satu harian. 

Aku tidak menyesal tidak lulus kuliah, aku juga tidak menyalahkan siapapun termaksud orangtua aku, yahh aku suka menulis dan aku kurang fokus. Aku ingin mengejar mimpi aku jadi penulis tetapi aku sebal banget bila dibilang pengangguran jadi aku bekerja apa saja. 

Mulai dari ast HRD hingga general service yang mengerjakan apapun dalam kantor, kadang aku terhenti karena masalah ditikung teman tulisanku diambil, dan menghasilkan uang, tetapi dimakan sendiri oleh temanku, eh tidak deh aku dibeliin eskrim 30rb dan dia dengan dua jidit menikmati sendiri. kadang aku tidak belajar saat penolakan tulisan atau blm menang skenario walaupun tetap dapat undangan yang datang orang-orang penting di dunia perfilman, tidak aku malah nangis sendirian dikamar. Aku tidak ingin jujur semua kegagalan dan jatuh bangun dibidang menulis, bekerja menyelamatkanku saat itu, Semua itu aku lakukan aku bisa berdiri menghidupi mimpiku, agar semua orang tidak menyepelekan apa yang aku impikan. 

Semua baik-baik saja dengan apapun yang terjadi seberat apapun aku harus jalani, entah ongkosku hanya satu kali naik mobil dan aku berjalan jauh dulu, atau makan siangku yang aku ganti puasa apa saja. Egois iya menurut orang lain. Batu bebal mungkin bagi mereka yang bilang aku keras kepala, aku hanya berpendirian saja.

Semua tidak baik-baik saja adikku yang cowok pergi, duniaku hilang, aku mendapat pekerjaan yang lumayan bergengsi, bermodalkan psikotes yang ketika orang interview aku selalu bilang, nilai kamu sama tingginya sama seperti saya dahulu sebelum masuk kesini. Janji Vespa, kuliah Al Azhar, apa saja yang dia mau, tidak usah minta ke siapa-siapa, cukup ke kakaknya nomor dua ini. Kemaren aku teringat temannya bercerita tentangnya, katanya kakaknya mau beliin dia Vespa. Aaahhhhh...

Aku suka desain sebenarnya dari lama, cukup aku nikmati saja tanpa diulangi terlebih lagi melatih, gak ada keinginan, bagiku kerja di weekday dan menulis di weekend, adikku senang aku bahagia. Hal sebelum lebaran yang aku beli adalah spidol, bukan buku ataupun baju. Hal terpendam yang mungkin aku senangi namun tidak punya nyali untuk ditunjukan. 

Selama pandemi, pas mau keluar atau ngumpul sama teman-teman ditawarin beli kopi oleh Abah, rasanya malu, udah sebesar ini masih selalu merepotkan. Yang bisa dilakukan jahit masker dari kecamatan, Alhamdulillah lumayan. 

Dari sini aku ingin bisa buat baju sendiri, syukur-syukur bila disenangi, ingin bisa jahit, bikin pola, hingga jadi satu koleksi. Lucu deh blogy, waktu seminar desainer, semua bilang mereka sering desain, maklon cmt, bahkan ada yg sudah jual koleksinya. Pas giliran aku ditanya, aku hanya marketing baju-baju Tante aku, hihihihi SPG bazarnya, hahhahaha.

Ingat seminarnya motivator ippho Santosa, yang uang dari nulisnya masuk ke 3 rekeningnya, Tk punyanya, rekening orangtuanya dan rekening istri, keren yaa, saat itu aku ingin punya kumon, karena dulu sempat beberapa bulan parttime disana. 

Sekarang aku lagi gak percaya diri menulis blogy, rasanya ketika sedih jadi makin sedih, alurnya bahagia jadi tidak ada rasa. Apa aku depresi? Hilangnya kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Walaupun kopi sudah aku tuang namun tulisanku hambar tidak pernah mencapai selesai. Writer block ahhhh itu mah hanya alasan penulis malas saja. 

Aku desain juga malah hapus melulu, blogy apa karena hilangnya pertemanan, oiya sebenarnya aku ingin mendengar mereka bilang maaf loh, walaupun kita tidak bareng-bareng lagi, tetapi jangan seperti ini berlanjutnya, bukan aku seseorang yang merasa gak punya salah, aku berkali-kali-kali bilang maaf sebelumnya, tapi mungkin sudah waktunya kita berpisah. Seperti kisah Zulaikha dan nabi Yusuf, Allah menginginkan keduanya bersatu dengan cara berpisah dahulu, koq kayak filosofi jodoh, persahabatan juga jodoh kan. 

Sirius, sudahlah enggak boleh berharap terlalu tinggi, dia tuh seperti pelempar tali ketika aku sedang terjatuh, akunya saja yang berharap, dia pasti akan memberikan tali itu untuk membantu orang lain, akunya aja yang terlalu kurang ajar menganggapnya pangeran tersesat yang datang menolong. 

Dia tuh seperti mentor, memberikan solusi edukasi bahkan inspirasi, disaat aku coba mencari aku mau apa sih, di desain, fashion lagi, boro-boro aku mikirin baju merek apa, macthing gak sama sepatu dan tas, aku tuh seperti film replay 1988, yang pakai jaket kakakku tuh gantian dan diomelin lagi, aku tuh suka pake kaos oblong, aduh boro-boro ngerti dan paham fashion. Tetapi aku suka nyatu2in baju, yang udah lama aku gunting-gunting digabung terus minta ke tukang jahit deh, ternyata aku anaknya sudah sustainable sekali sedari kecil, hehhehe. 

Ini adalah keberanian aku pada hal yang selama ini aku cuekin, keberanian yang diam-diam bukan hanya kagum tetapi lebih ke suka, jadi aku suka kerja kerasnya dalam menciptakan sebuah karya, suka dengan hasil karyanya, nih gara-gara pandemi tadinya aku gak pernah waktu mikirin orang selain yang berhubungan sama target kerjaan, ini terlalu banyak waktu kosong selama pandemi nih, tetapi aku punya waktu untuk merenung.

Oiya blogy aku kan cairin BPJS ketenagakerjaan aku ya, masa aplikasinya pas foto muka aku menolak, pas aku datang kesana, jadi biometrik tuh sensitif, jadi perubahan sedikit saja seperti alis, dan perubahan wajah, jadi yang dulunya kurus sekarang gendut tidak dikenali, katanya, terus aku minta dibukain biometriknya aku mau coba lagi, malah dibilang katanya percuma. Baiklah aku akan diet....!!!





Sabtu, 15 Januari 2022

sahabat itu .......

 Persahabatan....

tadinya aku pikir belum punya pasangan tidak terlalu buruk yang penting kita dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita. Orang tua kita yang sayangnya tidak perlu diragukan lagi walaupun dengan balutan omelan yang terkadang bikin kita pusing, sodara-sodara kita yang tanpa kita bercerita, terkadang mereka lebih tahu yang kita rasa, dan sahabat.

Sahabat, orang luar, namun berasa seperti keluarga, bagi kita yang tulus juga menyayanginya. Aku banyak mempunyai teman entah dari komunitas manapun ada beberapa, namun aku hanya mempunyai beberapa orang sahabat, lebih tepatnya yang aku panggil sahabat. 

namun kali ini berbeda, mungkin mereka tidak bisa menerima kebiasaan burukku. hahhahaha yaaa, aku memang jam karet, entah sudah janjian atau dadakan. akupun selalu maklum bila mereka jam karet dan namanya sahabat bukannya saling menerima. kita bersahabat bukan tahunan tapi puluhan tahun. 

kemaren aku berpikir, aku tidak ingin kehilangan kalian, aku yang selalu meluangkan waktu dan kalian hanya menganggap sebagai waktu luang, bagi kalian itu biasa saja, namun tidak bagiku. semoga kalian bahagia tanpa aku. koq seperti dikhianati oleh pasangan ya? kayak punya dan pernah aja, hahahhaa

aku tidak habis pikir seperti ini dikhianati sahabat sendiri, dahulu aku pernah dikhianati teman yang aku anggap sahabat tadinya karena urusan tulisan, aku bertanya sama sahabatku satu lagi, koq dia tega ya sama aku, bisa-bisanya dia seperti itu dan sahabatku yang satunya lagi ngomong, karena loe temanan makanya dia berani. 

bagaimana bila nanti aku punya pasangan dan dikhianati olehnya, haduh aku bahkan enggak bisa mikir apa yang terjadi selanjutnya. jujur aku orangnya bila tidak suka, bilang saja langsung tanpa harus orang lain yang tidak ada masalah malah mengomeliku yang sebenarnya bukan urusannya. dan bisa-bisa mengajak yang lain, jujur sedih tapi lebih baik aku tahu kalian seperti apa. aku hanya ingin sama-sama didunia dan kalau bisa di surgapun kita bareng-bareng.  

aku sangat mudah untuk mempertahankan sesuatu tetapi aku tidak bisa memaksa untuk orang tinggal bersamaku bila tidak ingin, dan aku susah untuk memperbaiki kembali bila semuanya sudah terjadi. kalian pernah bersamaku dalam jangka waktu yang lama bukan,? harusnya kalian sangat mengenal aku. Yang aku bingung aku pengalaman marketing tiga tahun ternyata dalam omongan untuk mempengaruhi orang, aku masih kalah. apapun itu jujur aku tidak ingin menang dan kalah, tapi aku tidak bisa lagi sama-sama, aku yang selalu terbuka dan menerima tetapi ternyata kalian berbeda dibelakang dan hadapanku. Okehhh! 

terkadang aku sedih bahkan sampai merasa aku yang bersalah dalam hal ini, tetapi melihat kalian aku tersadar, manusia itu sangat mudah berubah. akhlakku bedasarkan agamaku, tetapi sikapku kini bedasarkan sikap kalian tentunya. Satu sahabat saja sudah cukup bagiku. 

Aku merasa domba yang tidak bisa sendirian karena takut diburu srigala, lalu aku masuk kedalam gerombolan kambing, tetapi aku sadar aku berharga seperti singa, tak perlu bersama, sendiri saja sudah bisa menunjukannya.  

terima kasih atas persahabatan yang aku anggap tulus ternyata FAKE!!!!!!


Jumat, 17 Desember 2021

Mesin waktu

Jika aku bisa,  aku akan kembali dengan mesin waktu,  untuk bilang....

Bukan pergi tanpa satu kata pun dan menghilang tanpa jejak. 

Bukan bilang sayang untuk mengulang,  tapi bilang tetaplah mencari yang sama-sama butuh,  tetaplah saling mencintai yang takut kehilanganmu,  tetaplah buka hati untuk orang yang selalu menerima perubahan baikmu.

Dulu,  aku tidak pernah sedih mendengar cerita legendarismu walaupun berakhir  dengan tragis,  tetapi sekarang engkau tidak pernah cerita lagi namun yang aku tahu aku menjadi sedih. 

Aku pikir kehilangan membuatku menjadi takut akan kehilangan lagi,  nyatanya aku menjadi lebih berani. Berani menghadapi kenyataan.

Sama kan seperti kamu?

Mengapa aku bahkan tidak pernah bilang tidak padamu?,  karena aku tidak berani bilang tidak padamu. Aku tahu sakitnya kamu pernah  kehilangan seseorang,  dan akan sakit lagi karena aku pikir kamu tidak akan bisa masuk kedalam hatku karena sudah ada orang lain saat itu, 

Itu juga mengapa alasanku pergi ketika aku menyukai seseorang,  yang ternyata menyukai orang lain.

Menyukai orang yang sudah menyukai orang lain itu  seperti menelan pil pahit. 

Aku tidak suka bersaing,  apalagi mengenai perasaan,  kamu pasti sangat tahu. 

Kalau katamu,  aku pemenang dari semuanya,  kamu yang selalu memanggil aku cantik bahkan ketika mamaku saja tidak mengakuinya, 

Kamu yang bilang,  aku jangan senyum sembarangan apalagi buang sampah sembarangan.

Aku pikir kamu sudah bahagia,  walaupun ketika kamu bahagia tetap di isi pesanmu kamu selalu mengkhawatirkan aku. 

Keluarga kecilmu doa2ku. Aku tidak akan minta maaf saat ini,  aku hanya ingin bilang walau tak mampu bilang, tetaplah kuat walaupun kecewa dan patah kembali menghampirimu. 

Tetaplah tersenyum,  jangan pura-pura,  sedihlah dan tertawalah ketika kamu mau, kamu ingin. 

Ada bunga kecil nan cantik yang masih kamu miliki. Aku tidak bisa membantumu kali ini dengan mendengarkan curhatanmu seperti waktu dulu,  dan  sepertinya kamu yang ingin menjadi semut ya,  menghilang dan bersembunyi disudut duniamu.

Padahal aku yang selalu menjadi semut saat kelelahan dan capek.

Apapun rasanya,  kehilangan orang yang tidak bisa kita sentuh lagi,  melihat tawanya,  senyumnya,  memikirkan sedihnya,  itu susah banget untuk diungkap,  berat untuk ditunjukan. 

Tetaplah diam bila memang itu melegakan. Tetaplah mengenang untuk mengobati kerinduan. 

Andai aku bisa pakai mesin waktu,  aku akan bilang satu hal padamu,  tetaplah berusaha bahagia dengan dirimu apapun yang telah atau akan terjadi. 


Rabu, 08 Desember 2021

Kekerasan bukan tanda sayang.

 Hai blogy....

Pa kabar, semoga baik ya....

Aku juga lumayan baik, hehhehe insyaallah akan selalu baik-baik saja. 

Akhirnya potong rambut blogy, rambut aku yang panjangnya sudah seperti Aquaman, hihihihi. Habisnya kesel banget deh kalo tiap disisir jadi rontok. 

Dari dulu selalu merawat rambut dibandingkan muka, kalau muka pas ada jerawat aja baru deh diperhatiin. 

Capek, lelah, letih, rasanya punya energi baru, semua rasa gelisah itu pergi bersama rambut panjangku. 

Masalah rambut hanya hal sepele, banyak masalah yang menimpa perempuan, rasanya miris cerita Novia Widya. 

Salahnya menjadi perempuan yang sangat mencintai seseorang dia akan berusaha menyenangkan hati orang yang dicintainya, tulus, tapi bertemu dengan pasangan yang hatinya tidak sama dengannya, lebih menikmati untuk kesenangan dirinya. 

Serumit-rumitnya segala permasalahan, jangan sampai endingnya bunuh diri ya, aku hampir gila, tidak ingin apapun, tidak tahu mau ngapain lagi,  separuh hatiku dibawa pergi adikku. 

Setiap orang berbeda-beda dalam menyelesaikan masalah, aku sedih, ada yang lebih sedih lagi, tapi kesempatan hidup yang sangat berat ini harus dilewati dengan kesedihan tetapi tetap bersabar.

Aku paham disaat kita hampir terjatuh bahkan sudah jatuh, tidak ada yang menolong bahkan melihat kita saja tidak mau, aku mengerti betapa lelah dirinya memikirkan nasibnya, aku sangat sedih ketika keluarga besarnya tidak ingin menerimanya bahkan ingin menghabiskannya.

Au bahkan tidak berani menulis novel yang seperti ini, padahal kisah ini berada di sekitarku. 

Kisah teman lamaku, dibawah matanya selalu ada lingkaran biru setiap Senin atau menjelang Jumat. 

Kita selalu ganti seragam di toilet yang sama, kita makeup sedikit untuk memulai rutinitas pekerjaan, tapi kita cewek-cewek suka saling mengoreksi hasil makeup kita kan,,

Katanya habis dipukuli oleh cowoknya, aku yang marah langsung bilang, putusin aja cowok kayak gitu, eh bapak kita aja pernah nyubit aja enggak, ini yang bukan siapa-siapa kita, baru pacar udah berani sama kita. 

Katanya lagi gak bisa putus karena dua keluarga sudah bertemu, tetapi aku tidak menyalahkan cowoknya yang tidak aku kenal, karena temanku suka jalan dengan cowok lain tanpa sepengetahuan cowoknya, aku pikir buat melepaskan diri nantinya, tetapi anehnya teman aku selalu yang kembali lagi dan bahkan meminta maaf setelah dipukul, Aneh!!!!

Tiba-tiba cowoknya telpon aku, katanya hp ceweknya tidak bisa dihubungi dan katanya lagi kita (aku dan ceweknya) sedang lari pagi, padahal hari Minggu itu aku baru bangun tidur. 

Temanku minta maaf, bukan kesalahannya tapi karena memberi nomorku, ITS okay...!!

Tetapi cowoknya memang baik di depan kita semua teman-teman ceweknya, tetapi kejadian lingkaran biru bawah mata selalu berulang setiap minggunya. 

Mau tahu ada satu alasan mengapa aku pernah menerima bebek jadi pacarku, bukan karena suruhan bosku yang terlihat care sama bebek karena perantauan dan jauh dari keluarga. Bosku pernah nyuruh aku pura-pura jadi pacar bebek, karena mau dibunuh sama pacar temanku yang suka mukul. Katanya bebek ganggu ceweknya. Padahal temanku yang suka menggoda bebek.

Temanku juga salah, jadi bagaimana pun cowoknya pasti cemburu, tapi jalur kekerasan tidak akan dibenarkan. 

Aku suka saat bebek bilang sama temanku yang kita semua kasihan suka nangis dan warna biru ungu lebam tidak bisa ditutupi dengan makeup tebal. 

Kata bebek, Loe bisa gak jangan godaan gue terus, tiba-tiba main ke kostan (inipun ketemu ibu kostnya aja) , tiba-tiba ngikutin gue, mau Loe apa sih, kalau Loe mau sama gue, tinggalin pacar Loe yang suka mukul, gue terima Loe apa adanya!

Tetapi temanku tidak bisa, katanya.

Kata bebek lagi, yaudah jangan deketin gue lagi, gue juga suka orang lain. Alasan itu yang menjadikan aku pernah menerima bebek. 

Kata bebek, aku mau sama orang lain, senang ya? 

Aku ketawa aja saat itu.

Yang salah adalah kita yang masih saja percaya dia (orang yang kita sayang) akan berubah, kesalahan kedua kita adalah memberikan kesempatan kepadanya untuk menyakiti kita lagi.

Jadi jangan mencintai orang lain dulu sebelum kita mencintai diri kita, kalau kita sudah mencintai diri kita, dan orang lain pergi seenaknya saja meninggalkan kita, 

Kita tidak akan pernah berani menyakiti diri kita yang kita cintai sendiri. 

Bagiku selingkuh dan mukul adalah dua hal fatal dalam hubungan, kalau selingkuh jelas dia berani memberikan membuka hati lagi saat dengan kita kepada orang, berarti dia sudah tidak suka kita lagi,

Kalau kekerasan pemukulan, dia sudah berani berbuat kasar kepada kita, itu tidak gentle, lawannya bukan kita, egonya yang besar, gengsinya yang ketinggian, semoga dijauhkan dari orang-orang yang seperti ini. 

Namanya nanti yang akan menjadi pasangan kita juga manusia biasa kan, punya salah, punya khilaf,  tapi bagiku selingkuh dan kekerasan adalah khilaf yang disengaja. 



Senin, 15 November 2021

Hai Cok....!

 Blogy, 

Semalam mimpiin Ucok, udah lama gak ketemu, kangen, sedih kalau buka-buka ingatan lagi, padahal aku sendiri gak mau tau kronologisnya lebih tepatnya gak berani mendengarnya.

Aku menjadi orang yang mungkin sayangnya berlebihan, takutnya juga sama, gak pernah berpikir adikku yang pergi dulu, walaupun sangat tahu, meninggal tidak harus sakit dan menjadi tua terlebih dahulu.

Umur 17 tahun, masa dimana film ada apa dengan cinta lagi muncul di bioskop, masa remaja, aku punya adik lagi. Aku punya kesamaan dengan iyon sahabatku, kita sama-sama punya adik kecil di usia kita yang memang sudah besar. 

Senang tidak senang, lebih banyak senangnya, karena aku punya adik cowok, anak cowok pertama mamak dan Abah, anak dari keturunan suku mamak, anak Batak. 

Yaa, keluarga kami aku perhatikan sejak kecil menjadi keluarga yang agak dimusuhi keluarga mamakku, karena mamakku tidak punya anak cowok. Ini yang aku sebel dari mindset pikiran seseorang atau mungkin beberapa orang. 

Ini bukan zaman nabi Musa, anak yang lahir dengan jenis kelamin tertentu tidak baik, memangnya salah kami berempat perempuan. Memangnya hanya cowok yang bisa diandalkan sebagai anak pertama, atau memangnya anak cowok atau cewek manusia yang bisa mengaturnya. 

Kami sekeluarga bahagia, setelah kepergiaan lama adikku yang memiliki penyakit jantung bawaan, usia tujuh tahun hanya ditempat tidur saja, berbicara agak susah namun cantiknya seperti Luna Maya, di pipinya banyak senyuman manis ada delapan lubang bila tersenyum. 

Alhamdulillah Allah memberi rezeki lebih pada saat adik aku sakit, namun memang ternyata hanya dipinjamkan sebentar saja di dunia. 

Kakakku terpukul sampai tidak mau pulang dari pemakaman, aku yang setiap pulang sekolah tugasku menyuapinya makanan dan menceritakan beberapa dongeng yang aku karang sendiri terkadang, masih belum mengerti benar. Bagiku apa dengan pergi dan tak sakit lagi adikku akan senang. Bukan capekk, Karena membantu mengurusnya tetapi dulu aku pikir kembali ke Sang Pencipta yang mempunyai kita, bukankah lebih terjamin. Se-wise itu aku.

Berbeda dengan adikku Ucok, yang bahkan dia sakit aku tidak mau sekolah, dia yang dikerjain orang aku yang rela berantem dengan orang lain, dia yang sedihnya menjadi dua kali lipat sedihku. Bahagia yang bisa membuat aku tidur nyenyak. 

Ucok yang selalu merasa terintimidasi karena sekolah yang sama dengan kakak-kakaknya, SD dan SMP kita bertiga terkenal di sekolah, Ucok yang selalu dibilang, koq beda sih dengan ketiga kakaknya. 

Ucok yang selalu bilang, kenapa Ucok enggak pintar, tapi aku bilang Ucok jago gambar, dari kecil semua kertas dan dinding digambar. Ucok jago nyanyi bahkan cepat kalo disuruh hafalan ngaji. Ucok yang kita semua takut disleksia karena semua huruf dibuku seakan menari, lebih suka gambar dibandingkan belajar menghitung. 

Ucok yang dari kecil gak suka main bola, Karena capek ngejarnya, hahhaha, yang dari kecil sudah pakai obat mimisan karena cuaca panas, yang tidak kuat dingin, masih suka minta pakein minyak kayu putih sebelum berangkat sekolah, masakan aku yang tidak pernah enak kecuali cream soup kalau sakit hanya itu yang dimakannya. 

Bahkan bilang aku masak telur aja, bilang telur muntah, hahhahah, dan ketika kakakku mau ngasih makanan Frozen food biar Nanti aku yang tinggal masak, katanya lebih baik jangan walaupun tinggal dimasukin ke oven pun masih rasanya gak enak, hahhaha. Tapi nasi goreng Ucok selalu juara. 

Aku ingat sekali, Ucok gak pernah lepas dari pandanganku baik di dalam rumah atau luar rumah, karena aku takut dia dijahatin orang. Bagaimana tidak!!! 

Pernah ketika kita kakak-kakaknya Ucok pulang kerja, tiba2 ada orangtua sama anaknya, minta ganti rugi kepala anaknya bocor dan katanya di jedukin sama Ucok. 

Bukan ngebela adik sendiri, adik aku tidak berani aku yakin, tetapi namanya kita terpojok dan kita beri sesuai yang mereka inginkan, tetapi tidak lama kemaren anaknya kecil yang kepalanya pernah bocor bilang sejujurnya waktu kecil bukan sama Ucok. 

Aku tahu adikku, mana berani si Ucok sama orang lain, beraninya sama aku, hahhaha. Waktu teman-teman SMP nya belajat kelompok di rumah, aku lagi tidur-tiduran, aku ingat banget si Ucok ngomong gitu, 

"Eh itu kakak gue, kayak kak Ros, galak"

"Masa sih Cok,?"

"Udah gitu kakak gue yang itu mah Oon, orangnya" 

Bangun aku bangun rasanya, dan aku cekik satu-satu yang ketawa saat itu, tapi gak jadi....

"Iya soalnya kalau gue apa-apain, kakak gue yang ini gak pernah balas, oon kan"

Ooohhh jadi konsep Oon aku menurut Ucok seperti itu. 

Kita selalu ke JakCloth setiap tahun, tidak berdua, bersama teman-teman Ucok, satu Genk sekolah, tetangga rumah, aku pernah dosa banget modalin anak-anak bocah ini buka puasa waktu bulan Ramadhan jam 1 siang. Habisnya aku takut mereka pingsan di JakCloth. Maaf ya Allah. 

Jadi dimana ada Ucok disitu ada Aku. Seperti gula Dan semut. 

Bahkan adikku boleh nikah, tetapi aku enggak boleh nikah sama Ucok. Hahhahahhaa. Mungkin saat itu dia takut kakak oonnya pergi dari rumah. 

Mimpiin Ucok tadi malam terasa nyata, hal yang selalu aku lakukan dan ingin aku lakukan terus. Aku menyelamatkannya dari serangan orang jahat, aku harus berlarian ke lantai 7 dan membangunkannya untuk kabur.  

Pertama kali kehilangannya secara tiba-tiba,  pamit perginya kemana, pulangnya malah tidak  ke rumah, padahal aku disini malah tiba-tiba pergi tanpa ngajak aku...

Aku bertemu dengan Ucok pertama kali setelah dia pergi tiba-tiba dalam mimpi, berhari-hari aku mimpi, mimpi ingin ikut, mimpi jangan sampai dia sendiri, mimpi kita naik bus bareng dan di turun aku ikut turun, tapi dia bertelanjang kaki, aku kasih sepatu kebesaranku, kita makan di warung yang tak pernah kita kenal.

Aku merasa tanganku dipegang, dicium bukan untuk pamit pergi ke sekolah atau pergi main dengan temannya tapi seakan pamit selamanya. 

Aku terbangun mencari di sampingku bahkan ke kamar orangtuaku tidak ada. 

Aku pernah bengong di atas jembatan busway Pancoran, kalau aku lompat apakah sakit?

Aku pernah hampir gila, yang enggak mau apa-apa lagi di diriku, resign kerja dengan alasan gak mau lagi ngerjain hal-hal yang menyangkut bunga riba, padahal setiap aku menelpon customer, dengar nada deringnya aja tiba-tiba air mata aku jatuh. 

Kerja di tempat baru, yang tidak kenal siapa aku dan tahu keadaan aku sebelumnya, membuat aku punya identitas baru. Bukan tempat dimana yang kenal aku, tahu password komputerku tgl lahir Ucok, mau ngasih kado Ucok ultah, mau dengar cerita-cerita lucu Ucok, kerja menjadi satu-satunya jalan ninjaku untuk mencoba bersedih pada waktu yang tepat. 

Tidak tahu perasaan abahku, adikku dan kakakku, tentang kehilangan Ucok, tidak berani kita beradu sedih dengan mamak kita, yang kita jaga jantungnya agar tidak kontraksi cepat. 

Dan sekarang hanya berharap, Ucok Dateng dalam mimpi, jangan sedih, karena dengan Ucok pulang aja kami udah sedih banget.

Kenapa aku tidak berani keluar dari rumah walaupun ada beberapa kesempatan, aku ingin keluar dari rumah entah itu residensi atau beasiswa, setelah Ucok agak dewasa aku pikir, lulus SMA menjadi patokan aku tidak boleh menganggapnya anak kecil. Tetapi sebelum lulus masih kelas 2 dan mau naik kelas 3, Ucok yang meninggalkan aku. 

Sedih banget bagaimana rencana, cita-cita, harapan yang aku susun harus benar-benar aku robek dan aku buang. Sedih caranya yang begitu tiba-tiba tanpa aba-aba, tanpa rencana aku harus tetap melangkah. 

Aku tahu Allah tidak ingin aku dihancurkan oleh rencana ku, rencanaNya lah yang pasti akan sangat baik. 

Hanya bisa berpegang pada hal yang Allah sudah janjikan, bahagia kamipun akan terasa kurang, bukan tidak bersyukur, sedih kami pun akan sangat dalam, namun kami tidak ingin tunjukan perpisahan adalah bentuk kesedihan. Semoga kesedihan kami disini, perpisahan kami disini adalah kebahagiaan disana dan pertemuan kembali disana. Aamiin





Entri yang Diunggulkan

  BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...