Blogy...
Gue sebel banget ya....masa semua teman-teman gue mengira gue sedang patah hati bahkan tak jarang dari mereka yang bilang "KASIHAN" ke gue...
Gila ya...! gue bathosay di kasihin karena pada patah hati. waduhhhh enggak benar nih...!
Oke emang ya, tulisan gue rada cengeng sekarang. Ya, apa salahnya kalau gue share beberapa kalimat tulisan gue...!
Kepala gue pusingggg bangeeetttt...!!!!
Banyak masalah, mulai dari ada cowok yang enggak pernah naksir cewek, malah berbalik modusin gue. Oh My God...! gue enggak mau ya perebutan bedak sama dia..! heheheh
kalo habis chat bbm sama gue, langsung pasang status. Gila apa???? apa enggak ada stok cowok tulen..!!! gue bilang aja gue lagi naksir cowok....terus dia bilang, "Emang gue bakal Jeolus?" Oh My God...
Ada lagi jam 3 pagi, nanyain status orang, "Udah nikah apa blm?" helllooooo...loe pikir ini cerita dalam film yang mau berangkat ke Bandara (Seperti adegan Cinta dan Rangga)?????
Terus sekarang Seorang cewek Invite pin bb gue. Pas gue Confirm, dia yang nanya, "loe siapa?" Jiahhhh ada juga gue kali yang nanya????
Pas gue jawab, dia yang Invite, katanya mungkin suaminya???? terus gue bilang dong, kalau jadi mudarot dan nimbulin fitnah lebih baik di delcon aja??? tapi katanya gak apa-apa karena mau berteman. Oke, Fine kita berteman???
Tapi dia pasang fotonya hijau. seseorang dari masa lalu gue. yang mungkin benci sama gue. gue yakin hijau dapat pin gue dari Arul karena mereka berteman. Huffftttsss...males kalau mengingatnya. Hijau selalu nuduh gue selingkuh. Posesif, dan suka enggak mau dengerin gue.
Dan kita tidak berteman fb karena gue hapus fb hijau. lagian siapa yang duluan hapus koment gue. Gue tahu banyak yang senang gue jadian sama hijau tapi banyak gue yang suka komporin hijau agar marah-marah aja sama gue. Di bilang gue kecentilan karena nyapa orang yang lewat. di bilang gue kasih php karena senyum-senyum sama orang.
Oke, gue yang salah karena menghapus hijau dan hapus nomornya. Tapi harusnya dia enggak langsung hapus koment-komenan kita dong, hanya karena malu sama teman-teman. Mungkin dia bilang dia sudah enggak peduli sama gue. tapi di Fb, kita malah bisa baik lagi.
Waktu itu gue bikin status "Aduhh.." dia langsung koment kenapa???? enggak kenapa-napa, cuma kejedot pintu doang, heheheheh terus kita bisa baik lagi deh. Namun besoknya gue liat status fb gue yang kemaren dan hanya ada komenan gue doang, semua komenan dia dihapus semuanya.
Gila...! dia pikir gue orang gila yang bikin status terus komen sampai banyak sendirian!!!!
Hijau, orangnya gak mau ngomong kalau ada masalah, enggak mau mencari tahu penjelasannya, enggak mau dengerin orang lain. dia pikir dirinya yang paling benar dan paling sakit. Tapi setelah kebenaran terungkap dan tidak seperti yang dituduhkannya kepada gue, baru dia mulai berubah menjadi baik.
Sudahlah memang kita tidak berjodoh, dan dahulu juga tidak kita masih egois satu sama lain. Dan sekarang dia datang lagi, dengan istri dan anaknya. gue sih enggak masalah gue hanya takut ini akan jadi satu sangkaan buruk. gue harap enggak akan seperti itu. Tapi tadi gue lihat istrinya pasang dp bbm nya Hijau sedang terbaring di rumah sakit dan banyak infusan selang di badannya.
Gue sedih deh jadinya, gue selalu berdoa dia baik-baik saja dalam lindungan Allah Swt dan juga untuk keluarga kecilnya, gue harap mereka akan selalu bahagia dan kita bisa berteman selalu dan gue bisa jadi tante yang baik sama anaknya.
terlepas dari hijau, tadi pagi subuh, gue kepeleset di kamar mandi. Ya Allah sakitnya,, tapi Alhamdulillah, enggak apa-apa. Terus biasalah ada yang kepo, nanya-nanya dan ujung-ujungnya, ngajak nikah???? Ya Allah...apa yang salah ya dalam diriku.
Dulu, aku tidak pernah terlalu dekat sama cowok-cowok yang seiman. kadang aku bertanya cinta itu dari Tuhan mengapa cinta mampir kepada perbedaan??? dan perbedaan paling besar adalah keimanan. namun untuk ke sini-sini justru mengapa yang berbeda akidah yang pada berani untuk mengungkapkan dan ngajak nikah. Aku tanggapi dengan becandaan saja. karena aku ingin hubungan pertemanan tetap terjalin dengan baik.
Ini bukan sekali dua kali, hampir berapa kali aku terjebak pada kisah ruwet, aku takut di pecat jadi anak sama kedua orang tuaku terlebih lagi aku takut hanya mengandalkan rasa yang tak pernah pasti. dan tak sesuai syari'at keyakinanku. Aku ingin mencintai seseorang karena-Mu Ya Allah.
Kalaupun satu iman, tapi mengapa aku merasa tidak sesuai prinsip awalku. Aku hanya ingin seorang Pria yang menjaga sholat 5 waktunya, hanya itu, tidak lebih harus yang gimana-gimana? Mungkin aku yang terlebih dahulu memperbaiki kadar keimananku, ya.....
Kamis, 05 Februari 2015
Senin, 05 Januari 2015
mimpi di tahun 2015
Blogy.... selamat
berganti tahun ya...
Walaupun kita sudah
berada di tahun 2015, tetap masih ada 12 bulan masih 365 hari (Kurang lebih)
dan masih ada malam minggu, yang selalu dijadikan bahan pertanyaan sama
teman-teman "Ngabisin malam minggu sama siapa? kemana aja? untung malam
minggu enggak ujan ya?
Pokoknya pergantian
tahun adalah Anugerah Sang-Kuasa, karena kita masih diberi kesempatan bersyukur
atas pembelajaran yang terjadi di tahun sebelumnya dan kesempatan rasa syukur
atas kedepannya yang mungkin tidak pernah kita ketahui, namun kita harus jalani
dengan berpikiran positif.
Blogy...
Maaf ya, aku sudah
lama tidak menemuimu, Habisnya sibuk banget sih...(Pura-pura sibuk biar
kelihatan keren...)
Blogyy..
Aku sudah
memutuskan nih, untuk tidak berharap pada satu cinta pun, akupun sudah mulai
menguatkan hati dan perasaanku..^
Jangan tersinggung
ya Blogy..Tapi aku mau fokus dulu apa yang ingin aku capai. Aku ingin belajar
lagi (Makin banyak belajar dan setelah menjadi tahu, aku seperti orang bodoh yang haus akan
pengetahuan lagi ya...)
Aku tahu hampir
semua teman-temanku meledek bahkan ada yang berusaha baik. Tapi gimana dong
blogy???? Kamu kan tahu kita tidak bisa memasukan sembarangan orang ke dalam
hati kita.
Kita juga tidak
boleh hanya menerima sempurnanya “Seseorang” saja. Pasti akan ada
kekurangan yang kita sebel darinya dan itulah kodrat manusia yang selalu
mempunyai kekurangan???
Blogy...
Aku bersyukur pada
Allah Swt. Karena Tahun ini aku bisa mengenal banyak orang. Bisa bertemu dengan
orang-orang hebat. Tahun ini aku bisa sedikit-sedikit menapaki tangga menuju
mimpiku. Tahun ini banyak hal yang bisa aku jadikan pelajaran baik dalam hal
persahabatan, pekerjaan maupun percintaan.
Ya, memang tahun
ini aku belum memiliki
seseorang yang menjadi pasanganku tapi tahun ini aku punya rasa untuk seseorang,
dan kekaguman pada seseorang. Dan rasanya aku terlalu mengharapkannya hingga
aku lupa caranya mencintainya...
Blogyy...
Setiap tahun aku
selalu bersyukur untuk melangkah maju, untuk mempunyai rencana-rencana hebat dan menemukan seseorang yang tepat. Segala yang terjadi
pada masa lalu, bukan untuk kita buang apalagi kita tangisi, namun memang tidak
mudah membuat diri tersenyum ketika mengingatnya. Namun pernahkah kau berpikir
mengapa setiap pergantian tahun selalu ada kembang api????
Di tahun-tahun
sebelumnya ketika menyambut malam tahun baru, selalu di bakar oleh keindahan kembang api. Mengapa? Karena mereka
(Kembang api) ingin menunjukan bahwa ada keindahan pada malam ini dan esoknya
pasti lebih indah.
Pada tahun
yang baru, ada yang akan digantikan setelah kita tinggalkan, ada penerimaan setelah
penolakan, ada pengharapan dibalik keputus-asaan, ada permulaan setelah kita
merasa tidak sanggup berjalan. Banyak lagi hal-hal baik apabila kita ingin
memikirkannya dengan positif.
Blogy...
Banyak kejadian yang
menggurat hati, menggugah jiwa, dan mengalirkan air mata di penghujung tahun
2014. Entah harus bagaimana menyikapi pergantian tahun dengan berita yang
membuat batin meronta.
Aku selalu sedih,
bila menyaksikan berita liputan bencana alam maupun musibah baik didarat, laut
dan udara. Bahkan sekarang bila dijalan mendengar mobil pemadam kebakaran aku
langsung telepon kerumah menanyakan keadaan rumah. apalagi sewaktu dulu, waktu
bokap masih kerja sebagai pelaut, setiap hari aku selalu merasa tidak tenang, dengan
keadaannya. Dan sekarang lagi dengan segala pemberitaan tentang kecelakaan
pesawat.
Apa ini???? Mengapa sekarang ini aku selalu merasa
khawatir pada seseorang yang bahkan tidak aku kenal sebelumnya. Cinta, apakah
aku mencintainya. Definisi cinta seperti apa yang bisa ku jelaskan pada hatiku
sendiri???
Entahlah, mungkin karena mengenalnya aku jadi sering
melihat statusnya, mendengar kabarnya. Entahlah bila rasa tak di mengerti oleh
logika, aku pun tak berani mengungkap tentang rasaku.
Banyak hal, yang tak ku mengerti ketika aku harus
mengenalnya, tiba-tiba saja aku mudah menulis tentangnya.
Mengapa???
Entahlah??? Setiap aku resah aku menulis, setiap aku sedih dan gundah aku
menulis, setiap aku bahagia aku menulis. Dan mengapa aku selalu merasa berbeda
dengan mengenalnya. Aku itu tidak mudah tertarik pada seseorang, apa dia begitu
istimewa??? Apa mungkin dia terlalu istimewa untukku, memangnya dia cheribell, chibi-chibi...hahhahaha
mengapa
aku harus mengenal Awan yang bekerja di udara. Memang bukan kebetulan semata, mungkin Allah sudah menulis untuk aku mengenalnya. Tapi mengapa aku suka khawatir, terutama dengan adanya pemberitaan-pemberitaan yang ada di tv saat ini. salah ya????
mungkin salah??? tapi kan, aku mengenalnya walaupun kita tidak saling
bicara. Ada apa dengan hatiku??? sudah tahun 2015,
masih saja aku memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak usah aku pikirkan. Tapi
mengapa tidak boleh???
Pertama
mengenalnya, mungkin aku berburuk sangka padanya??? yang sebenarnya aku hanya
ingin melindungi hatiku sendiri untuk tidak memulai hubungan dalam bentuk apapun ketika mengenalnya. Makin
mengenalnya aku semakin tidak percaya diri dengan segala kelebihan yang
dimiliki dirinya. Dan sekarang mulai mengenal kehidupannya, aku justru berpikir, mungkin
dia bagai sodara seiman, yang mungkin (atas Izin Allah Swt) bisa saling membawa
kebaikan.
Tak ada rasa marah,
benci dan kesal pada dirinya, apalagi cemburu (Suka cemburu sih karena dia bisa
meraih mimpinya, jalan-jalan dan bertahan di negeri orang, bisa ke Mekkah dan
Madinah, kerja keras yang luar biasa. Semangatnya yang harus di contoh) kalau melihatnya
dengan wanita-wanita cantik,,, wuuiiihhh....ngapain aku cemburu, dia bukan
siapa-siapa aku??? hehhehe
walaupun agak
sedikit naikin alis sih, kalau liat foto-fotonya, hahhaha kenapa???? kenapa?
keren aja...hahaha. Blogyyy,,, aku tidak berani cemburu pada apa yang bukan
milikku. aku tidak berani cemburu pada apa yang
menjadi inginku, karena aku tidak ingin mengukir prasangka buruk lagi
tentangnya.karena aku ingin hubungan ini tetap baik untuk kedepannya. sekedar teman yang saling memberi motivasi dan mendoakan untuk kebaikan masing-masing.
Aku tahu, saat ini
dia jauh dari keluarga yang menyayanginya. Mungkin teman-temannya itu adalah
kiriman Tuhan sebagai pengganti keluarga terdekatnya saat ini. mungkin
teman-temannya saat ini, yang kebanyakan wanita (Mungkin ada yang
menyayanginya) akan membantunya bila dia sedang dalam kesulitan atau ketika dia
sedang sakit. Mengapa aku harus cemburu untuk itu?????
Lagipula saat ini,
aku tidak ingin berharap apapun pada orang lain. aku hanya ingin menjadi Evy.
evy yang tidak cengeng lagi dengan keadaan yang tidak sesuai harapan. aku ingin
menjadi seorang Evy yang selalu memikirkan solusi yang terjadi daripada
membelitkan masalah dalam otakku. menjadi Evy yang selalu ceria dan memandang
semuanya baik-baik saja dengan apa yang belum terjadi selanjutnya.
Evy yang bisa
menerima, bahkan menertawakan segala kepahitan, Evy yang ingin punya banyak
teman yang ingin berbagi cerita dan kisah yang bisa dibagikan sebagai
pengalaman.
pengalaman orang
lain adalah modul kehidupan orang lain untuk kita pelajari dan mengambil
mamfaatnya untuk menjadi lebih baik lagi. sedangkan pengalaman diri sendiri
adalah ujian ketika kita dituntut belajar dalam kehidupan yang harus kita
jalani dan bersyukur atas kesempatan mampu melewatinya.
Blogy....
Selama ini aku
terlalu mengikuti perasaanku, hingga aku lupa siapa aku sebenarnya? Aku selalu
merasa tersakiti oleh keadaan dan waktu, hingga aku lupa semua itu adalah
pelajaran berharga untukku. Waktu saja tidak pernah lelah menjadi tangan-tangan
Tuhan untuk memberitahu kepada semesta-semesta tentang pertanda.
Blogy...
Dalam hal cinta,
aku tidak terlalu pintar. Aku terlalu mengharapkan seseorang hingga aku lupa
caranya mencintai seseorang dengan baik. Aku terlalu menginginkannya hingga aku
lupa tentang kebahagiannya.
Nah ditahun yang
sudah baru ini,aku ingin melepas semua beban perasaan, rasa sakit hati,
rasa kecewa, rasa menyerah dan semua
yang membuat hatiku sakit...akan aku lepaskan...Ya, harus menjadi lebih baik
lagi....
Ya Allah, Tuhanku
terima kasih untuk semua hal yang terjadi dalam hidupku baik ditahun –tahun
lalu, saat ini, ataupun nanti.
Terima kasih, aku
masih mempunyai sahabat-sahabat baik, teman-teman baru yang peduli, keluarga
yang tak pernah berhenti mendoakan, dan kucing yang selalu mencariku setiap
pagi dan nunggu di depan pintu kamar mandi. Terima kasih Tuhan.
Mungkin memang
belum ada pasangan jiwa yang menemani, tapi aku tidak ingin khawatir, aku
selalu takut bila aku mulai khawatir. Aku takut tua dalam kesendirian. Aku
takut sendiri dalam kesepian. Aku takut tidak dirindukan...ketakutan selalu ada
dalam diri namun kita sendiri yang harus menghapus rasa takut itu...menjadi
sebuah energi semangat meraih sesuatu yang kita takutkan..
Aku tidak bisa
dengan mudah memasukan seseorang kedalam hati. Bukan aku berpikir akulah yang
terbaik..Bukan...sumpah bukan...!!
Hanya hatiku memang
tidak mudah dengan penerimaan apalagi untuk sebuah kata “Pasangan” aku suka
berteman, aku senang mengobrol, aku suka berbagi cerita, bahkan aku suka
bercanda namun untuk urusan cinta aku “introvert” mungkin aku terlalu menutup
hatiku.
Walaupun ini hanya
sebuah organ hati yang beratnya kurang lebih 1,4 kg. Namun ini adalah Hati yang
dengan mudah tergores, dengan sedikit sakitnya saja akan dapat membuat semua
bagian tubuh lainnya merasakan kesakitan itu juga. Hati yang dengan mudah
membuat kelenjar Lakrimal di bawah alis mengeluarkan air, yaitu Air mata
pertanda sebuah kesedihan
Blogyy...
Mulai saat ini dan
seterusnya, aku mau lebih membuka hatiku. Ya, untuk mendapatkan yang baik,
tadinya aku hanya ingin menggandalkan Feromonku saja, hehhe. Blogy..pokoknya di
tahun yang baru ini, aku bertekad aku akan melahirkan beberapa novel dan jadi
penulis skenario (Karena space film jauh lebih besar daripada buku) namun ada
keasyikan tersendiri saat menulis sebuah novel, tetap harus jadi penulis novel.
Mau janji sama diri
sendiri untuk menyelesaikan novel dalam 3 bulan, jadi satu tahun bisa
menghasilkan 4 judul novel (JANJI ya....janji!!!)
Mau nulis blog
maksimal 1 bulan sekali...(Maaf ya Blogyy...bila diingkari..hehheh)
Aku tidak mau
pusing mikiran hal yang belum aku ketahui (Jodoh) aku tidak bisa terus-terusan
meradang, mengapa aku belum dikasih jodoh. Padahal jujur ya, tahun-tahun
kemarin, aku memang belum siap menikah (walaupun sepertinya terlambat untuk
bicara tentang umur) tapi memang ternyata aku belum siap menerima semua
perubahan dalam diriku. Menerima seseorang dengan beda pemikiran, beda visi dan
misi dalam menentukan masa depan.
Padahal dengan
begitu, kata temanku aku terlalu sombong, dan tidak bisa menerima kekurangan
orang lain. Oh my God...aku tahu setiap orang memiliki perbedaan visi dan misi,
tapi kita bisa dong, hampir menyamakan visi dan misi.
Seperti
teman-temanku, ada yang hanya ingin
menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak dan suaminya, begitu juga
sebaliknya. Ada juga yang ingin membesarkan anak-anak mereka dengan memiliki
rumah yang sedikit mewah, maka dengan begitu keduanya bekerja keras untuk
mewujudkannya. Atau ingin selalu liburan, keduanya gemar menabung untuk
berlibur bersama orang-orang yang mereka cintai.
Bila aku menikah
hanya karena usia yang sudah dianggap matang dan takut dikata-katain orang
lain, itu jadi alasannya, bukankah itu hal yang salah. Bila aku sampai saat ini
belum menikah, ya karena aku belum bertemu dengan pemilik tulang rusukku saja.
Mungkin aku banyak
bertemu cowok-cowok, berteman, dan bersahabat hingga sekarang dan di tahun 2014
ada orang yang aku sukai juga, orang yang aku kagumi, bertemu dengan beberapa
orang-orang yang lumayan penting. Banyak hal yang harus aku syukuri.
Aku masih bingung,
setelah menikah, apakah aku masih boleh jadi penulis? Waktu siang untuk bekerja dan malamnya menulis, waktu tidurku hanya 3-4jam. Apakah aku bisa
bertemu cowok seperti suaminya mbak puput, yang rela istrinya meraih semua
mimpinya????
Bahkan ada yang bilang menikah dengan penulis,
pasti enggak bakal diurusin (hanya bisa geleng-geleng kepala...)
Tahun ini aku bagai bercermin dengan
sahabat-sahabatku yang sudah dikaruniakan cinta suami dan anak-anaknya,
sahabat-sahabatku yang impian mereka saat ini adalah “Mengurus suami dengan baik dan membesarkan
anak” Aku suka anak-anak kecil, tapi apakah aku bisa seperti mereka. aku saja
masih sibuk sama urusanku sendiri. Memang Allah yang Maha Tahu ya, tentang
hambanya.
Alhamdulillah juga
belum dikasih jodoh, karena bisa berusaha mengejar mimpi. Hehhe tapi aku juga harus
mempersiapkan diriku, bila jodoh itu mulai menyapa.
Dan ditahun ini,
aku harus jadi wanita yang baik. Wanita yang bisa dipilih untuk menjadi istri
dan calon ibu yang baik. Wanita yang bisa masak (Harus enak...) dan wanita yang
tidak mementingkan urusan sendiri. Bisa enggak ya...(Aduhh kayaknya jauh dari
harapan...)
Oke...kita akan
menuju ke tahap belajar... kalau gitu cari cowoknya yang mau menunggu aku untuk
proses belajar, hhahahahha (Mudah-mudahan ada..)
Blogy...siapapun
jodohku nanti...aku kenalkan deh ke kamu blogy, dan nanti dia aku suruh nulis
di blogku ini, kenapa bisa memilih aku...(semoga bukan hanya sekedar khilaf-
ya) hehheh
Oiya semoga nanti
di tahun baru, aku bisa konsisten curhat ke kamu. Minimal aku mau nulis di kamu
sebulan sekali dan semoga kamu masih tetap mau jadi sahabat aku...Thanks
blogyyy
Senin, 17 November 2014
Pilihan (Part II)
Pilihan adalah ketika memutuskan untuk melanjutkan
mencintainya atau membuang jauh harapan bersamanya. Ya, yang kedua sudah
dipilih saudaraku. Karena kedengarannya gebetannya sudah menikah dengan orang
lain. Sedih ya, sewaktu kita mengetahui orang yang selama ini kita inginkan,
telah menjadi milik orang lain, begitu yang sedang dialami saudaraku sekaligus
sahabatku, saat ini.
Jumat itu,aku pergi ke sana, untuk sholat dan kedua
orang yang selalu berada didepan. Tidak terlihat. Dan katanya lagi, gebetan
saudaraku, seddang melangsungkan pernikahan. Mungkin pernikahannyalah yang
memutuskan membuang jauh semua harapan-harapan dirinya bersamanya.
*****
Memang, setiap keinginan kita belum tentu menjadi
kebutuhan kita
Tetapi disaat keinginan itu semakin dalam, dan
kebutuhan itu dengan mudah tercipta.
Ya, butuh akan senyumnya yang selama ini dilihatnya
dengan tulus, ternyata sekarang bukan untuknya lagi. Sabar hanya bisa dilakukan
dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan Maha Pengasih.
Tapi aku selalu percaya, “Allah Swt, tidak mungkin
memisahkan kedua orang yang saling mencintai dengan tulus, kecuali untuk
menggantikannya dengan yang lebih baik lagi”
Sewaktu aku menyukai seseorang beberapa tahun yang
lalu, aku menyukainya karena dari sekian cowok di kantor itu, dia yang paling
menjulang seperti menara, aku selalu bertemu dalam setiap waktu sholat.
Setiap waktu sholat datang, aku melihat dia
terburu-buru menuju tangga darurat, dengan sajadah ditangannya. Dia mengambil
air wudhu dan melaksanakan sholat di tangga darurat. Sedangkan yang lainnya sedang
bergegas menuju kantin untuk makan siang.
Sebenarnya, aku tidak berani tertarik dengannya
namun setiap tingkahnya yang menarikku untuk lebih memperhatikannya. Aku tidak
berani suka sama orang ganteng, terlebih dengan status pekerjaan yang berbeda.
Aku menyukai bukan tanpa alasan, aku suka dia taat
ibadah dan mendahulukan Allah diatas dirinya. Aku menyukainya bukan hanya dia
ganteng, tapi dia memang baik, sewaktu aku lagi mengepel di pantry dan dia mau
ngambil minum, dia malah menunggu lantainya kering dulu. Waktu aku terkunci
ditoilet karyawan (Yang mengharuskan punya akses Card) dan dia membantuku
dengan membukakannya.
Aku tidak melihat dia kaya, ganteng atau keren, aku
mencintainya karena kebaikan tingkahnya, ibadahnya bahkan cara bicaranya dengan
teman-temannya. Aku merasa aku tulus mencintainya tapi mengapa dia tidak bisa
merasakan cintaku? Dan mengapa Tuhan tidak memberikan hatinya untuk merasakan
“rasa” yang sama yang aku rasakan.
Ada sebersit rasa dihatiku, bahwa dia orang baik.
Dan waktu itu aku percaya, suatu saat nanti, aku dan dia akan bertemu lagi
dalam keadaan yang sama-sama baik. Maka dari itu aku rela menunggunya, walaupun
ini sangat bodoh bagi sebagian teman-temanku.
Mungkin butuh waktu lama untuk menunggu, akupun
tidak perduli. Hingga aku mengabaikan beberapa perasaan orang-orang baik,
hingga perasaanku sendiri. Hingga aku dipertemukan kembali dengannya dengan
statusnya yang sudah berbeda.
Waktu itu aku marah, mengapa Tuhan mengenalkan aku
padanya? Aku kesal, bukankah Tuhan melihat aku selalu menjaga hatiku, cintaku,
sikapku bahwa aku berusaha untuk tidak pernah pacaran lagi sampai aku
dipertemukan lagi dengannya, walaupun ada beberapa cowok baik yang pernah
menawarkan hatinya untukku (Aku tidak bersyukur untuk itu). Aku berusaha
menolak dengan alasan aku sudah punya pacar.
Walaupun selalu ketahuan aku
bohong, karena setiap kondangan aku pergi bareng teman-teman, hehehhe
Aku marah
tapi aku sadar, bukankah dari awal aku mencintainya, aku tidak pernah ingin
memilikinya, karena aku tahu, cinta itu tidak se-simple di dunia dongeng, aku
dan dia berbeda. Begitu juga kata teman-
temanku.
Aku kesal dengan waktu yang lama mempertemukan kami
kembali dalam keadaan yang sudah tak sama.
Atau aku yang kurang menyadarinya bahwa kita memang tidak akan pernah
bisa bersatu. Harusnya di tahun pertama aku menyukai dan berpisah dengannya,
aku sadar bahwa kita tidak akan terikat menjadi pasangan.
Aku menunggunya, aku menunggu kebaikan Tuhan dalam
penantianku, namun kenyataannya, aku terlalu membuang waktu dan hanya menunggu waktu
untuk melihatnya menikah dengan orang lain.
Menikah???? Apa aku bisa memaksanya untuk
menyukaiku, apa aku mampu melihatnya terpaksa melakukan itu. ahhgg, aku tidak
mampu untuk menjadi sejahat itu.
Bukankah menikah adalah jodoh yang sudah di tetapkan
Oleh Allah Swt. Mengapa aku benci akan ketetapan-Nya? Akan jodohnya bukan aku?
Waktu juga yang menyadarkanku untuk berpikir seperti ini.
Hingga aku berpikir bahwa ini balasan untukku. Aku
terlalu sombong akan cinta yang aku miliki, mungkin aku kufur akan nikmat Allah
Swt, yang telah mengirimkan orang-orang baik yang pernah hadir dalam hidupku.
Aku justru pergi.
*****
Ada
beberapa Makhluk “Mars” yang pernah hadir dalam hidupku.
Namanya “Pejuang ” dengan sekuat tenaga telah memperjuangkan cintanya. Aku mengenalnya
sewaktu aku dan teman-teman kepompong sedang makan mie ayam dibelakang Db. Si
Pejuang ini duduk di bangku berdekatan dengan aku. Setelah aku membayar dan mau
balik untuk pulang, dan secara tiba-tiba dia berkata.
“Yeee, gue kan lagi ngomong sama loe, dan loenya
malah pergi aja?” Katanya dan aku kaget dan langsung menoleh kearahnya.
“Saya, Mas?” Tanya aku memastikan lagi
“Iya, loe, siapa lagi?” Ucapnya sambil nunjuk
kearahku
“Maaf deh, Mas” Aku Cuma bisa nyengir tanpa tahu apa maksud dari
ucapannya itu.
“Memangnya, mas kenapa?” Tanyaku lagi berusaha
menyimak apa yang mau diomongin
“Gue lagi patah hati?”
“Yaa, kalau patah hati jangan ngadu ke saya, Mas?
kalau patah tulang, baru?” Aku berusaha mencairkan suasana karena kelihatannya
dia yang sedang patah makin patah hati saat curahan hatinya enggak di dengar
sama aku. Aduhh, maaf aja ya, Mas, kalau aku lagi makan mie ayam dan bakso,
rasanya tuh seakan sulit berpaling ke yang lain, hehhe
“Loe bisa ngobatin patah tulang?” Tanyanya serius, Wah,
sepertinya dia mulai menyadari bahwa aku itu multitalented, selain jago
membersihkan, juga bisa ngurut patah tulang.
“Jangan ke saya juga, ke tukang urut aja mas, kalo
patah tulang?” Jawabku dan dia mulai sedikit tertawa
Akhirnya setelah ngobrol-ngbrol dan cukup dekat, dia
mulai cerita, bahwa dia lagi bingung karena pacarnya (Cewek yang sudah di
sayangi selama 5 tahun) akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya si cewek.
“Ayooo, dong, mas, semangat, jangan mudah nyerah?”
Aku mulai menyemangatinya. Gue suka sama cowok yang berusaha untuk mendapatkan
apa yang diinginkannya/diimpikannya. Apalagi berjuang untuk mendapatkan
cintanya kembali.
“Udah, tapi...???” dia tidak melanjutkan
kata-katanya lagi
“Tapi....???” tanyaku semakin penasaran
“Tetap aja di tolak” jawabnya. Katanya perbedaan
tingkat sosial. (Oh my God, kisah siti Nurbaya, terulang lagi kepadanya)
Dan akhirnya, hampir setiap hari aku selalu mendengarkan cerita-cerita tentang
ceweknya, Aku sih, senang-senang aja, mendengarkan kisah cinta orang lain
(Lumayan buat referensi membuat novel) Tapi yang menjadi bingung adalah rasa
nyamannya ketika bercerita sama aku, entahlah mungkin aku berbakat jadi
pendengar yang baik kali ya, dan yang
berurusan sama hati, hehhehe
Rasa nyaman itu berubah menjadi rasa ingin berbagi
dalam setiap cerita yang dia rasakan.
Rasa yang mungkin dimilikinya, ketika bersamaku mendapat jawaban atas
segala resahnya. Rasa yang entah sejak kapan, dia beranikan diri untuk
membangunnya kembali, dan mungkin akan mendapat pengharapan baik dariku.
Tuhan, Maafkan aku yang kurang menyadari rasanya
yang tulus. Aku tahu dihatinya masih terselip rasa pedih, aku mengerti hati dan
jiwanya meronta atas kehilangan rasa yang selalu diterimanya yang selama ini
secara tiba-tiba pergi dengan terpaksa, mungkin dalam pikirnya, aku mampu berperan
untuk mengembalikan rasa cintanya untuk bisa (ber-re-generasi) menjadi lebih
baik kembali.
Namun di saat hatinya yang sakit dan sudah berani memulai
merasakan Cinta lagi dengan wujud yang selama ini bukan yang menemaninya dalam
beberapa waktu terakhir, yang mungkin dia inginkan“seseorang” untuk memoles
rasa sakitnya (Yang mungkin dia tidak berani bertaruh, rasa seperti apa yang akan
dia dapatkan nantinya, bahagia atau sakit lagi)
Tapi Aku salut padanya karena dia berani
mempertaruhkan hatinya yang sedang rapuh, agar tidak ingin menghilangkan kebutuhan cinta
untuk melengkapi hati dan jiwanya.
Disaat dia berani mempertaruhkannya lagi, aku
menghilang.
Bukan tanpa alasan yang ringan, terlebih aku tidak
ingin menyakitinya. Karena hatiku saat itu sudah terisi satu cinta yang
memenuhinya. Mungkin Maafku tak bisa membayar hari esoknya. Namun kepergianku akan menguatkan pencarian
cintanya yang lebih besar lagi, bukan sekedar yang mampu mengerti hatinya tapi
bisa sama-sama merasakan kebutuhan cinta untuk hati dan jiwanya.
Ya, aku melihatnya itu sekarang. Dia bahagia, dan
rasa bersalahku seakan terbayar oleh kebahagiannya. Aku tahu dia orang yang
tidak akan pernah menyakiti pasangannya, karena dia tahu jelas, bagaimana rasa
sakit itu sesungguhnya?
Dia menjadi mars yang dewasa, bertanggung jawab dan
sudah memiliki kebahagian dengan keluarga kecilnya. Aku selalu berdoa dan
berharap bahwa rasa sakitnya sudah mulai menguatkannya, dan untuk menjadi peta
kehidupannya bersama orang-orang yang cintainya yang berada di sisinya.
*****
Mars
yang berwarna hijau...
Aku pernah menulisnya, di postingan sebelumnya. Ya,
aku menamakannya hijau. Cowok pendiam yang mungkin pada awalnya dia sebal
melihatku.
Aku dan dia sangat berbeda. Pendiam, dingin, cuek
(Tidak pernah mau melihat orang) terlihat judes. Oh My God, aku saja yang cewek
bisa dengan sangat mudah tersenyum pada orang lain. aku dan hijau sudah
beberapa kali bertemu karena dia penjaga cafe yang ada dilingkungan kerjaku.
Aku akrab dengan temannya, yang kebetulan sedari awal kerja disini, aku
dikenalkan sama temannya hijau, namanya Rul.Rul adalah temannya Mbak Yan.
Mungkin hijau pikir, aku suka sama temannya karena
kami akrab banget, ya, gimana enggak akrab, waktu pertama kali masuk kerja
disini, temanku hanya mbak yan dan si Rul. Ceritanya, waktu itu, aku dan hijau
bertemu di suatu pagi yang cerah (Cie...cie...ini ceritanya udah kayak di
sinetron-sinetron)
Dia mengantar roti ke atas lt. 5 (Maklum cafenya ada
dibawah kantor ini dan aku bertugas di lt.5) aku mau membersihkan bangku tamu
di ruang tunggu, kebetulan dia sedang duduk di sana.
“Maaf mas, duduknya bisa pindah enggak, ke bangku
satunya lagi, soalnya yang ini mau dibersihkan?” tanyaku dan dia menatapku
tanpa bicara lalu pindah ke bangku sebelahnya
“Makasih, mas” Senyumku dan dia masih melihatku
tanpa senyum
“Mas, boleh tanya, gak?” ucapku sambil membersihkan
bangku
“Apa??” Jawabnya males karena lama nunggu orang yang
mau mengambil roti antarannya
“Mas sakit ya?” Tanyaku dan dia menggeleng
“Enggak???” jawabnya sinis “Kalo sakit gue enggak
kerja?” lebih sinis lagi
“Sakit gigi, gitu mas” tanyaku lagi masih dengan
senyum
“Enggak” jawabnya setengah malas sambil memperhatikan
orang-orang yang lewat di lorong kantor, barangkali ada orang yang mau
mengambil pesanan rotinya. Dan setelah selesai membersihkan bangku yang tadi.
Aku menyuruhnya pindah lagi.
“Mas, maaf lagi, duduknya pindah lagi ya, ke bangku
ini (Bangku yang baru aku bersihkan)?” dan dia seakan marah dan dia menyangka
aku mengerjainya.
“Jadi bangku ini, belum loe bersihin (Bangku yang
sedang dia duduki)?” Tanya dia
“Belum mas” Jawabku sambil menggeleng
“Terus kalau dua-duanya belum loe bersihin, kenapa
enggak yang disana dulu, yang pertama loe dibersihin?” Jawabnya setengah marah
plus sebel “Kenapa harus bangku yang gue dudukin dulu?” Makin kesal sepertinya
“Biar cepat yang dekat dulu, mas” Ucap aku cari
pembelaan (Ciri orang yang enggak mau
salah, hehhe)
“Tapi kan...??” akhirnya dia pindah duduk lagi
"Makasih ya mas” Senyumku dan dia lebih ingin
membuang wajahnya
Karena menunggu orang yang mau mengambil pesanannya,
akhirnya dia meneleponnya dari meja tempat resepsionis.
Setelah itu dia kembali duduk dan menunggu lagi.
Mukanya ditarik menjadi cemberut, kesal memenuhi keseluruhan wajahnya.
“Mas...” Panggil aku
“Kenapa?” Jawabnya ketus
“Nunggu siapa,Mas?
nanti biar saya panggilin, saya mau masuk kedalam”
“Enggak usah, Ibunya sebentar lagi keluar” Jawabnya
“Ohh, yaudah” Jawabku dan dia hanya bengong
memandang jendela keluar namun sebelum pergi melanjutkan pekerjaan kedalam
ruangan, aku masih bertanya lagi (Aku seperti orang kepoo, udah dijutekin masih
aja bertanya sama dia)
“Ohh saya tau mas ini lagi sariawan ya, makanya
jarang ngomong dan enggak pernah senyum, ya?” Tanyaku lagi dan dia makin sebel
“Enggak, gue enggak sakit apapun” Jawabnya nyolot
dan masih aja aku jawab dengan pertanyaan lagi (Kalau ingat lagi jadi lucu)
“Kalau enggak sakit? Koq enggak pernah senyum sih,
mas?” Pertanyaanku kali ini membuatnya terperanjat. Siapa loe??? Memangnya
masalah buat loh??? Maksud loh?? Mungkin pertanyaan2 ini muncul dalam hatinya
saat mendengar pertanyaanku dan dia lagi-lagi enggak menjawab sampai datang
orang yang mengambil roti pesanannya
“Wah, Mas, loe jangan gangguin si Evy dong?” Ucap
Ibu Nang dengan setengah becanda padahal terkenal galak Loh tuh Ibu...
Dengan muka enggak rela dia menjawab “Idihhh siapa
yang gangguin dia, ada juga dia yang gangguin saya, dari tadi, Bu..” Jawabnya
makin sebel sambil melirik kearahku
“Enggak mungkinlah, masa si evy yang gangguin loe,
mas...evy kan anak baik-baik” Ucap Ibu Nan dan aku hanya tertawa saja.dan dia
masih enggak rela dengan tuduhan itu.
Hari
berikutnya...
Masih dia yang mengantar roti ke lt. 5 dan selalu
setiap aku membersihkan ruangan tunggu itu.
“Eh, masnya lagi?” Sapa aku “Silahkan mas, yang ini
bangkunya sudah dibersihin” tunjukku biar dia enggak marah-marah lagi
“Gitu dong?” Jawabnya sambil duduk
“Koq, mas terus sih yang ngantar rotinya? Si Rul
kemana tuh mas?” Tanyaku
“Kenapa loe nanyain si Rul? Kangen loe sama dia?”
Jawabnya
“Jiahhh, orang Cuma tanya doang”
“Loe pacarnya si Rul ya?” Tanyanya kepo dan aku
tertawa sambil membersihkan telepon yang ada di meja resepsionis. Jadi
membersihkan telepon ada cairannya (serbuk putih) dan aku baru mengoleskannya
dan membilasnya dengan air. Dan yang terkahir memberinya pewangi telepon. Namun
gagang teleponnya dalam keadaan disamping telepon. Dan dia malah pakai telepon
yang masih dalam proses pembersihan itu.
“Bukan mas” Jawabku dan dia berdiri di sampingku dan
menelepon extension orang yang memesan roti.
Pikir aku dia sudah selesai pakai telepon. Karena
gagang teleponnya masih dalam keadaan disamping telepon, dan pikir aku lagi dia
sengaja taruh tuh gagang telepon karena tahu belum dikasih pewangi dan dia
kembali mengecek roti yang dibawanya
Tanpa pikir panjang aku langsung menyemprotkan
pewangi ke kain lap dan menggosokannya ke telepon. Dan setelah teleponnya aku
bersihkan, aku kembalikan gagangnya ketempat semula.
Dan tiba-tiba dia balik ke meja resepsionist untuk
menelepon dan dia teriak.....
“Koq dimatiin!!!!” Tanyanya ketika melihat gagang
telepon sudah rapi ditempatnya
“Apanya mas?” Tanya aku bingung
“Itu teleponnya?!!” tunjuknya kesal
“Hah...” aku terperanjat kaget “Aduhh, maaf
mas...Maaffya, mas? Memangnya masih dipakai?” Tanyaku yang panik karena dia
juga kaget pembicaraannya aku putus.
“Iya, tadi sengaja gue taro, gue lagi roti gecek roti bawaan gue!” ucapnya marah
“Yahhhh, enggak tahu mas?????” Jawab aku merasa
bersalah dan dia diam sambil melihatku.
“Maaf ya Mas...” Ucapku lagi dengan wajah penyesalan
dan ketika dia ingin menelepon kembali, Orang yang tadi diteleponnya sudah
datang untuk mengambil pesanannya.
“Gimana sih loe, main di matiin aja” Ucap mas-mas
gaul yang sering nongkrong di Cafenya setiap sore
“Sorry deh, gangguan teknis tadi” Ucap si Hijau sambil
ketawa. Lha dia bisa ketawa juga
“Yaudah deh, mana pesanan gue” Tanya si mas itu. dan
dia melihat kearahku.
“Pantesan aja gangguan teknis,godaiin cewek melulu
sih loe!” Ucap si Mas itu lagi. Tuduhan lagi kepadanya, hahhaha rasanya aku mau
ketawa.
“Idiihhhh!” Ucapnya “Siapa? Gue? godaiin dia????
Ogah amat” Jawabnya sambil melihat ke arahku dan aku hanya senyum doang
“Lha, gue juga tahu, kita sama-sama cowok. Ngertilah
gue” ucapnya mas-nya sambil ngedipin mata ke aku dan menepuk pundak hijau. Mau
ketawa rasanya. Dan hijau manyun!
Sampai akhirnya, jam makan siang tiba. Jadi sebelum
menuju ke kantin kita harus melewati cafe yang dia jaga. Dan si Rul
manggil-manggil aku.
“Vy..? sini?” Panggil Rul dan aku melihat wajah
hijau di kaca etalase tempat dia berjaga
“Ada apaan?” Tanyaku dan hijau yang membalasnya
dengan pertanyaan
“Mau kemana?” jiahhh stres nih orang, namanya juga
istirahat siang, ya, mau makanlah, masa mau berenang?
“Makanlah, mas”jawabku seadanya karena rintihan
perut mulai menyerang. Lapar..laparrr
“Ohh..” Jawabnya dan si Rul malah balik bertanya kepadaku
“Ada yang mau kenalan nih sama loe, katanya nama loe
siapa?” Ucap Rul dan hijau hanya nunduk saja
“Siapa??” Tanyaku keheranan
“Nih di sebelah gue?” Hah, mulutku terbuka lebar
kayak bang ocit datang, (dia) ngapain tuh orang mau kenalan, Aku melihatnya dan
dia sengaja mengalihkan perhatiannya ke
mesin hitung di Cafenya
"Kalau mau kenalan, suruh orangnya sendiri yang
ngomong?” Ucapku sambil pergi kekantin dan buru-buru melampiaskan nafsu
cacing-cacing di perut untuk mendapatkan haknya
Dan setelah makan siang selesai, aku harus lewat
lagi dong depan Cafenya dan dia sudah berdiri dipintu luar Cafenya. Sepertinya
dia agak gugup dan aku pura-pura jalan aja
“Cewek...”Panggilnya dan aku berhenti lalu nengok
(Seperti adegan Cinta nengok kearah Rangga, ditempat jualan buku-buku bekas di
senen)
“Namanya siapa...???” Jreenggggg....aku tertawa dan
dia tersenyum. Akhirnya setelah kerja berminggu-minggu di sini...dia mulai
sadar kali ya, gue tuh manis juga, heheheh
“Evy,,, Gak pake Tamala...” Jawabku tanpa salaman
dan langsung pergi kelantai atas.
****
Setelah itu, dia mulai melakukan Pedekate, ya,
Modus, Tapi lagi-lagi aku mengecewakannya. Dia cowok baik. Yang kami berakhir
dengan perpisahan yang tidak ada pertengkaran namun aku menjadi musuhnya.
Aku kadang sebel melihat sikapnya yang lebih percaya
pada orang lain ketimbang aku. Kalau dia menyadarinya aku tidak seperti yang
dituduhkannya baru sikapnya berubah baik lagi. Tapi memang dia tipe orang yang
cemburuan. Kita bahkan tidak pernah pulang bareng kalau kerja. Tapi seakan kita
terikat dalam satu hubungan ikatan pacaran.
Ya, karena teman-teman kami selalu menjodohkan. Selama
dia baik dan tidak macem-macem aku jalani saja untuk mengenalnya lebih jauh
lagi. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata kami tidak cocok. Dia suka
memeriksa hp dan menghapus sms, lihat nomor kontak. Ampuun deh...
Bahkan aku berusaha melupakan perasaanku pada Kuning
yang sudah tidak bisa kulihat lagi bayangannya dengan berusaha membuka hati
untuknya. Aku bercerita tentang diriku. Aku punya sahabat dua cowok, agar dia
tidak cemburu karena kedua sahabatku itu manggil aku “Say” bukan sayang tapi thosay.
Kebetulan kambing saat itu bekerja di Fx Plaza sebagai trainer fitnes. Jadi
kami suka pulang bareng.
Agar dia tidak menuduhku macem-macem, aku bercerita
dulu aku sedikit tomboi dan punya panggilan bathosay, tapi dia malah tertawa
dan seakan tidak percaya. Yasudahlah....
Dalam hubungan pacaran itu harus menghargai pasangan
kita. Namun terkadang aku bisa lebih dekat dengan sahabatku ketimbang pacar
sendiri. Bagiku sama saja sahabat atau pacar yang membedakannya hanyalah, dia
lebih punya waktu untuk mendengarkan segala keluh kesah kita, segala mimpi
kita, semua yang menjadi keinginan kita, teman diskusi dalam suatu hal dengan
sudut pandang berbeda namun tetap bisa menghargai dengan pikiran masing-masing.
Teman yang lebih memperhatikan kita untuk hal-hal baik,
seperti mengingatkan sholat, memberi nasehat ketika kita sedang salah, tidak
marah karena kita melakukan kesalahan lebih kepada mengajarkan kepada mengambil
hikmah didalamnya.
Teman yang tidak pernah mengeluhkan kita dengan
segala perubahan bentuk fisik kita, pakai baju yang biasa saja tanpa harus
mengaturnya, bahkan tidak membahas tentang wajibnya bilang ketika potong
rambut, apalagi bila terlalu gendut atau kurus. (Tetap memberi nasehat tapi
tidak menjadikan itu aturan yang harus ditaati)
Teman yang
selalu ada saat kita jatuh bukan malah meninggalkan bahkan mendorong kita lebih
jatuh lagi. Teman yang saling melibatkan kebaikan untuk masing-masing.
Namun kita tidak bisa seperti itu. Hijau selalu
penuh curiga. Bahkan menuduh yang macam-macam. Bahkan hijau selalu menggunakan
kekerasaan bila ada cowok yang dekat, padahal cowok-cowok itu adalah sahabat
aku. Akupun tahu batasan antara cewek dan cowok dalam pergaulan. Namun tetap
aja Hijau tidak bisa menghargai persahabatan antara aku dan teman-teman.
Dan sekarang aku dengar dirinya sudah menikah dan
katanya ceweknya seperti aku, mata panda, hehheeh. Ya, Cuma dengar dari
teman-teman lama sih. Yang penting dirinya sudah bahagia. Aku turut senang
walaupun dia tidak bersamaku, namun dia pernah menjadi Bagian dari ceritaku.....
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri yang Diunggulkan
BENCI Siapa kau? Beraninya membenci manusia yang sama hinanya dengan dirimu Siapa kau yang masih menginjak tanah merasa sedang menjunj...
-
Hai blogy, Aku gak bisa tidur, banyak hal yang lagi aku pikirin, banyak hal yang aku kerjain. Sekarang ini kenapa ya aku selalu kepikiran...
-
Blogykuh,... Manis banget kan aku manggil kamu, hihihihi Blogy aku sakit, sudah 4hari gak minum kopi, sebel kan??? Radang, batuk, demam, ...
-
Apa rasanya, jatuh cinta berkali-kali? Pastinya senang, bahagia, dan serasa dihujani jutaan lolipop manis. Hati mudah merasa pada setiap ...