Blogy...
Blogy, topiknya malam ini adalah masih dia, aaaaaaaaahhhhhhhh, orang ini kenapa ngeliatin story akuh sihhhhhh,,,, dia Sirius, apa dia enggak tau apa, itu bisa memporak-porandakan hatiku, mau seneng tapi malah ke kaget dan takut, ahhhhhhhh blogy.
Usaha aku untuk biasa aja gimana nih?????
Udah story aku alay lagi, pake acara turun gunung, memangnya aku habis semedi? Lagi bikin kue nastar lagi!!!!
Blogy, aku bikin kue nastar dari seminggu lebaran, sampai sekarang udah berapa kali. Baru jadi seloyang ada tetangga yang lewat malah dimakanin, yaa gapapa juga sih soalnya mereka sudah cium wanginya, tapi kan toples aku enggak penuh-penuh.
Pleaseeee, kepada hati loe harus b aja, okay!!!
Jadinya kan sekarang aku jadi mikirin, Hahh, kenapa nih orang??? Apa kepencet? Enggak sengaja liat story aku? Kita anggap begitu aja ya blogy.
Masalahnya bukan gak boleh liat story aku, padahal aku sering lihat storynya. Bukan...bukan... Itu...tapi story aku ya semau aku aja posting, nanti kan gimana kalau aku jadi ngeliatin tuh story aku terus nungguin koq gak dilihat-liat, ihhh bisa gilakk aku lama-lama.
Blogy, jangan-jangan apa dia nyadar nih, aku suka dia? Atau jangan-jangan dia mikir aku marah gak main Ig? Atau... Ahhhhhh kenapa aku jadi mikirin, cuma gara2 liat story doang, hufsss
Aku stresss blogy semingguan ini, gak bisa berpikir, senang, sedih ataupun apa. Rasa takut, khawatir, selalu merasa aku rasakan.
Sudah semingguan bahkan lebih aku gak main Instagram, banyak hal yang sedang aku hindari, salah satunya temanku yang kirim DM, kenapa aku enggak ikut kelas tata busana?
Aku takut, enggak berani bilang aku keluar dari sana, aku izin pamit untuk tidak bisa lanjut, setelah libur lebaran. Adikku dinas, anaknya sakit, mamakku kurang sehat, Abah terlihat begitu capek, kakak yang jauh juga sedang sakit.
Aku sakit sebenarnya blogy, tapi bila mendengar keluargaku sakit, tiba-tiba ada satu kekuatan aku langsung sembuh.
Sikapku kurang dewasa bila ada masalah, aku tidak balas pesan, aku hanya menyampaikan pesanku terakhir kepada mereka, aku tidak menyelesaikan ujian menjahit, dan menurutku aku gagal.
Tapi enggak boleh nyalahin orang lain, setiap pilihan pasti ada konsekuensi yang harus diterimanya. Aku sengaja gak bales pesan mereka, aku jarang buka wa, aku gak bisa berpikir harus senang atau sedih.
Ditanya sahabat-sahabatkuh aku baik-baik saja, bahkan sekarang aku tidak bisa cerita begitu saja kepada mereka, dahulu setiap ada masalah aku begitu terbuka dan kita bertukar cerita masalah, hahhaha.
Seakan bagi mereka masalahku, jarak tempuh yg jauh dan mesin jahit.
Aku yang sudah kehilangan adikku 2x, walaupun dulu adikku masih 7tahun, aku masih ingat menyuapin makanan dan selalu mengajarkan bernyanyi dengan cepat.
Aku yang selalu bilang, aku sudah kehilangan sangat parah. Impian, cita-cita, pekerjaan bagiku tidak sehancur aku kehilangan Ucok.
Ternyata aku takut blogy akan kehilangan kembali. Bagaimana keluargaku sangat penting bagiku dibandingkan diriku sendiri.
Aku yang dulu ingin pergi jauh dari rumah ini, sekarang aku takut melangkah sendirian dengan segala kekhawatiranku kepada mereka.
Aku yang selalu ingin hilang bahkan menjadi semut yang bisa masuk kelubang yang sangat kecil untuk sulit ditemui, sekarang aku ingin aku selalu ada.
Aku yang ketika kecil benci akan diriku menjadi anak kedua yang selalu dibandingkan, selalu tidak bisa punya keinginan, selalu nurut karena dia kakakku terlebih sama adikku, karena aku seorang kakak. Tetapi sekarang aku senang berada dikeduanya.
Aku pikir kehilangan kesempatan mengerjakan project proposal hingga puluhan juta, tidak bisa ikut ujian jahit, tidak diizinkan residensi penulisan bukanlah hal buruk, motivasi ku pada hal-hal berlebihpun tidak begitu kuat.
Aku berbohong blogy, sebenarnya bukan berbohong lebih tepatnya tidak bercerita jujur, aku baik-baik saja padahal enggak, aku berusaha berkata baik motivasi tinggi buat mereka padahal semua itu buat diriku sendiri, hanya saja lebih keras kedengarannya karena ada mereka di hadapanku.
Wajar rasa takut datang, tetapi yang tidak wajar menghilang dari pertemanan, menghindar ke semua orang, merasa sedih sendirian.
Banyak yang aku pikirkan, ditambah temanku bilang teman SMK kita manggil-manggil nama loe disana, di group yang tidak ada nama aku didalamnya,aku memanggilnya cowok psikopat. Sampai pada nanya sebenarnya kalian berdua kenapa?
Dan teman-temanku tidak percaya aku menolaknya, hahahhahha lucu ya blogy dari sekian banyak pikiran buruk yang ada di kepalaku, itu bisa membuatku ketawa saat itu.
Aku takut dibunuh sama dia, padahal aku enggak pernah nyakitin dirinya, dia sendiri yg bikin janji, dia yang koar-koar kayak orang benar, dan bisa meledak marah hanya hal hp mau lobet karena gak di carger, kenapa pas dia mau nelpon tapi lobet, pergi kesemua tempat yang aku pernah datengi ketika menulis diluar.
Bagiku menghadapi orang seperti itu cukup di cuekin aja, gausah diladenin, dan lucunya dia tanya tentang aku ke semua teman-teman sekolah kita, nurunin harga dirinya, menurutku
Sombong, pamer jabatan, sok kegantengan, punya tipe yang tinggi, masa nanyain orang kayak aku yang standar-standar aja, hahahhaha.
Yaa, mungkin itu yang membuat teman-temanku enggak percaya, aku pernah menolaknya, untungnya alasan beda iman hal paling kuat untuk gak menerimanya.
Aku sama orang yang enggak suka aku aja, aku masih bisa berkata-kata baik, bagaimana sama orang yang suka aku, pasti aku lebih baik.
Dan kalau sama cowok psikopat ini, aku sudah tidak bisa berkata-kata baik lagi sama dia, maka dari itu aku diam, alias bodo amat.
Aku keluar group dari SMK, Karena katanya waktu dulu aku suka sama dia dari smk tapi gak direspon olehnya, aku iyain....biar dia senang dan cepat selesai, jadi aku enggak di teror nambah-nambahin pikiran aku aja ya yang makin berat ini.
Ditambah blogyyy, laptop aku???? layarnya pecah blogy, mau nangisssssss blogyyyyyy..padahal aku lagi punya semangat nulis...
Please, semesta aku ingin bertanya boleh gak sih aku berjuang sekali lagi menjadi penulis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar